poker terbaik dan terpercaya
agen bola terbaik dan terpercaya
2011-06-27T19:34:00+01:00 ...
http://example.com/mypage Mon, 27 Jun 2011 19:34:00 +0100 ...
http://example.com/mypage 2011-06-27T19:34:00+01:00 ...
  • Judi Poker Terbaik

    HOT PROMO BONUS NEW MEMBER 30%

  • Poker Terbaik Uang Asli

    HOT PROMO BONUS DEPOSIT 10%

  • Bandar Poker Terbaik Uang Asli

    LAYANAN 24 JAM CS PROFESIONAL

Tampilkan postingan dengan label CEWEK MANADO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEWEK MANADO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2018

Ku Perkosa Pembantuku Yang Sangat Sexy

Ku Perkosa Pembantuku Yang Sangat Sexy 

PANENCERSEX |




Cerita ini berawal pada saat kami baru pindah mengisi rumah baru di Bogor. Pada saat itu kami baru mengisi rumah kurang lebih 1 bulan istri saya mengeluh kesepian karena rumah sekitar kami masih banyak yang kosong dan harus mengurus 2 anak lelaki kami yang memang sedang bandel-bandelnya. Maka kami pun sepakat untuk mencari saudara/pembantu untuk menemani istri saya di rumah serta membantu menjaga kedua anak kami dan akhirnya istri saya pun berangkat ke kampung halamannya untuk mencari saudara/pembantu di kampungnya yang bisa menemani dia.

Singkat cerita akhirnya dapatlah saudara jauh dari istri saya yang bisa di ajak ke rumah baru kami tersebut, memang sih saudara jauhnya tersebut cukup manis dan sangat lugu sekali, maklum orang dusun dan baru pertama kali keluar dari kampungnya sendiri dan langsung dibawa ke tempat yang cukup jauh dari lingkungan rumahnya, tapi kalau masalah pekerjaan memang sudah cukup lihai dari yang namanya mencuci pakaian, mencuci piring, masak, ngepel dan lainnya sudah boleh disebut rapih deh.

Awalnya saya tidak ada perasaan apa-apa sama si Rani ini, tapi setelah waktu berjalan kira-kira 2 bulan Si Rani ini bergabung di rumah kami, barulah terlihat kalau anak ini sedang lagi seger-segernya dan baru mau gede, maklum umurnya waktu itu masih 18 tahunan dan kalau saya perhatikan setiap gaji yang kami kasih ke dia selalu dibelikan segala macam keperluan pribadi (kosmetik dll) dan karena dia suka bersolek diri maka setelah 2 bulan itu dia sudah mulai kelihatan lebih dewasa dan lebih bersih dibandingkan waktu pertama kali datang dari kampungnya di Ciamis.

Suatu hari (kalau tidak salah waktu itu hari Sabtu) Saya kerja setengah hari, jadi waktu sampai di rumah itu kurang lebih sekitar Jam 2 siang dan pada saat saya masuk ke dalam ternyata tidak ada suara yang menjawab, maka saya pun mencoba mencari orang rumah.

 Dan ternyata yang ada hanya hanya Rani saja yang sedang tidur di kamarnya yang tidak terkunci, dan pada saat itulah baru pertama kalinya saya melihat dia dalam keadaan sedang tidur dengan hanya menggunakan daster pemberian dari istri saya dan pada saat itu dasternya pun tersingkap sampai di atas pinggang.

Wow… suatu pemandangan yang cukup menggoda untuk dinikmati, maka pada saat itulah timbul pikiran kotor saya untuk mencoba meraba bagian yang tersingkap tersebut. Secara perlahan saya dekati dia yang masih tertidur lelap di atas kasur gulung yang kami sediakan untuknya, lalu tanpa ada kesulitan apapun saya sudah mulai mengusap bagian kaki, lalu naik ke bagian pahanya yang hitam manis itu dengan perlahan dan lembut, sampai saking asyiknya saya mengelus-elus bagian itu secara tidak sadar penis saya dibalik celana mulai mengencang, dan karena karena ini juga akal sehat saya sudah mulai hilang karena rabaan-rabaan tangan ini sudah mulai menjalar ke bagian dadanya yang baru mulai merekah.

Memang sih saya cuma meraba dari luarnya saja, tapi bisa dibayangkan betapa indahnya bagian dalamnya kalau dibuka. Tapi rabaan itu saya stop karena si Rani menggeliat yang mebuat saya kaget dan langsung lari meninggalkan kamarnya.

Dan tidak lama saya keluar dari kamarnya Rani, istri, anak dan mertua saya datang habis makan Bakso bang yang ada di seberang komplek kami. Setelah kejadian hari itu saya selalu mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan untuk menikmati yang indah-indah dari si Rani tersebut, bahkan pada suatu hari waktu saya mendapatkan uang sampingan dari salah satu kolega kerja, saya coba membelikan dia baju tidur terusan, celana dalam, dan bh yang semua warnanya pink yang di bungkus Koran supaya istri gak curiga.

Dan di dalamnya saya kasih sedikit tulisan yang bunyinya: “dipake ya Ran, supaya kamu makin betah disini dan jangan sampe ketahuan si ibu” Rupanya pemberian saya itu tidak ditolak dan Rani pun langsung ngucapin terima kasih. Dan rupanya pancingan saya itu berhasil, kenapa saya bilang berhasil? Karena si Rani ini rupanya agak sedikit kasih angin ke saya dimana ada kesempatan selalu berlagak genit & manja, dan kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk selalu curi-curi kesempatan. Pernah suatu kali saya bercandain dia di dapur, “Ran.. kamu tambah manis aja deh…

Kamu udah punya pacar apa belum?” tanya saya ke dia sambil saya colek bokongnya yang padet itu. Dia pun menjawab tanpa beban dan manja, “Belum sih Pak, tapi kayaknya sih mau dapet nih. Abis udah ngasih Rani baju segala sih” Nah… sejak kejadian di dapur itu saya pun semakin berani.

Akhirnya kesempatan yang saya tunggu-tunggu datang juga, waktu itu anak-anak saya sudah mulai masuk liburan sekolah dan mereka minta diantar ke rumah neneknya di Bogor, dan kami pun (saya, istri & anak)berangkat ke Bogor untuk liburan sekolah dan karena saya harus tetap bekerja maka saya hanya menginap satu malam saja di Bogor untuk kemudian kembali ke rumah pada hari Minggu sorenya.

Perjalanan Bogor - Bandung terasa sangat lama sekali karena macet, juga banyak bus-bus pariwisata yang melintas di jalur itu untuk mengantar-jemput orang-orang yang sedang liburan sekolah. Walaupun agak kesel dan capek akhirnya sampai juga ke rumah pada malam hari sekitar jam 7 malam.

Sesampainya di depan rumah saya bunyikan klaskon mobil supaya si Rani membukakan pintu pagar, dan tidak lama kemudian dia keluar dengan memakai daster yang saya belikan dan dimata saya malam itu si Rani nampak lebih seger. Pada saat mobil sudah saya parkir di dalam teras rumah saya mencium bau wangi, sepertinya ini bau parfumnya Rani.

Singkat cerita saya pun sudah selesai membersihkan badan dan menuju ke meja makan untuk menyantap makan malam yang telah disiapkan sama si Rani, saya pun menyantapnya dengan penuh semangat, maklum lapeeer. Selesai makan saya istirahat di ruang keluarga untuk nonton acara tv.

Sedang asyik-asyiknya saya nonton, datanglah otak mesum saya untuk memancing si Rani, dan saya pun atur strategi untuk minta tolong dipijat sama si Rani, maka saya panggillah dia, “Ran.. tolong kesini” “”Iya pak” jawabnya. “Tolong pijitin pundak saya dong… kamu bisa kan?” Tanya saya sambil pura-pura cuek. Dia pun menjawab, “Iya pak, bisa.. Dipijitnya mau pakai minyak apa.?” tanyanya. “Kalau bisa sih pakai minyak kayu putih campur minyak goreng aja” jawab saya dengan santai.

Maka dia pun berjalan ke kotak obat untuk mengambil minyak kayu putih, terus ngeluyur ke dapur untuk ambil minyak goreng. Setelah itu dia mendekati saya dan bertanya, “Mau dipijit dimana pak?” “Disini saja (Diruang keluarga)” jawab saya. “Tapi tolong diperiksa dulu pintunya udah ditutup apa belum” kata saya ke dia dan diapun memeriksanya. “Sudah pak” jawab Rani. Saya pun sudah tengkurap di depan tv seperti orang yang sudah siap untuk dipijat.

Si Rani juga sudah siap memijat di belakang saya. Pada saat dia mulai membalur minyak-minyak tersebut di badan sudah mulai terasa darah ini naik tapi masih tetap saya tahan, dan ternyata tangan si hitam manis ini memang bisa diandalkan untuk memijat, tapi disamping itu saya coba curi-curi pandang ke wajahnya yang manis itu dan wangi parfumnya itu masih saja tercium di hidung saya sampai-sampai si otong saya sudah mulai naik menegang.

Tapi untuk memecah keheningan saya coba ngobrol sama dia ngalor-ngidul sampai akhirnya tertuju kepada dia yang masih belum punya pacar. Disinilah saya coba untuk agak berani memegang tangannya yang mungil itu dan dia pun tidak menolaknya, dia hanya bilang, “Jangan pak… nanti ada yang lihat” Tapi saya tidak peduli dengan omongannya, dan bahkan membuat saya semakin bersemangat. “Gak apa-apa kok Ran.. disinikan Cuma ada kamu sama saya aja.. kan si teteh lagi di Bogor” Birahi setan saya rupanya sudah tidak bisa terkendali lagi, maka saya pun langsung mencium jari-jarinya terus berlanjut ke tangannya terus keatas dan akhirnya saya cium bibirnya.

Dia diam saja tanpa ada penolakan seperti waktu tadi pertama saya pegang tangannya. Maklum Orang belum pernah dicium sama cowok bibirnya agak gemetaran dan masih kaku. Saya pun coba membimbingnya dengan sabar sampai akhirnya dia mulai bisa mengimbangi serangan bibirnya. Saya masukkan lidah kedalam mulutnya dan saya permainkan sampai dia mulai benar-benar pasrah, bahkan dia mencoba membalas serangan bibir saya yang memiliki kumis tipis yang membuat semua mantan cewek-cewek saya dulu pasrah kalau sudah kena ciuman maut saya ini.

Tidak hanya sampai disitu saja, setelah dia pasrah maka saya pun sudah mulai berani lagi bergerilya di kedua bukit kembarnya yang masih sangat ranum. Dari luar dengan lemah lembut saya usap-usap berulang kali sampai terasa kalau putingnya sudah mulai menonjol karena birahinya yang naik, dan karena dia makin pasrah saya pun serang dia lagi ke bagian lehernya saya cium dengan penuh nafsu sampai dia mulai tersengal-sengal nafasnya menahan gejolak jiwa. Tidak hanya disitu, saya pun sudah memasukkan tangan saya ke balik BH-nya yang berukuran 34, dan dia pun membiarkannya. Tangan saya pun mulai bergerilya lagi, mengangkat daster yang dipakainya sampai hanya tersisa BH & CD yang berwarna pink, warna ini adalah warna Favorit saya dan selalu membuat saya bernafsu kalau cewek memakai pakaian dalam dengan warna ini.

 Tanpa buang-buang waktu lagi saya langsung mengusap vaginanya dari luar CD-nya yang sudah mulai basah. Saya putar-putar terus berulang kali, sampai-sampai keluarlah omongan dari mulut si Rani, “Pak... ampun.. Pak… Rani gak tahan… geli banget… ooh… ooh… ooh… ampun Pak… ooohh…” Saya bukannya kasihan tapi malah makin bernafsu aja.

Saya turunkan cdnya sampai terlihatlah memek perawan yang sudah basah oleh cairan kenikmatan itu, dan tanpa ampun lagi saya mengobel-ngobel memeknya dengan penuh perasaan dan kelembutan sampai akhirnya kepala Rani bergerak tidak beraturan kekiri kekanan sampai meracau. “Aaah… Pak… aahhh pak… Rani kok mau pipis nih… aah…” Jari ini malah semakin gencar memainkannya sambil berkata ke Rani, “Tenang Ran… kamu pipisin aja biar enak…” Dan tidak lama kemudian dia pun mengeluarkan cairan keninkmatan, seerrr… seerrrr… seerrr… dengan derasnya membasahi jari-jari saya sambil mengapitkan kedua belah pahanya sampai-sampai tangan saya tidak bisa ditarik, berada diantara kedua pahanya yang hitam manis.

Rani terpejam setelah merasakan kenikmatan yang tidak ada duanya keluar dari vagina perawannya. Saya pun tidak tinggal diam saja melihat kepasrahannya, maka dengan cekatannya saya melumat kembali bibirnya sambil mengusap-usap dua bukit kembarnya yang sudah tanpa BH lagi.

Tidak lama saya menikmati bibirnya lalu turun ke leher dan terus saya sapu dengan lidah menuju ke bukit kembarnya, dia pun sudah pasrah tanpa daya ketika bibir saya mulai melumat putingnya yang masih ranum dan mulai mengeras karena terangsang oleh permainan bibir yang berkumis tipis ini.

Dia hanya meracau. “Pak… jangan Pak… saya takut ada yang lihat… aaah… ooh… aah.. ohh…” “Tenang aja Ran, teteh ga ada kok… Aduh Ran… nikmat banget susu kamu… segeerrr” Saya dengan nafsunya melumat payudara si Rani, saya permainkan lidah saya ini diatas pentilnya beberapa kali, dan sedikit saya gigit kecil, dia pun menjerit manja. “Ooohh… aah… ampun Pak… Rani gak tahan mau pipis lagi… aaaahhh…” Saya pun semakin ganas memainkan lidah saya mengemut bak anak yang lagi nenen sama ibunya dan Rani pun semakin tidak karuan gerakannya, dan akhirnya dia orgasme untuk yang kedua kalinya sambil berkata, “Aaahh… ahh… Rani mau… pipis… lagi… aah…aaahhh… enak…” Puas juga rasanya sudah bikin perawan kampung meerasakan kenikmatan yang luar biasa, maka tanpa pikir panjang lagi saya buka CD yang dari tadi sudah keras torpedo di dalamnya, dan menyodorkannya ke mulut dia yang lagi digigit sambil meerasakan sisa-sisa kenikmatan.

Memang sih dia agak kaget, “Iiiii… ini apaan pak kok di deketin ke mulut Rani…???” kata Rani. “Tenang Ran, coba kamu jilatin aja nanti juga kamu bisa ngerasain enaknya…” rayu saya ke dia. “Ah enggak ah... Rani takut pak” Akhirnya saya paksakan untuk dikulum kemulutnya sambil saya bilang, “Kamu harus coba dulu… anggap aja kamu makan es krim, caranya kamu jilatin dulu ujungnya, terus kamu sedot-sedot, terus kamu kulum pake lidah…” dan diapun mau juga mencobanya walaupun agak jijik juga ragu.

Awalnya memang agak kasar dia memainkannya, tapi saya coba sambil mengusap-usap rambutnya yang hitam terus turun ke lehernya untuk merangsang dia. Dan ternyata berhasil, dia pun mulai bisa memainkannya. “Rani… terus diisap… terus… enaaak Ran, mainin lidahnya… Ran… terus… keluar masukin dari mulut kamu…” “Wow… enaakkk banget… kamu mulai pinter nih…” puji saya ke dia. Saya sudah mulai terangsang dengan permainannya, saya dorong dia ke ujung sofa dan saya coba mencari selangkangannya.

Setelah saya dapatkan, maka saya mencari memek perawan yang ada diantara kedua selangkangannya, lalu saya jilatin dengan penuh nafsu. Dia agak kaget juga waktu saya mulai menjilati memeknya yang sudah basah dari tadi dan sempat menolak. “Pak… jangan Pak… Rani malu… tadi kan abis kencing, nanti bau lho…” katanya sambil meracau. “Ooh… aah… ooh... aah… Pak jangan…” katanya sambil menutupi memeknya dengan kedua pahanya yang hitam manis, dan dengan sedikit paksaan saya buka pahanya lalu menyerangnya lagi dengan jilatan-jilatan kenikmatan. “Ooh… oh… aachh…” desahnya.

Saya masukkan lidah saya kedalam memeknya dan tampak jelas klitorisnya yang memerah serta tercium bau khas memek perawan kampung yang membuat siapapun yang menciumnya pengen ngerasain juga. Dan setelah saya terus memainkannya dia pun akhirnya pasrah dan tidak ada lagi penolakan, bahkan dia makin pintar lagi memainkan penis saya didalam mulutnya.

Permainan 69 sembilan itu berjalan sekitar 15 menit sampai akhirnya kedua pahanya menjepit kepala saya sebagai tanda kalau dia mau keluar lagi, dan saya bilang ke dia, “Rani… ooh… tolong jangan dikeluarin dulu… honey… please…” Tapi rupanya dia sudah gak tahan lagi, maka keluarlah cairan kenikmatan itu lagi, dan… “Aaachh… Rani… pipis lagi… nih… Pak… Bapak nakal sih…” Terlihat di wajahnya yang memerah karena menikmatinya dan karena dia sudah keluar untuk ke 3 kalinya sedangkan saya belum keluar, maka saya paksa dia untuk mengulum penis saya dengan segala kemampuannya.

Dan setelah berjalan sekitar 5 menit dimainkan oleh bibir mungilnya itu, akhirnya saya pun hampir sampai keluar dan sengaja saya tidak bilang ke Rani kalau saya mau keluar. “Ooh… ohh… enaaak… Ran… kamu sudah pinter… ooohh… enak banget” Dan akhirnya… crooott… croottt… croottt… muncrat juga sperma dari penis saya yang ada dalam mulutnya, dan pada saat keluar itu saya tahan kepalanya Rani supaya tetap mengulum penis saya, dan alhasil dia pun menelan semua sperma yang keluar bahkan sampai keluar luber dari mulutnya. Dia hanya diam dan menatap saya dengan sendu sambil berkata, “Eeeh... bapak jahat sama Rani… kok ga dibilangin kalo mau pipis… Rani jadi minum air pipis bapak nih…”

 Dasar perawan kampung, dengan polosnya dia tanya ke saya, “Pak… kok air pipisnya kentel yah… trus agak asin lagi… Rani takut pak…” Dasar perawan kampung pake tanya segala lagi, gerutu saya dalam hati. Setelah saya keluar saya minta Rani untuk membersihkannya dan dia saya ajak ke kamar mandi untuk sama-sama membersihkannya di kamar mandi yang ada di kamar saya dan dia pun saya gandeng ke kamar dengan sama-sama kami telanjang bulat.

Setelah kami saling membersihkan badan di kamar mandi dalam kamar saya, saya gandeng dia untuk sama-sama berdiri didepan kaca lemari pakaian yang cukup tinggi agar dia bisa lihat saya dan dia sedang berbugil ria dan sambil saya dekap dia dengan mesranya dengan diiringi rabaan-rabaan nakal tangan saya ke bukit kembarnya yang masih segeeer juga ranum, sedangkan tangan saya yang satunya coba mengobel memeknya dengan lembut.

Hal ini sengaja saya lakukan agar dia bisa saya ajak lebih lanjut lagi. Ternyata siasat saya membuahkan hasil, dia menggeliat keenakan pentil susunya diusap-usap dan lehernya saya kecup-kecup kecil sambil sesekali saya jilat dengan lidah saya.

Siasat itu terus saya jalankan sambil kecupan saya ke sekujur tubuhnya sampai saya berada tepat di bukit kembarnya dan saya ledek dia bak anak kecil yang pengen nenen ke ibunya, “Say… aku mau nenen dong.. aku haus nih…” tanpa ragu saya serang bukit kembarnya dan dia diam saja sambil meracau. “Aaahh… ooh... aahhh… enaaaak Pak… gelii… kena kumis bapak… Rani gak kuat berdiri nih…” Dengan perlahan tapi pasti saya ajak dia untuk ditelentangin di atas springbed, dan tanpa susah payah dia pun sudah pasrah telentang tanpa sehelai benagpun di atasnya.

Saya mulai dengan menciumi memeknya yang masih perawan itu sambil saya jilati dengan lidah yang pengalaman ini. Baru juga berselang 5 menit saya mainkan lidah saya si Rani sudah mulai basah dan melenguh, “Aachh… aach… oohhh… terusin Pak… enak banget jilatannya…”

Tidak hanya di situ saja menjilatinya lidah ini terus menelusuri ke bagian duburnya dan diantara keduanya itulah saya pacu menjilatinya lagi. “Ooh… enak Pak.. aach… aaachh… eeh… Bapak jorok.. kok dubur Rani dijilatin juga… aaahh… tapi enaaaaakkkk… aaachh terusin… ooohh…” Karena melihat gelagat seperti itu, tangan saya pun mulai bergerilya ke bagian bukit kembarnya untuk diusap-usap, dan tanpa diduga-duga dia menarik paksa torpedo saya untuk dikulum lagi dengan buasnya.

Rupanya dia sudah bener-bener horny, dan sekarang dia sudah tidak ragu-ragu & malu-malu lagi untuk mengulumnya. Serangan itu terus berlangsung sekitar 20 menitan sampai akhirnya dia terkulai lemas sambil berkata, “Aaaah… aahh… Rani mau pipis lagi nih… ooh pak awas nanti kena pipis Rani… aaahh…” dan keluarlah semua yang ada di dalamnya.

Saya benar-benar sudah konak banget ngeliat dia seperti itu dan tanpa tunggu-tunggu lagi dan buang-buang waktu lagi saya pun langsung memantapkan posisi torpedo pas di depan memek perawan kampung itu.

Dengan lemah lembut saya bimbing torpedo saya memasuki lubang kenikmatan itu sambil bibir ini terus menciumi dan mengisap kedua bukit kembarnya si Rani, dan karena sudah terbuai kenikmatan dia pun tidak ada perlawanan yang berarti sampai pada saat saya akan memasukan torpedo saya, dia meracau “Pak… jangan pak… jangan… nanti… aachh… aduuhh… sakiiiitt…” “Tenang aja sayang… sakitnya cuma sebentar kok.. nanti pasti enak…” Sedikit demi sediki penis saya memasuki memeknya dan dengan berirama saya ayun maju mundur maju mundur berulang kali sampai akhirnya Rani tidak bersuara lagi, bahkan dia sudah mulai menikmati irama birahi kami. “Ooh… memek kamu masih perawan sayang... ooh… enak banget… sempit bangeett… Rani… oohhh… enak…” Rani mulai mengimbangi permainan saya, saya tarik pelan-pelan penis saya, terus itu keluar masuk beberapa kali. “Ooh.. Pak.. enak Pak.. terus.. pak… genjotin oh.. oh.. oh.. ach… aachh…” Tanpa sadar dia sudah mulai menggoyang pantatnya kekiri kekanan, saya makin semangat melihat goyangan perawan kampung ini apalagi melihat susunya yang turun naik terdorong gerakan badannya yang erotis, medadak saya cabut kontol ini dari sarangnya dan Rani berteriak, “Oooh… jangan dicabut.. oohh lagi enaaak… niiihhh…” Ini sengaja saya lakukan untuk memancing rasa penasarannya, dan ternyata berhasil.

Dia langsung mendorong saya ke atas tempat tidur untuk merubah posisi agar dia berada di atas, dan dia langsung naik ke atas perut saya mengambil posisi yang pas untuk memasukan kontol ini ke dalam sarangnya. Setelah pas posisinya dia pun langsung bergoyang laksana kuda yang kehilangan kendali. Terdengar suara penis keluar masuk memek, preetttt… preetttt… dalam kondisi seperti itu saya pegang pantatnya agar gerakan erotisnya tambah berirama turun naiknya.

 Tepat diatas kepala saya terlihat indah dua buah bukit kembar yang bergelantungan seakan meminta untuk dilahap. Tanpa ragu-ragu lagi saya pun melahapnya dengan penuh gairah. “Oohh…csusu kamu enak banget Ran… terus goyang Ran…” Mulut saya memainkan lidahnya di kisaran puting susunya sementara dia terus bergoyang, dan akhirnya gerakan-gerakannya semakin cepat tanpa terkendali, sampai-sampai dia mencakar saya sambil berteriak. “Ooohh… Pak… Pak… saya mau.. mau pipis lagi… ooouchh.. aahhh…” Karena gerakannya yang semakin dahsyat saya pun menurun-naikkan pantat saya agar dia cepat keluar.

Dan alhasil dia mengejang lalu terkulai jatuh di atas dada saya, sangat terasa air kehangatan yang keluar dari dalam memek itu mengguyur kontol yang masih berada di dalam sarangnya. Saya tidak mau kehilangan kesempatan yang enak itu hanya direnggut sama Rani saja. Setelah dia sampai, saya tarik kontol saya dari memeknya dan Rani saya suruh menungging untuk saya masukin lagi penis saya.

Walaupun saya tahu dia masih belum hilang rasa nikmatnya dan setelah dia pada posisi saya masukan kontol ini ke memek perawan kampung itu dengan mudahnya, lalu saya gerakkan keluar masuk, dan karena memek itu masih basah bekas cairan kenikmatan yang keluar dari dalamnya maka gerakan itu bisa langsung pada yang inti yaitu tusukan panjang dan pendek.

Dia pasrah, kontol saya keluar masuk dengan bebasnya dan antara pantat dengan pangkal kontol saya saling beradu. Permainan ini berlangsung sekitar 15 menitan, dan akhirnya saya pun hampir sampai ke klimaks yang saya tunggu-tunggu. Gerakan saya percepat, dan si Rani pun ikut bergoyang juga sampai akhirnya … “Rani… saya.. mau sampai.. nih… ooh… aah… terus goyang sayang… ooh… ooh… oooohh… croot… croot… crott… seeerrr…” “Oooh enak pak… jangan di cabut dulu kontolnya… ooohh.. enaaaaakkk… biarin aaajaah… dulu di dalem.. pak Rani lagi eenaaakkkk…please jangan dilepaaassss.. oh… oh…” Rupanya si Rani pun mencapai oragnsmenya untuk yang kesekian kalinya.

Dia hanya terdiam dan kami pun lunglai berduaan diatas springbed telanjang bulat setelah bergelut dengan birahi selama kurang lebih 3 jam. Si Rani saya belai rambut hitamnya dengan mesra, saya cium pipinya dan saya kulum sebentar bibirnya, sebagi tanda terima kasih. Tidak terlihat di wajahnya rasa penyesalan sedikitpun, bahkan sepertinya dia mau mengulang lagi pertempuran malam itu.

Maka sejak saat itu apabila ada kesempatan untuk ML sama dia selalu kami lakukan kapan saja dan dimana saja tidak mengenal tempat dan waktu, sampai akhirnya dia pulang ke kampunya karena dipanggil sama orangtuanya untuk kawin, dan sejak itu saya tidak pernah ketemu lagi sama dia. Oh… sungguh pengalaman yang sangat nikmat. Selamat jalan Rani, Perawan kampung yang manis.


 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Selasa, 17 Juli 2018

Keperawananku Hilang Di Ambil Kakak Kelas Ku

Keperawananku Hilang Di Ambil Kakak Kelas Ku

PANENCERSEX |




Dinda yang awalnya cupu setelah masuk SMA dia menjadi gaul dan Fashionable. Akibat pergaulanya itu bahkan dia sampai terjerumus dalam sexs bebas, sampai dia kehilangan keperawananya diusianya yang masih dini yaitu diusia 15 tahun.

Panggil saja aku Dinda usiaku 15 tahun aku baru saja masuk di bangku SMA. Aku anak pertama dari 2 bersaudara adikku laki-laki. Bapaku seorang polisi dan ibuku bekerja sebagai guru SD. Aku terlahir dari keluarga berada. Orangtuaku selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Dia menginginkan aku sukses seperti mereka.

 Dulu aku bersekolah di kampung jauh dari keramaian kota. Kini aku disekolahkan ibukku di SMA favorit supaya cara berfikirku berkembang. Penampilanku sangat cupu kala itu dan sejak aku masuk SMA ibu merubah gaya berpakaianku layaknya orang kota. Pada waktu pendaftaran aku terlihat paling lusuh beda dengan yang lain.

Mereka rapi bersih dan pandai menata rambut, bahkan ada yang memakai make up saat bersekolah. Aku menyadari kalau aku dari kampung beda dengan mereka. Wajah teman baruku terlihat kalau mereka sombong , gaya bicaraku pun selalu ditertawakannya. Namun seiring berjalannya waktu aku bisa mengikuti gaya mereka karena orangtuaku mampu memberikan apa yang aku mau.

Dulu pas awal masuk sekolah ada MOS (Masa Orientasi Siswa) disitu semua siswa baru membawa keperluan macam-macam. Setiap hari ada saja yang harus dibawa, pulang sekolah pasti binggung cari peralatan hingga larut malam. MOS berjalan 3 hari dipimpin kakak kelas yang semena-mena dengan siswa baru. Membersihkan sampah di got, kamar mandi bahkan ada yang mengelap sepatu kakak kelas.

Jika ada yang melanggar atau salah membawa peralatan pasti langsung di hokum di depan umum. Untung saja selama tiga hari aku tertib tidak ada kesalahan apapun. Waktu cepat berlalu akhirnya usai sudah MOS yang menyiksa itu.

Aku sudah resmi menjadi siswa di SMA 1 yang memang pilihanku. Di hari pertama ibu membelikan aku sepatu baru yang branded tas yang bagus dan aku diajarin ibu untuk sedikit memakai make up. Ibu ingin melihatku seperti teman-temanku yang baru. Aku senang sekali sekarang aku berubah penampilan yang menurutku membuat aku makin cantik.

Aku memiliki badan yang tinggi sekitar 162cm sedikit berisi aku terpilih sebagai salah satu petugas paskibra. Ya itulah baris berbaris , yang terpilih memang yang memiliki tinggi badan diatas 160 cm. Aku senang berorganisasi apalagi kegiatan ini membuat aku dekat dengan kakak kelas yang ganteng-ganteng.

Ibuku juga mendukung semua kegiatan aku, namun dia melarang aku berpacaran dengan siapapun. Ibu ingin aku focus sekolah terlebih dahulu tidak memikirkan yang lainnya. Aku termasuk anak yang penurut, berangkat sekolah pulang sekolah selalu saja di antar jemput orangtuaku. 2 bulan aku bersekolah di situ banyak temanku , aku termasuk orang yang supel gampang bergaul dengan siapa saja.

Aku memiliki teman namanya Rika dia anak orang kaya cara penampilannya sangat heboh. Tidak ada yang bisa melebihi dia termasuk aku. Tapi pergaulan Rika sangatlah bebas, dia memiliki seorang pacar kakak kelas jadi satu sekolahan. Mereka selalu saja memanfaatkan waktu untuk berpacaran di kelas. Di kamar mandipun mereka bisa pacaran aku sempat kaget karena mereka ciuman di depan umum. Ntah apa yang dilakukan kalau di kamar mandi , ngeri rasanya.

 Jika memakai seragam serba mini kancing baju dibuka satu paling ujung sehingga terlihat payudaranya. Aku berteman baik dengannya namun aku juga harus pandai memilih mana yang tidak baik dicontoh di kehidupanku. Aku ingin membanggakan orangtuaku yang susah payah membiayaiku.

Tapi kenyataannya berbeda diusiaku yang masih dini lingkungan pergaulanku yang tidak baik membuat aku terlena. SMA 1 yang menjadi favorit itu hanyalah nama saja anak-anaknya ternyata sudah diracuni oleh pergaulan bebas. Ya tidak semua siswa tapi sebagian besar sudah tidak perawan yang cewek.

Aku juga termasuk di dalamnya. Waktu itu kenaikan kelas setelah tes semester pasti ada yang namanya classmate. Biasanya diisi dengan aktifitas bebas , olahraga atau pensi. Berangkat juga siang hari tidak haru stepat pukul 7. Seneng sekali kalau classmate bebas tidak ada yang mengatur karena guru sibuk membuat nilai.

Pada waktu itu ada pertadingan basket aku ikut melihat dilapangan bersama Rika. Dia dsamperin pacaranya aku pun pergi karena mereka kalau pacaran tidak tahu tempat. Tiba-tiba pacar Rika datang dengan temannya namanya Soni. Dia dikenalkan denganku, dia juga kakak kelasku, “hay Din..kenalin aku Soni…” “ehh..iya mas salam kenal…” “jangan panggil mas panggil saja Soni…” Aku ngobrol berdua sama Soni dia anak yang lucu pandai bikin aku tertawa.

Aku terbawa suasana rasanya nyaman sekali makan siang bareng di kantin. Mungkin enak kali ya punya pacara ada yang merhatiin dikantin ada yang nemenin. Seketika itu Soni mengatakan jika dia menyukaiku, “Din..kamu cantik ya, aku suka deh sama kamu…” “uuhuukkkk…” perkataan Soni membuat aku tersedak “kenapa kamu hati-hati dong Din…” “hmm iya, ah kamu bisa aja…” “serius ini Din aku suka sama kamu mau nggak jadi pacaraku?” “ahhh kamu kebanyakan bercanda deh….” “beneran aku serius Din…” wajahnya menatap aku dengan tajam “eeemm…emmm….ehm…temenan dulu aja kita kan baru kenal..” “yaudahlah aku tunggu jawaban kamu ya..” Sepertinya Soni memang beneran deh soalnya tatapan itu serius.

Waktu pulang sekolah pun tiba aku sudah di jemput bapak aku bergegas pulang takut bapak melihat aku dengan seorang pria. Aku pulang ke rumah disepanjang perjalanan aku bbm an dengan Soni. Sampai di rumah aku mandi dan tiduran hpku bunyi terus biasanya sepi tidak ada yang menghubungi aku. Sekarang setiap menit Soni selalu menanyakan aku lagi ngapain. Wah seneng juga ya sangat menghibur tapi aku takut jika ibu tahu pasti marah.

Hpnya aku silent supaya ibu tidak curiga. Aku janjian besok berangkat pagi karena ada pensi dan Soni adalah vocalis band di sekolah. Pagi tiba aku berangkat ke sekolah awal ibu yang mengantar aku. Aku juga bilang sama ibu kalau pulang sore karena ada pentas seni. Sesampainya disekolah aku bertemu Soni udah di dalam kelasku. Karena datang pagi sekolah masih sepi hanya aku berdua dengannya. Soni masih saja menanyakan hal yang sama dia memaksaku untuk menerima cintanya. Akhirnya aku menerima Soni sebagai pacar pertamaku.

 Dia tampak senang sekali wajahnya memerah aku pun malu,

 “makasih ya Din aku sayang deh sama kamu, ini hari jadian ya kita rayain yukk…”
 “hmmm rayain dimana emangnya?”
 “di ruang UKS ayo ikut aku ada kejutan buat kamu…”
 Aku dan Soni pergi ke ruang UKS yang berada di ujung kelas.

Aku masuk ruangan ada seikat bunga, so sweet banget deh. Kayaknya dia uda prepare dari tadi pagi tapi kenapa harus di UKS. Dia tiba-tiba mengunci pintu UKS, “Son..kenapa kamu kunci pintunya…” “ini hari jadian kita aku pengen rayain berdua takut ada yang masuk ke sini..”
 Aku masih saja nurut dengan perkataannya, tiba-tiba Soni mendekati aku yang duduk di kasur UKS. Dia memelukku dengan erat. Aku diam dan binggung harus melakukan apa, “aku sayang sama kamu Din sejak kamu berteman dengan Rika.

Percaya deh kita bakalan selamanya menjadi suami istri nantinya…”

 “ahh kamu lebay deh Son..”
 Dia masih memelukku dengan erat pelukan itu snagat hangat aku nyaman berada di dalam dengan Soni. Dia melepaskan pelukannya dia menatap wajahku. Kita saling bertatapan, dia mengecup bibirku secara perlahan. Aku menikmatinya ternyata ciuman itu enak sekali. Aku ketagihan aku membalas ciuman Soni dengan perlahan.

Dia meremas membelai pipiku dadaku dia belai. Aku merinding saat itu kayaknya aku mulai terbawa suasana. Setelah itu dia membelai tubuhku aku ditidurkan di kasur. Aku terbaring dia meremas kedua payudaraku perlahan kemudian semakin cepat. Aku menikmatinya enak sekali, “aaahhhh…..Son…aaakkkhh…..” Kemudian dia membuka kancing baju seragamku hingga aku hanya memakai bra saja. Dia tampak beringas wajahnya memerah mungkin dia sudah bergairah.

Lalu dia meremas dan mencium bibirku aku menikmati belaian demi belaian. Dia melepas bajunya dan celana hanya memakai celana dalam. Aku lihat penisnya berdiri tegak baru pertama kali aku melihat penis pria.

Bra ku dilepas rokku juga dilepas aku telanjang didepan matanya. Pacar pertamaku sudah berusaha membuat kenikmatan dengan ku. Aku nurut apa saja yang Soni lakukan, aku pasrah saat itu. Payudaraku yang masih kencang membuat dia semakin bergairah. Dia mengulum putting susuku dan memainkan putingku.

Diputar terus putingnya hingga aku lemas, “aaakkkhhh Son….nikmat ….oohh….aaakkkhhh……..” Lidahnya menjilati putting susuku dengan perlahan. Gairahku seakan bangkit aku dibuat lemas tak berdaya. Dia terus menjilati putting susuku kanan dan yang kiri dia putar-putar aku lemas tubuhku bergetar merasakan kenikmatan, “oooouuuuggghhh…..aaahhhh…aaahhhh…oohhhhh….ahhh….” Terus meracau merasakan kenikmatan pagi itu. dia kembali menciumi bibirku dan penisnya bergesekan dengan memekku.

Terus dia gesekkan nikmat dan geli campur jadi satu. Kemudian dia turun kebawah meraba-raba memekku. Dari atas hingga bawah , bulu kemaluanyang amsih jarang itu membuat dia semakinmudah memainkan jemarinya, “aaaakkkhhh Son…nikmat Son aaahhhhh…..ooooooouugghhh……”

Jarinya membuka lipatan demi lipatan memekku. Memekku basah mengeluarkan cairan seperti masturbasi karena merasakan kenikmatan demi kenikmatan. Jarinya masuk ked alma lubang memekku. Sepertinya dia mengecek apakah aku masih perawan atau tidak.

Jarinya masuk ke dalam memekku dan diputar-putar, “aaahhhhh..Son aku nggak tahan aaahhhhhh…nikmat ooohhh…..” Dia melepaskan jarinya dan menjilati selakanganku tubuhku bergerak bebas merasakan kenikmatan. Memekku juga dijilatinya klitorisku dimainkan dengan lidahnya, “Sonnn….aaahhhh….aaaaaakkhhhh…oooohhh aaaaahhh….oooooooouuuhhh…Sonn….” Lalu dia menciumku lagi menjilati seluruh tubuhku. Aku sangat horny dibuatnya, dia berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku.

Sebelumnya dia putar dan gesekkan penisnya di lubang memekku. Terasa geli sekali saat itu, “aaaaaaahh…..aaahhhh…aaahhhh……aaaakkkhh Sonn…..” Ujung penisnya perlahan masuk ke dalam memekku. Ujung penisnya berusaha masuk ke dalam memekku yang merekah itu, “aaaaakkkhhh oohhh…..aaaaaaaahhh Son…terus Sonnn…..” Penisnya masuk dan aku menjerit kesakitan. Keluar darah dari memekku selaput perawanku pecah banyak darah, “awwww..sakit Son aaahhhhhhh……”

Sakit sekali saat selaputku pecah dan bunyi “kreeekkkk…” Dia terus memasukkan penisnya maju mundur ke dalam memekku. Terus dia paksa masuk bibirnya terus mengulum bibirku sesekali menjilati putting susuku. Tanganku memeluk tubuhnya seakan dia mengalihkan rasa sakitku dengan membuat aku merasakan nikmat, “oooohhh aaahhhhhhh…aaahhhh….Son lagi son aaaahhh….” Dia berusaha menggoyang-goyangkan penisnya ke dalam memekku.

Di melakukan tekanan yang sangat keras nikmat sekali saat penisny amenusuk-nusuk lubang memekku. Dia menciumku tanganku semakin erat memeluknya. Gairah kita berdua sudah semakin memuncak, penis itu keluar masuk dengan cepat tak lama kemudian dia mengeluarkan cairan sperma.




 “cccrrrooooott…..ccccrooooottt….ccccrroootttttt……..” Dia semprotkan dibibirku, bibirku penuh dengan cairan sperma dan Soni menyuruhku untuk menelannya. Dia membershkan tubuhku dan mulutku. Setelah itu kita memakai pakaian kembali. Dia memeluk ku dengan erat, “terimakasih Din kamu sudah percaya sama aku..” Terdengar diluar sudah ramai banyak teman yang sudah datang aku merapikan penampilanku kembali. Sejak saat itu setiap hari aku ngeseks sama dia sepulang skeolah. Kadang aku juga datang ke penginapan untuk sekedar meluapkan hawa nafsu. Benar apa kata Rika seks itu buat ketagihan. Setiap hari aku selalu melihat film porno untuk menambah pengalaman biar Soni makin sayang aku. Itulah kisahku diperawani diusia 15 tahun oleh kakak kelasku Soni dan dia adalah pacar pertamaku yang mengajari aku tentang seks hingga saat ini. Sekian.


agen bola terbaik dan terpercaya





Senin, 16 Juli 2018

Suster Cantik Yang Sangat Menggoda

Suster CantikYang Sangat Menggoda 

PANENCERSEX |



Pada akhirnya, saya menggunakan malam itu berbaring dirumah sakit. Perasaanku jemu sekali. Walau sebenarnya saya baru sebagian jam saja di situ. Namun untung saja, rekan sekamarku suka sekali mengobrol. Jadi tidak merasa, tahu-tahu jam telah tunjukkan jam sebelas malam.

Di samping mata telah mengantuk, juga kami berdua ditegur oleh seseorang suster serta dinasehati agar istirahat. Saya serta rekan baruku itu tidur. Karena sangat nyenyaknya saya tidur, saya terperanjat ketika dibangunkan oleh seseorang suster. Hilang ingatan!

Suster yang satu ini cantik sekali, meskipun badannya sedikit gempal namun kencang. Saya tidak yakin bila yang di depanku itu suster. Saya segera mengucek-ngucek mataku. Ih, benar! saya tidak punya mimpi! saya pernah membaca name tag di dadanya yang sayangnya tidak demikian membusung, namanya Novia (bukanlah nama sesungguhnya).

 Mas, telah pagi. Telah saatnya bangun, kata Suster Novia. Nggg dengan sedikit rasa enggan pada akhirnya saya bangun juga meskipun mata masih tetap merasa berat. Saat ini telah tiba waktunya mandi, Mas, kata Suster Novia sekali lagi. Oh ya. Suster, saya pinjam handuknya deh.

Saya ingin mandi di kamar mandi. Lho, kan Mas sesaat belum juga bisa bangun dahulu dari tempat tidur sama dokter.

Jadi?

Jadi Mas saya yang mandiin. Dimandiin?

 Wah, asik juga sepertinya sich. Paling akhir saya dimandikan saat saya masih tetap kecil oleh mamaku. Sesudah tutup gorden putih yang melingkari tempat tidurku, Suster Novia mempersiapkan dua buah baskom plastik diisi air hangat.

Lalu ada sekali lagi gelas plastik diisi air hangat juga untuk gosok gigi serta satu mangkuk plastik kecil jadi tempat pembuangannya. Pertama-tama kali, suster yang cantik itu memohonku gosok gigi terlebih dulu. Oke, saat ini Mas buka kaosnya serta berbaring deh, kata Suster Novia sekali lagi sembari membantuku melepas kaos yang kupakai tanpa ada mengganggu selang infus yang dikaitkan ke pergelangan tanganku.

Lantas saya berbaring ditempat tidur. Suster Novia mengadakan selembar handuk diatas pahaku. Dengan seperti sarung tangan yang terbuat berbahan handuk, Suster Vika mulai menyabuni badanku dengan sabun yang kubawa dari tempat tinggal. Ah, merasa satu perasaan aneh menjalari badanku waktu tangannya yang lembut tengah menyabuni dadaku.

Saat tangan Suster Vika mulai turun ke perutku, saya rasakan pergerakan di selangkanganku. Astaga! Nyatanya batang kemaluanku menegang! Saya telah takut saja bebrapa bila Suster Novia lihat hal semacam ini. Uh, untung saja, nampaknya dia tidak ketahuinya.

Rupanya saya mulai terangsang karna sapuan tangan Suster Novia yang masih tetap menyabuni perutku. Lalu saya disuruhnya berbalik tubuh, lantas Suster Novia mulai menyabuni punggungku, buat kemaluanku makin mengeras.

 Pada akhirnya, siksaan (atau kesenangan) itu juga selesai telah. Suster Novia mengeringkan badanku dengan handuk sebelumnya setelah bersihkan sabun yang menyelimuti badanku itu dengan air hangat. Nah, saat ini cobalah Mas buka celananya. Saya ingin mandiin kaki Mas. Namun, Suster saya coba menyanggahnya.

Celaka, fikirku. Bila hingga celanaku di buka selalu Suster Novia lihat tegangnya batang kemaluanku, ingin ditempatkan dimana wajahku ini. Tidak apa-apa kok, Mas. Janganlah malu-malu. Saya telah umum mandiin pasien.

Tidak lelaki, tidak wanita, semua. Pada akhirnya dengan tertutupi cuma selembar handuk di selangkanganku, saya melepas celana pendek serta celana dalamku. Ini buat batang kemaluanku terlihat makin menonjol dibalik handuk itu. Kacau, saya lihat perubahan di muka Suster Novia lihat benjolan itu.

Wajahku jadi memerah dibuatnya. Suster Novia nampaknya sesaat tertegun melihat kemelut batang kemaluanku yang makin lama makin kronis. Saya jadi bertambah salah tingkah, hingga Suster Novia kembali juga akan menyabuni badanku sisi bawah.

 Suster Novia menelusupkan tangannya yang menggunakan sarung tangan berlumuran sabun ke balik handuk yang menutupi selangkanganku. Awal mula ia menyabuni sisi bawah perutku serta seputar kemaluanku. Mendadak tangannya dengan tidak berniat menyenggol batang kemaluanku yang segera saja jadi bertambah berdiri mengeras.

Sekonyong-konyong tangan Suster Novia memegang kemaluanku cukup kencang. Kulihat senyum penuh makna di berwajah. Saya mulai menggerinjal-gerinjal waktu Suster Novia mulai menggesek-gesekkan tangannya yang halus naik turun di sekujur batang kejantananku. Semakin lama semakin cepat.

Sesaat mataku membelalak seperti kerasukan setan. Batang kemaluanku yang memanglah memiliki ukuran cukup panjang serta cukup besar diameternya masih tetap dipermainkan Suster Novia dengan tangannya.

 Karena nafsu yang mulai menggerayangiku, tanganku menggapai-gapai ke arah dada Suster Novia. Seperti ketahui apa maksudku, Suster Novia mendekatkan dadanya ke tanganku. Ouh, merasa enaknya tanganku meremas-remas payudara Suster Novia yang lembut serta kenyal itu.

 Memanglah, payudaranya memiliki ukuran kecil, kutaksir cuma 32. Namun memanglah yang namanya payudara wanita, bagaimanapun kecilnya, tetaplah menghidupkan nafsu birahi siapapun yang menjamahnya. Disamping itu Suster Novia dengan badan yang sedikit bergetar karna remasan-remasan tanganku pada payudaranya, masih tetap asik mengocok-ngocok kemaluanku.

Hingga pada akhirnya saya rasakan telah nyaris menjangkau klimaks. Air maniku, kurasakan telah nyaris tersembur keluar dari dalam kemaluanku. Namun dengan berniat, Suster Novia hentikan permainannya.

 Saya menarik nafas, sedikit kesal karena klimaksku sebagai terlambat. Tetapi Suster Novia jadi tersenyum manis. Ini sedikit menyingkirkan kedongkolanku itu.

 Tahu-tahu, ditariknya handuk yang menutupi selangkanganku, buat batang kemaluanku yang telah tinggi menjulang itu terpampang dengan bebasnya tanpa ada tertutupi oleh selembar benang juga. Selang beberapa saat, batang kemaluanku mulai dilahap oleh Suster Novia.

Mulutnya yang mungil itu seperti karet dapat mengulum nyaris semua batang kemaluanku, membuatku seolah-olah terlempar ke langit ke-7 rasakan kesenangan yang tidak ada taranya. Dengan ganasnya, mulut Suster Novia menyedoti kemaluanku, seolah-olah menginginkan menelan habis semua isi kemaluanku itu. Badanku terguncang-guncang dibuatnya.

 Serta suster nan rupawan itu masih tetap menyedot serta mengisap alat vitalku itu. cerita-bokep-suster-cantik-yang-memandikanku Belum juga senang di situ, Suster Novia mulai menaik-turunkan kepalanya, buat kemaluanku nyaris keluar setengahnya dari dalam mulutnya, namun lalu masuk sekali lagi. Demikian selalu berkali-kali serta jadi bertambah cepat.

Gesekan-gesekan yang berlangsung pada permukaan kemaluanku dengan dinding mulut Suster Novia membuatku nyaris menjangkau klimaks untuk ke-2 kalinya. Terlebih ditambah dengan permainan mulut Suster Novia yang makin bertambah ganasnya. Sekian kali saya mendesah-desah. Tetapi lagi, Suster Novia berhenti sekali lagi sembari tersenyum. Saya cuma keheranan, menduga-duga, apa yang juga akan dikerjakannya.

 Saya terperanjat saat lihat Suster Novia kelihatannya juga akan jalan menjauhi tempat tidurku. Namun seperti tengah menggoda, ia melihat ke arahku. Ia menarik ujung rok perawatnya ke atas lantas melepas celana dalam krem yang dipakainya. Lihat ke-2 gumpalan pantatnya yg tidak demikian besar tetapi membulat mulut serta kencang, membuatku menelan air liur. Lalu ia membalikkan badannya menghadapku.

Dibawah perutnya yang kencang, tanpa ada lipatan-lipatan lemak sedikitpun, meskipun badannya agak gempal, kulihat liang kemaluannya yang masih tetap sempit dikelilingi bulu-bulu halus yang cukup lebat serta terlihat beri kesegaran. Tidak kusangka-sangka, mendadak Suster Novia naik ke atas tempat tidur serta berjongkok mengangkangi selangkanganku. Lantas tangannya kembali memegang batang kemaluanku serta menuntunnya ke arah liang kemaluannya.

 Sesudah terasa cocok, ia turunkan pantatnya, hingga batang kemaluanku amblas hingga pangkal kedalam liang kemaluannya. Awal mula sedikit tersendat-sendat karna demikian sempitnya liang kesenangan Suster Novia. Namun bersamaan dengan cairan bening yang makin banyak membasahi dinding lubang kemaluan itu, batang kemaluanku jadi gampang masuk semuanya ke dalamnya. Tanganku mulai buka kancing pakaian Suster Novia.

 Sesudah kutanggalkan bra yang dipakainya, menyembullah keluar payudaranya yang kecil namun membulat itu dengan puting susunya yang cukup tinggi serta mengeras. Dengan sukanya, saya meremas-remas payudaranya yang kenyal. Puting susunya juga tidak ketinggal kujamah. Suster Novia menggerinjal-gerinjal sebentar-sebentar saat ibu jari serta jari telunjukku memuntir-muntir dan mencubit-cubit puting susunya yang demikian mengundang selera.

 Disertai dengan pergerakan memutar, Suster Novia menaik-turunkan pantatnya yang ramping itu diatas selangkanganku. Batang kemaluanku masuk keluar dengan enaknya didalam lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut serta jadi bertambah basah itu. Batang kemaluanku dijepit oleh dinding kemaluan Suster Novia yang selalu membiarkan batang kemaluanku dengan tempo yang makin cepat menghujam ke dalamnya. Jadi bertambah cepat jadi bertambah enaknya gesekan-gesekan yang berlangsung. Pada akhirnya untuk ke-3 kalinya saya telah menuju klimaks sebentar sekali lagi.

Saya sedikit cemas bebrapa bila klimaksku itu terlambat sekali lagi. Walau demikian kesempatan ini, nampaknya Suster Novia tidak ingin membuatku kecewa. Demikian rasakan kemaluanku mulai berdenyut-denyut kencang, secepat kilat ia melepas batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluannya serta geser kedalam mulutnya.

Klimaksku jadi bertambah cepat datangnya karna kuluman-kuluman mulut sang suster cantik yang demikian buasnya. Serta Crot crot crot sekian kali air maniku muncrat didalam mulut Suster Novia serta beberapa melelehi buah zakarku. Seperti orang kehausan, Suster Novia menelan nyaris semuanya cairan kenikmatanku, lantas menjilati bekasnya yang belepotan di sekitaran kemaluanku hingga bersih. Mendadak gorden tersibak. Saya serta Suster Novia melihat kaget. Suster Mimi yang barusan memandikan rekan sekamarku masuk kedalam. Ia sesaat melongo lihat apa yang kami kerjakan berdua. Tetapi sebentar lalu nampaknya ia jadi maklum atas apa yang berlangsung serta jadi hampiri tempat tidurku.

 Dengan raut muka memohon, ia memandangi Suster Novia. Suster Vika memahami apa kemauan Suster Mimi. Ia segera meloncat turun dari atas tempat tidur serta tutup gorden kembali. Suster Mimi yang wajahnya manis, walau tidak secantik Suster Novia, saat ini gantian menjilati semua permukaan batang kemaluanku. Lalu, batang kemaluanku yang telah mulai tegang kembali disergap mulutnya. Untuk ke-2 kalinya, batang kemaluanku yang terlihat menantang tiap-tiap wanita yang memandangnya, jadi korban lumatan.

Kesempatan ini mulut Suster Mimi yang tidak kalah ganasnya dengan Suster Novia, mulai menyedot-nyedot kemaluanku. Sesaat jari telunjuknya disodokkan satu ruas kedalam lubang anusku. Sedikit sakit memanglah, namun aduhai enaknya. Terasa senang dengan lahapannya pada kemaluanku. Suster Mimi kembali berdiri. Tangannya membukai satu-persatu kancing pakaian perawat yang dipakainya, hingga ia tinggal menggunakan bra serta celana dalamnya. Saya tidak menganggap, Suster Jihan yang bertubuh ramping itu mempunyai payudara yang jauh semakin besar dari pada punya Suster Novia, sekitaran 36 ukurannya. Payudara yang demikian montoknya itu seolah-olah ingin melompat keluar dari dalam bra-nya yang bermodel konvensional itu.

 Meskipun bukanlah termasuk juga payudara paling besar yang sempat kulihat, namun payudara Suster Jihan itu menurutku termasuk juga payudara yang paling indah. Mengerti saya yang selalu melotot memandangi payudaranya, Suster Jihan buka tali pengikat bra-nya. Benar, payudaranya yang besar menjuntai montok di dadanya yang putih serta mulus. Perasaan menginginkan saya nikmati payudara itu. Namun nampaknya hasrat itu tidak terkabul. Sesudah melepas celana dalamnya, seperti yang sudah dikerjakan oleh Suster Novia, Suster Mimi, dengan telanjang bulat naik ke atas tempat tidurku lantas mengarahkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya yang sedikit lebih lebar dari Suster Novia tetapi mempunyai bulu-bulu yg tidak demikian lebat. Pada akhirnya untuk ke-2 kalinya batang kemaluanku terbenam kedalam kemaluan wanita.

 Memanglah, batang kemaluanku lebih leluasa masuk liang kemaluan Suster Jihan dari pada kemaluan Suster Novia barusan. Seperti Suster Novia, Suster Jihan juga mulai menaik-turunkan pantatnya serta buat kemaluanku pernah mencemooht keluar dari dalam liang kemaluannya tetapi segera dimasukkannya sekali lagi. Tidak tahan menganggur, mulut Suster Novia mulai merambah payudara rekanan kerjanya. Lidahnya yang menjulur-julur seperti lidah ular menjilati ke-2 puting susu Suster Jihan yang meskipun tinggi mengeras namun tidak setinggi puting susunya sendiri. Saya lihat, Suster Jihan pejamkan matanya, nikmati senggama yang terasanya membawanya terbang ke awang-awang. Ia tengah meresapi kesenangan yang datang dari dua arah. Dari bawah, dari kemaluannya yang terus-menerus masih tetap dihujam batang kemaluanku, serta dari sisi atas, dari payudaranya yang masih tetap asik dilumat mulut rekannya.

 Mendadak gorden tersibak sekali lagi. Tetapi ke-3 makhluk hidup yang tengah terikut nafsu birahi yang sangat membulak-bulak tidak memedulikannya. Nyatanya yang masuk yaitu rekan sekamarku dengan kondisi bugil. Karna ia terasa terangsang juga, ia kelihatannya melupakan tanda tifus yang dideritanya. Sesudah tutup gorden, ia hampiri Suster Novia dari belakang. Suster Novia sedikit terhenyak ke depan pada saat kemaluannya yang dari barusan terbuka lebar ditusuk batang kejantanan rekan sekamarku dari belakang, serta ia melepas mulutnya dari payudara Suster Jihan. Lalu dengan entengnya, sembari selalu menyetubuhi Suster Novia, rekan sekamarku itu mengangkat badan suster bahenol itu ke luar gorden serta pergi ke tempat tidurnya sendiri. Mulai sejak waktu itu saya tidak ketahui sekali lagi apa yang berlangsung pada dia dengan Suster Novia.

 Yang kudengar hanya desahan-desahan serta nada nafas yang terengah-engah dari dua insan berbeda type dari balik gorden, di sampingku sendiri masih tetap terbenam dalam kesenangan permainan seks-ku dengan Suster Jihan. Batang kemaluanku masih tetap menelusuri dengan bebasnya didalam lubang kemaluan Suster Jihan yang makin cepat memutar-mutar serta menggerak-gerakan pantatnya ke atas serta ke bawah. Selang beberapa saat, kami berdua mengejang. Suster Saya ingin keluar kataku terengah-engah.

 Ah Keluarin didalam saja Mas jawab Suster Jihan. Pada akhirnya dengan gerinjalan keras, air maniku berpadu dengan cairan kesenangan Suster Mimi didalam lubang kemaluannya. Karena sangat lelahnya, Suster Jihan jatuh terduduk diatas selangkanganku dengan batang kemaluanku masih tetap menancap didalam lubang kemaluannya. Kami keduanya sama tertawa senang. Sesaat dari balik gorden masih tetap terdengar nada kesenangan sepasang makhluk yang tengah sebagian asiknya memadu kasih tanpa ada memedulikan seputarnya. Pas satu minggu lalu, saya telah dinyatakan pulih dari DBD yang kuderita serta diijinkan pulang. Ini membuatku menyesal, terasa juga akan kehilangan dua orang suster yang sudah memberi kesenangan tidak ada tandingannya kepadaku sekian kali. Hari ini saya tengah sendirian dirumah serta tengah asik membaca majalah Gatra yang baru saya beli di tukang majalah dekat tempat tinggal.

Ting tong Bel pintu rumahku dipencet orang. Saya buka pintu. Astaga! Nyatanya yang berada di balik pintu yaitu dua orang gadis rupawan yang sampai kini saya idam-idamkan, Suster Novia serta Suster Jihan. Ke-2 makhluk cantik ini keduanya sama kenakan kaos oblong, buat lekuk-lekuk badan mereka berdua yang memanglah indah jadi bertambah molek sekali lagi dengan payudara mereka yang walau lain ukurannya, tetapi keduanya sama membulat serta kencang. Sesaat Suster Novia dengan celana jeansnya yang ketat, buat pantatnya yang montok makin menggairahkan, di samping Suster Jihan yang kenakan rok mini sebagian sentimeter diatas lutut hingga menunjukkan pahanya yang putih serta mulus tanpa ada noda. Kedua-duanya jadi panorama enak yang sudah pasti jadi pelepas kerinduanku. Tanpa ada ingin menghabiskan waktu, kuajak mereka berdua ke kamar tidurku. Serta seperti telah kuduga, tanpa ada basa basi mereka ingin serta mengikutiku. Serta sudah pasti, beberapa pembaca semuanya tentu sudah mengetahui, apa yang juga akan berlangsung lalu dengan kami bertiga. lalu dengan kami bertiga.


Para Pembaca PanenCersex Ingin Membaca cerita sebelum nya  "Tante Muda Yang Basah Dan Becek "   Klik... Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Sex..

Para Pembaca PanenCersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Di Sini Yah

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Senin, 24 Juli 2017

Bermain Liar Dipinggir Suamiku Yang Sedang Tertidur Pulas

 Bermain Liar Dipinggir Suamiku Yang Sedang Tertidur Pulas
| CERSEX |



Sebagai pasangan suami istri muda yg baru setahun berumah tangga, kehidupan keluarga kami berjalan dgn tenang, apa adanya dan tanpa masalah. Aqu, sebut saja Ratih (23), seorang sarjana ilmu pemerintahan. Usai tamat kuliah, aqu bekerja pada kantor pemerintah daerah di Solo. Kulit badan aqu putih bersih, tinggi 163 cm dan berat 49 kg. Sementara ukuran bra 34b.

Sementara , suami aqu juga ganteng. Adri namanya. Usianya tiga tahun diatas aqu atau 26 tahun. Bergelar insinyur, ia berkerja pada perusahaan jasa konstruksi. Adri orangnya pengertian dan sabar. Soal hubungan kami, terutama yg berkaitan dgn ‘malam-malam di ranjang’ juga tak ada masalah yg berarti. Memang tak setiap malam. Paling tak dua kali sepekan, Adri menunaikan tugasnya sebagai suami.

Hanya saja , jika hasrat aqu sedang meninggi ,dan Adri menolak berhubungan badan dgn alasan lelah , itu membuat aqu kecewa. Memang aqu aqui kalo soal yg satu ini , aqu lebih agresive . Bila Adri sudah berkata, “Kita tidur ya,” maka aqu pun menganggukkan kepala walau waktu itu mata aqu masih belum mengantuk.

Akibatnya, tergolek disamping badan suami , dgn mata yg masih nyalang itu, aqu sering , menghayal. Menghayalkan banyak hal. Tentang jabatan di kantor, tentang anak, tentang hari esok , sampai tentang ranjang. Seperti cerita Ani atau Indah di kantor, yg setiap pagi selalu punya cerita menarik tentang apa yg mereka perbuat dgn suami mereka pada malamnya.

Kalo sudah begini , tanpa aqu sadar , kemaluan aqu mulai berlendir . Untuk mengobati kekecewaan dgn suami aqu , aqu melaqukan mastubasi . Tak ada jalan lain , entah apa kah aqu seorang hypersex . Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah mengapa, mobil yg disopiri suami aqu menabrak sebuah sepeda motor. Untung tak terlalu parah betul. Lelaki yg membawa sepedamotor itu hanya mengalami lecet di siku tangannya.

Tetapi, lelaki itu marah-marah. “Anda tak lihat jalan atau bagaimana. Masak menabrak motor aqu. Mana surat-surat mobil Anda? Aqu ini polisi!” bentak lelaki berkulit hitam , berperut buncit itu pada suami aqu. Kulihat sorot matanya tajam memandang diriku . Ketika mataqu sejajar dgn matanya , aqu menerima sinyal sinyal , aneh . Matanya seperti mengirim , sinyal birahi ke otakku . Aqu segera menghindar , memalingkan mukaqu.

Setelah bernegosiasi dgn suamiku , Kemudian dicapai kesepakatan, suami aqu akan memperbaiki semua kerusakan motornya. Sementara motor itu dititipkan pada sebuh bengkel. Orang berperut buncit itu , yg kemudian kita ketahui bernama Karmin , pun setuju . Akhirnya kita melanjutkan , perjalanan dan tiba dirumah . Entah kenapa , sosok Karmin membaygiKu , dan membuatKu agak birahi . Aqu masuk ke kamar mandi, untuk mencuci muka , dan menganti pakaian .

Untuk mengoda suamiKu , aqu mengenakan pakaian tidur tipis , tanpa bra . Lalu aqu kembali ke kamar tidur . Aqu memerima kekecewaan , suamiku terlihat sudah tertidur pulas . Aqu dgn membawa rasa kecewa , berbaring di samping suamiku . mataqu menerawang jauh . Tiba tiba ruangan tidurku menjadi gelap , badanku kehilangan gaya gravitasi , seakan badanku melayg .

Dan aqu meresa sesak , badanku di himpit sosok berbadan besar , aqu berusaha sekuat tenaga mendorongnya . Sosok itu mundur beberapa langkah , waktu itu juga ruang kamarku kembali terang . Kudapati Karmin , dgn mimik muka , penuh nafsu menghapiriku . Badanku bagai kehilangan tenaga . Dia merambet baju tidurku , dan merobek begitu saja . Kemudian tangan tangannya yg kasar , meremas buah dadaqu , aqu merasa sakit sekali . “ lepaskan , tolong .. tolong… “ pekik panikKu .
Lidahnya yg terlihat kasar , menjulur keluar , dan mengenai putting susuku . Waktu itu juga , getaran getaran birahi merasuk badanku . Aqu mendesah kenikmatan.

Lidahnya turus berputar , memberi sensasi nikmat di puting susuku yg mulai membesar. Tanpa kusadar , bagian bawah badanku mulai berlendir . Lidah Karmin terus turun dan turun , pusar ku pun di gelitik oleh lidah kasarnya . Lidah kasar itu tak bisa berhenti , dan terus memberiku rasa yg sangat nikmat . Makin kebawah , terus dan lidah itu mulai menjilati bagian paling pribadi di badanKu.

Aqu mengerang , merasakan nikmat yg tak pernah aqu rasakan sebelumnya . Lidah itu terus menjilati selangkangan celana dalamku . Tapi rasanya lidah itu bersentuhan langsung ke klitorisku . Aqu mendesah desah , dgn penuh nafsu . Pinggulku bergoyg seirama dgn jilatan Karmin . Dan terus begitu , sampai badanku mengeram , kejang . Aqu menjerit sekeras mungkin “ Aghhh aqu aqu keluarrr “ .

Badanku mengeliat , menikmati orgasme yg di berikan Karmin . Sewaktu kemudian Karmin , hendak menarik turun celana dalamKu . Waktu itu aqu teringat suamiku tercinta . Segera Kakiku dgn kuat mendgn badannya . Karmin hanya tersenyum , dan dia mengambil pentungannya . Pentungan yg selalu dibawanya . Pentungan hitam sepanjang 60 cm , di hantam keras ke perutku . Aqu menjerit , menerima rasa sakitnya . Berkali kali Karmin memukulku dgn pentungan itu . Sampai badanku terasa lemas .

Tak bisa kulawan lagi , waktu dia menarik turun celana dalamku . Matanya jalang , menatap kemaluanKu dgn bukit berbulu , yg sangat berlendir itu . Dia segera membuka celananya dan aqu bergidik . Pak Karmin tak mempunyai kemaluan . Yg tegak mengantung itu adalah pentungan hitam yg di gunakan memukul badanku tadi . Aqu menjerit jerit , ini monster , bukan manusia . Karmin semakin mendekat , pentungan yg mengantung di selangkangannya itu terus mendekat ke liang kemaluanku . “ tolong , hentikan tolong , tolong “ jaritKu .

Dan tiba , tiba aqu merasakan sakit yg luar biasa di kemaluanKu . Dan ruang kamarku menjadi terang benderang menyilaukan. Aqu terbangun dari mimpi yg aneh itu. Peluh membasahi badanKu . Kulihat suamiku masih terlelap . Perlahan Aqu beranjak dari ranjang , dan mengambil air minumku . Aqu meminum segela air , untuk menghilangkan rasa kering di tenggorokanku .

Aqu ke kamar mandi , membuka celana dalamku , dan duduk di kloset . Aqu mendapati celana dalamku basah sekali , begitu juga kemaluanku . Jari jariku menyentuh klitorisku , dan kembali sinyal sinyal birahi , aktif di otakku . Jari jari ku terus bermain di klitorisku , badanku menerima rasa nikmat . Terus dan terus , sampai aqu mengejang , mencapai puncak birahiKu di atas kloset itu. Esoknya, setelah menjemput aqu di kantor, Suami aqu mengajak aqu mampir ke rumah Karmin . “ untuk apa , mas ? “ tanyaqu . “ yah , kita silaturami saja , kan tak enak rasanya , aqu telah menabraknya “ kata suamiKu .

Aqu mengalah , sebenar aqu tak mau ketemu Karmin , apalagi sejak mimpiku yg aneh itu . Dan Aqu tak pernah menceritakan mimpi itu pada siapa pun , tak terkecuali suamiKu sendiri . kami pun pergi ke rumah Karmin . Setelah berbasa basi dan minta maaf, Suami aqu mengatakan kalo sepedamotor Pak Karmin sudah diserahkan anak buahnya ke salah satu bengkel besar. Dan akan siap dalam dua atau tiga hari mendatang.

Sepanjang Adri bercerita, Pak Karmin tampak cuek saja. Ia menaikkan satu kaki ke atas kursi. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yg ada di atas meja. Yg aqu tahu matanya terus jelalatan menatap badanku . Dan tiap kali matanya , bertemu mataqu , ada getaran aneh yg kurasakan . Tapi aqu tak tahu apa itu . Yg jelas , aqu sepertinya manjadi birahi. Kalo Memandang badan Karmin, aqu bergidik juga. Badannya besar walau ia juga tak terlalu tinggi. Lengan tangannya tampak kokoh berisi. Sementara perutnya membusung. Dari balik kaosnya yg sudah kusam itu tampak dadanya yg berbulu. Jari tangannya seperti besi yg bengkok-bengkok, kasar.

Setelah suamiku ngobrol cukup lama , akhirnya kita pamitan . Suamiku segera menjalankan mobilnya dan pulang kerumah . Malam itu aqu berencana mengajak suamiku bercinta , tapi begitu dia masuk kamar dia langsung berkata “ ayo kita bobo yuk , aqu lelah sekali hari ini , banyak tugas ..” Aqu tersenyum dalam kekecewaan . Dan ikut berbaring bersama suamiku .

Di kantor ,esok harinya aqu tak semangat bekerja . Jam makan siang aqu gunakan untuk pergi ke Mall . Tapi apes , di perempatan lampu merah , aqu kecopetan . Dompetku di gondol pencopet itu . Aqu tak terlalu memikirkan uang di dompet itu. Tapi KTP dan SIM , mau tak mau aqu harus lapor polisi. Setelah proses verbal selesai , aqu pamit . Ketika berjalan di koridor kantor polisi itu aqu berpapasan dgn Karmin. “ Bu Ranta, ngapain kesini “ kata Karmin . “ oh engak , cuma , lapor , aqu habis kecopetan “ jawabku . Dan terus berjalan , mencoba menghindari dirinya.

“ Eh , Bu Ratih , kebenaran kemari , ayo kita makan di kantin sana “ ajak Karmin . Matanya yg tajam menatap wajahku . Aqu diam sewaktu , berpikir , namanya juga polisi , pasti minta di bayarin makan . “ baik ,lah pak , tapi aqu gak bisa lama lama yah “ kataqu . Setelah memilih tempat duduk , aqu memesan air jeruk . Karmin memesan nasi goreng. Sambil makan ia bercerita. Tentang tentang istri yg minta cerai, tentang dirinya yg disebut orang-orang suka menanggu istri orang. Aqu hanya diam mendengarkan ceritanya.

Kadang Karmin juga bercerita , tentang hal hal kehidupan sexnya . Aqu mendengarkan, rasa birahi mulai timbul , dan rasanya badan aqu mulai , menyukai Karmin . Setelah itu dia menyakan bagai mana kehidupan sex aqu .

Aqu hanya bisa menjawab “ ah , biasa aja Pak Karmin , namanya juga suami istri “ . Pak Karmin tersenyum , “ iyah maksud aqu , bagaimana suami kamu di ranjang apa hot kayak aqu engak ? “ . Aqu hanya diam , aqu berpikir , Karmin mulai kurang ajar , di lain pihak aqu sepertinya tertarik bicara sama dia .

Aqu berusaha mengalihkan arah pembicaraan . “ suami aqu dan aqu sedang ikut program , kami ingin punya anak , jadi kita main pakai aturan . “ . Dan ini mendapat perhatian besar Pak Karmin. Ia antusias sekali. Matanya tampak berkilau.
“Oh ya. kalo yg itu mungkin aqu bisa bantu,” katanya . “Bagaimana caranya?” tanya aqu bingung.

“Mudah-mudahan aqu bisa bantu. Kalo mau kita kerumah aqu . Aqu beri obat,” kata Pak Karmin pula. Aqu berpikir , dan melirik jam tanganku , baru pukul 3.00 sore . “ Naik apa kita “ tanyaqu .

Setelah motor yg aqu tumpangi berhenti di rumah Karmin , dia segera mengajakku masuk kerumahnya . Tanpa bisa menolak , dia memegang tangan dan membawaqu masuk kerumahnya.

“Sekarang saja kita mulai pengobatannya,” ujarnya seraya membawa aqu masuk kamarnya. Kamarnya kecil dan pengab. Jendela kecil disamping ranjang tak terbuka. Sementara ranjang kayu hanya berasalan kasur yg sudah menipis.
Aqu masih berdiri , rasanya badanku kaqu . “ loh koq bengong , ini minyak khusus untuk pengobatan , supaya cepat hamil “ katanya sambil memperlihat botol kecil berwarna hitam . “ Ayo , buka baju kamu ..” katanya lagi . Entah apa yg terjadi pada diriku , aqu seperti kehilangan akal sehat . Perlahan kancing bajuku aqu buka satu persatu . Kemudian , aqu membuka rok ku sendiri . Kini badanku hanya memaki Bra dan celana dalam hitamku saja . berdiri terpaqu di depan orang yg pantas manjadi ayaqu .

“ Oh , Ratih , BH nya juga harus di buka dong “ kata Karmin lagi . Tanganku seperti di gerakan oleh pikirannya . Dgn gemetar , tanganku melepas kait BH ku . Dan kini dia bisa melihat jelas buah dadaqu yg mengantung bebas , besar dan montok
“ Oh , Ratih , suami kamu berutung bisa , memperoleh istri secantik kamu . “ guman pak Karmin , lalu memintaqu berbaring terlentang di ranjangnya.

Setelah aqu berbaring , dia mengolesi tanganya dgn minyak yg ada di botol kecil itu , sebagian minyak itu di tuang di atas badanku . Perlahan tangan kasarnya mulai menyentuh badanku . Tangannya bergerak mengurut perutku .

Tanganya sepertinya bukan mengurut , melainkan mengelus elus perutku . Makin lama gerakkan tanganya makin keatas , dan tangan itu kini memainkan buah dadaqu Aqu tak kuasa menolaknya . Aqu memejamkan mata , merasakan nikmat sentuhan tangan kasarnya. Aqu merasakan bibir kemaluan aqu pun sudah mulai basah. Aqu mulai merasakan birahi aqu meningkat. Jari jari itu terus mamainkan buah dada aqu , tak ketinggalan putting susu aqu di sentuh lembut oleh jarinya .

Sambil mengigit bibir aqu , berusaha untuk tak mengeluarkan desahan aqu . Karmin terus memainkan buah dada aqu. Perlahan tanganya turun kebawah , dan terus turun , jari jarinya menyentuh selangkangan celana dalam aqu . Aqu tak kuasa , badan aqu bagai terkena segatan listrik “ ohh Karmin , apa yg kamu laqukan ..” . Jari jarinya terus menekan nekan selangkangan celana dalam aqu , yg otomasis , menyentuh klitoris aqu , yg berada di balik celana dalam aqu.

Lendir nikmat aqu merember ke celana dalam aqu , terus dan terus membasahi selangkangan celana dalam aqu. Jari jari Karmin pun , terus bergetar di selangkangan celana dalam aqu . “ oh , Karmin aqu tak tahan .. aqu tak kuat.. “.
“ oh , ayo sayg , lepaskan nafsu kamu , lepaskan jangan di tahan “ katanya lembut , membuat badanku tak bisa lagi bertahan . Waktu jarinya bergerak semakin liar , badanku mengejang hebat , bokongku terangkat , “ Karmin , a aqu keluarrr “ .Bokongku kembali terhempas di kasur lusuhnya , badanku lunglai . Aqu merasakan sensasi nikmat , hampir sama dgn mimpi anehku beberapa hari yg lalu .

“ Ratih sayg , itu baru jari aqu bermain di celana dalam kamu , kamu bisa baygkan kalo kamu , buka celana dalam kamu , dan rasakan lidah aqu menjilati m-e-m-e-k kamu “ bisik Karmin di telingaqu . Tangan Karmin memegang celan dalam aqu , berusaha membukanya , tapi tangan aqu segera menghalanginya “ jangan Karmin , aqu malu .. jangan “ .

Tapi Karmin terus memaksa , dan lepaslah celana dalam aqu , dia orang kedu yg melihat kemaluan aqu . Aqu sungguh merasa bersalah sama Adri , tapi badan aqu , pikiran aqu sudah di kuasi nafsu birahi yg tak bisa aqu tolak . Waktu jari jarinya , membuka bibir kemaluan aqu , dan lidahnya menjulur , menjilati kitoris aqu badan aqu , mangejang , merasakan nikmat sekali .

“ Karmin ahhh , i-t-i-l aqu , ohh i-t-i-l aqu gatel sekali .. “ desahku yg tak lagi menghiraukan rasa malu . Lidah lidahnya terus menjilati klitoris aqu .
Membuat badan aqu mengejang tak karuan . “ Karmin ohh .. enak enak ..” .

Lidah Karmin juga tak ke tinggalan menjulur julur seperti memasuki liang sagamaqu. Berputar di dalam liang sagamaqu . Badanku terasa ringan , seluruh kulitku sensitif Waktu , Karmin kembali menjilati Klitorisku yg membesar , karena birahi , Aqu tak tahan lagi “ ahh , gatel gatel banget , Karmin ..ahh…” . Klitoriku rasanya mau pecah . Badan terhentak , aqu menjejang , mengejet beberapa kali . Aqu mengalami orgasme yg , hebat .

Karmin membiarkan aqu , dia menatap badan bugil ku , yg sesekali masih mengejet Matanya yg jalang , tak melepaskan satu inci pun bagian badanKu. Puas menatap badan bugilku Karmin melepas pakaiannya . Aqu bergidik , jika mengingat mimpiku . Apa iya , kemaluan Karmin sebesar pentungan. Setelah kemaluan hitamnya mencuat keluar aqu baru tenang . Kemaluan tak sebesar tongkat , tapi lebih besar dari milik suamiku .

Dia mendekat . Aqu merapatkan kakiku .” tolong , jangan yg satu ini Karmin, tolong..” . Karmin tersenyum “ Ratih , aqu sudah memberikan kamu nikmat , apa salahnya ganti kamu yg memberiku nikmat , sayg “ .

“ jangan , tolong Karmin , aqu masih punya suami , tolong lah “ pintaqu . “ Hemm , oke deh , aqu mengerti , kalo gitu pakai mulut kamu saja “ katanya .

“ oh , aqu tak pernah , jangan ..” kataqu , dan kemaluan Karmin terus mendekati wajahKu . “ masa sih , kamu gak pernah ngisep k-o-n-t-o-l suami kamu “ tanya Karmin . Aqu mengangguk “ Sumpah Karmin , aqu tak pernah “ .

“ Apa suami kamu pernah jilatin m-e-m-e-k kamu ? “ tanya Karmin lagi . Aqu kembali mengeleng . “ gila , mana enak sih , jadi kalian , langsung aja buka baju , terus n-g-e-n-t-o-t .” katanya . Aqu diam saja .

Tapi seakan Karmin tak peduli , kemaluan hitamnya terus di dekatkan ke wajah ku. Seakan tak mampu menolak , aqu memejamkan mataqu . Yg aqu rasakan pipiku terasa hangat , dia menekan nekan kemaluannya di pipiku . Kemaluan itu bergerak terus ke bibirku , dan berusaha masuk ke mulutku . Perlahan aqu membuka mulutku . dan kemaluannya mulai masuk ke mulutku . Kemaluan itu bergerak , Karmin seperti menzinai mulutku. Keluar masuk mulutku . Kepalaqu di pegangnya.

Karmin mendengus kenikmatan , dan terus bergerak . Lama kelaman aqu pun merasa terbiasa. Dan rasanya aqu mulai suka permainan ini . Karmin terus memainkan kemaluannya di mulutku , sampai dia mengeram , dan spermanya keluar di mulutku . Aqu segera memuntahkan spermanya . Baru kali ini Aqu merasakan sperma . Rasanya aqu ingin muntah . Karmin tampak terduduk lemas. Waktu itu aqu segera memakai pakaianku kembali,Aqu segera meninggalkan ruamahnya , tanpa permisi.

Hari sudah gelap waktu aqu keluar dari rumahnya . Dgn menyetop taksi Aqu segera pulang kerumahKu . Aqu melihat Opel Blazer suamiku sudah terpakir dgn rapi . Sial Aqu ke duluannya. Jantung berdegup , aqu taqut suamiku curiga , otakku segera berpikir , mencari alasan yg tepat jika suamiku menayakan hal ini . Perlahan Aqu membuka pintu , dan memasuki rumah ku . Tiba tiba suamiku memelukku dari belakang . Aqu terkejut “ Ah .. mas bikin kaget aja ..” kataqu .

“ ha ha ha , Aqu gembira sayg , jabatanku di naikan , yg berarti gajiku juga di naik kan .. “ kata suamiku . Dia ingin menciumku . Tapi aqu menghindar , mulutku kotor , aqu malu terhadap diriku sendiri. “ Mas , yg benar ah , jangan bercanda “ kataqu untuk menhidari ciumannya .

“ benar sayg , benar , kita harus rayakan “ kata suamiku . “ oh , rayakan di mana mas “ tanyaqu . “ karena sudah malam , kita rayakan di ranjang saja yah, sayg “ kata suamiku . Dan tangannya segera mengangkat rok ku , dan menyetuh selangkanganKu .

Aqu berusaha mengindar lagi , ih mas masa di sini , nanti kelihatan orang dong di kamar saja “ kataqu . “ loh , di rumah ini kan cuma kita berdua ..” kata suamiku . Yg jarinya segera meraba selangkangan ku . Jarinya menyelinap di balik celana dalamKu . Aqu taqut , suamiku curiga , karena Kemaluanku basah , akibat di buat Karmin tadi .

“ Sayg , koq m-e-m-e-k kamu sudah basah benar sih , kamu horny yah “ kata suami ku . “ ih mas bisa aja , tadi aqu habis pipis , di rumah bu Ani “ kataqu berbohong . “ oh , kamu di rumah Ani , toh “ kata suamiku .

“ aqu mandi dulu yah “ kataqu langsung lari ke kamar mandi .

Aqu segar membasuh mulutku , mencuci bersih kemaluanku . Aqu merasa sangat menyesal telah melaqukan hal ini terhadap suamiku. Walaupun selama setahun menikah dgnnya tak pernah sekalipun aqu merasa begitu nikmat dalam bercinta. Aqu membutuhkan kenikmatan itu , tapi aqu juga membutuhkan suamiku . Aqu tak habis pikir , pikiranku menolak Karmin , tapi badanku sangat menginginkan Karmin .
“ sayg , cepat dong ..” terdengar suara mesra suamiku .

Malam itu kami bercinta . ada rasa hambar disitu . Aqu mencintai suamiku , tapi rasanya sexku tak terpuaskan . Sekarang aqu makin bisa membedakan . Benar kata Karmin , Aqu seperti tempolong , suamiku hanya mempergunakan kemaluanku untuk mengeluarkan spermanya , tanpa bisa memuaskan diriku. Tapi biar bagaimanapun , Adri adalah pilihanKu , aqu harus konsekuen . Aqu mencintainya apa adanya. Aqu lebih baik mengekang nafsu birahi . Aqu memutuskan untuk tak menemui Karmin lagi .

“ Ratih , mas besok harus ke Jakarta , menemui dereksi darti kantor pusat “ kata Adri tiga hari setelah kenaikan jabatannya .

“ ha , berapa hari mas , aqu boleh ikut ? kataqu.

“ Ah cuma sehari koq , “ kata Adri . “ tapi mas , aqu taqut di rumah sendiran “ kata ku , dgn harapan suamiku mau mengajakku ke Jakarta . Tapi jawabannya , berbeda dgn yg kuharapkan .

“ aqu sudah minta Pak Karmin unutk mengawasi rumah kita , dia akan mengirim anak buahnya , untuk jaga di sini , kamu tenang aja deh “ kata suamiku. Jantung berdugup keras , Karmin lagi ..

Pagi itu suamiku di jemput mobil dari kantornya , dan mobil itu segera membawa suamiku ke airport . Dangan melambaikan tangan aqu melepas suami ku ke Jakarta. Belum sempat aqu menutup pintu rumahku , sosok badan besar itu sudah berada di depan pintu rumahku . “ Karmin , mau apa pagi pagi begini ke rumah orang “ kataqu ku buat ketus.

“ loh , suami mu minta , aqu menjaga rumah mu , juga menjaga dirimu he he he “ kata Karmin , yg terus masuk ke rumahku tanpa di persilakan.

“ Karmin , tolong jangan ganggu aqu , “ kataqu . Karmin menatapku , bola matanya bagaikan bersinar , yg menerobos ke mataqu . “ Ratih , ayo katakan dgn nurani kamu , kamu tak membutuhkan diriku “ kata Karmin .

“ Aqu , aqu , aqu “ lidahku seperti terkunci . Tangan Karmin segera mengandeng badanku , membawaqu masuk ke kamarku.

“ sayg , aqu tak bermaksud jahat sama kamu , aqu cuma mau memberi kamu kenikmatan sayg . kita sama sama butuh itu “ kata Karmin .

Perlahan Karmin melepas daster tidurku , yg di balik daster itu aqu tak memakai bra . Dan buah dadaqu langsung terpampang di hadapannya . Perlahan lidahnya menjilat puting susuku . “ ahh .. “ desahku. Pikiranku kosong melopong , aqu lupa suamiku . aqu hanya ingat kenikmat yg kudapat dari Karmin . Lidahnya terus bermain di putingku . Jari jarinya hinggap di selangkangan celana dalam merahku . “ ohh Karmin .. sudah tolong jangan bikin aqu nafsu ” .

Jari jari itu bergerak , dan kemaluanku mulai mengeluarkan lendir birahi . Mulutnya pun terus menyedot nyedot buah dadaqu . Jarinya terus menari nari di selangkangan celana dalamku yg makin membasah .

“ Ohh , Karmin kamu jahat ooh i-t-i-l aqu jadi gatel .. “ desah aqu . Karmin terus menaikkan birahi aqu dgn permainannya. Aqu sudah tak tahan , aqu mendesah kenikmatan “ Karmin , aqu mau keluar “ . Waktu itu , Karmin dgn sekuat tenaga , meremas buah dada aqu .

Aqu menjerit kesakitan , otomatis , birahi aqu menurun , orgasme aqu menghilang . Tapi Karmin perlahan menjilati lagi putting susu aqu . mengelitik . Membuat birahi aqu berangsur naik kembali . Kembali aqu mendesah kenikmatan . Waktu aqu hampir menuju puncak kenikmatan aqu , Karmin mengigit putting susu aqu , memberi aqu rasa sakit . kembali aqu gagal orgasme.

Tapi Karmin segera menaikan birahi aqu lagi ,dgn memainkan selangkangan aqu “ Karmin tolonglah , aqu mau orgasme buat aqu orgasme . ” aqu memohon orgasme pada dirinya setelah dia mengagalkan orgasme aqu yg ke tiga kali .

“ tenang sayg , aqu pasti kasih kamu orgasme yg ternikmat yg pernah kamu rasakan “ . Sambil dia mendorong badan aqu dan aqu terduduk di pinggir ranjang.
Celana dalan aqu , sudah terlepas dari badan aqu . dangan dua jarinya bibir kemaluan aqu di buka . Lidahnya menjulur menjilati klitoris aqu . Aqu mengerang “ ohh , iyah terus buat aqu orgasme , aqu mau keluar …Karmin ..” . Lidahnya dgn cepat , terus merangsang klitoris aqu yg semakin membesar ,
“ oh.. Karmin , gatel , enak sekali teruss “ . Lidah itu terus menjilati klitoris aqu .
Aqu sudah dekat , dan seperti nya Karmin tahu , Dia sengaja , segera klitoris aqu di sedotnya dgn kuat , aqu merasakan sakit sekali , yg membuat orgasme aqu pergi menjauh .

“ Karmin , kamu jahat , kamu jahat , tolong aqu mau keluarr “ kata aqu mengiba , rasanya aqu ingin menangis . Mengiba minta orgasme , dari orang seperti Karmin , sangat merendah kan diri aqu. Tapi apa boleh buat , aqu tengah di amuk birahi .
“ Ratih sayg , tenang kamu pesti mendapatkan orgasme “ katanya . Lidahnya kembali menjilati klitoris aqu dgn lembut. Tiga buah jarinya di gunakan menekan perut aqu di bawah pusar . Ini membuat aqu merasa ingin pipis . Aqu mencoba mengeser tanganya . Tapi aqu seperti tak bertenaga.

Lidahnya terus memberi kenikmatan di klitoris aqu , sebentar saja , rasa ingin orgasme telah mendera badan aqu . “ Ohh , Karmin , aqu , oh i-t-i-l nya ..oh gatel sekali , aqu tak kuatt .. oh kebelet.. mau pipis “ . Aqu merasakan seperti nya sulit menahan rasa ingin pipis , tapi aqu juga mau orgasme.
“ Yah , lepaskan Ratih , ayo keluarkan nafsu birahi kamu ..” kata Karmin . Badanku mengejang “ OOHHHH .. Karmin .. ahh gatell gatell aqu tak tahan“ jeritku tak karuan .

Badanku mengerang nikmat , dan Aqu menyemburkan pipiku dgn kuat . Aqu merasa kan setiap tetes air seniku , mengalir memberi sensasi kenikmatan , berbarengan orgasmeKu . Aqu orgasme dangan begitu fantastik , tak aqu perdulikan kamarku yg basah dgn air pipisku . Badanku sepertinya rontok , tulangku seperti lepas , aqu terbaring dgn lemas. Karmin hanya melihatku dgn tersenyum . Dan membiarkan diriku beristirahat.

Setelah itu badan Karmin yg bugil merangkang menaikki badanku , aqu berusaha mendorong badannya “ Karmin jangan , aqu pakai mulutku saja “ kataqu , tak rela kemaluannya memasuki badanku .

“ aqu sudah pernah merasakan mulut kamu sayg , sekarang aqu mau coba m-e-m-e-k kamu “ kata Karmin . Badan terasa lemas , seperti tak bertulang , Karmin dgn mudah membuka lebar kaki ku , kepala kemaluannya mulai menyetuh liang kemaluanku .
Air mataqu meleleh di pipiku waktu itu aqu teringat suamiku Adri . Aqu memejamkan mata . Waktu kurasa , kemaluannya mulai memasuki badanku . Getar getar nikmat mulai berkecamuk di diriku . Aqu merasakan sentuhan kemaluannya yg menikmatkan. Tak pernah Sekalipun aqu menemukan rasa ini pada kemaluan Adri . Tat kala gagang kemaluan hitamnya bergerak keluar masuk , aqu mulai merakan nikmat yg luar biasa , Karmin yg terus mengocok kemaluanku dgn kemaluannya mendengus “ m-e-m-e-k kamu luar biasa nikmatnya sayg “ katanya .

Dalam hati aqu pun berkata yg sama . “ Ahh Karmin .. ahhh “ desahku Goygannya yg lembut, tapi mantap segera membawaqu ke puncak orgasme . Tapi seperti sebelumnya Karmin menahannya . Dia membenamkan kemaluan besar di dalam , kemaluanku , dan dia diam tak bergerak .

“ Karmin , ayo goyg dong ..” pintaqu . Karmin tersenyum “ loh , tadi gak mau , koq sekarang minta “ . Wajahku sepertinya panas , birahiku melorot .
Kembali Karmin mengoyg , dan membawaqu kepuncak orgasmeku . Aqu sudah tak tahan , aqu harus mendapatkan orgasmeku . Dan lagi lagi Karmin dgn sengaja membatalkan orgasmeku . Kemaluannya di hentak keras ke dalam kemaluanku , rasanya kepala kemaluannya memukul rahimku . Aqu mengerang sakit . “ Karmin , kamu jahat sekali ..” kataqu . Karmin tersenyum . “ kalo mau ninta orgasme dari aqu yah , kamu harus minta dgn mesra dan nafsu dong “ katanya.

Aqu seperti seorang cewek murahan tak bisa berpikir jernih . langsung aqu berkata “ Ayo , mas Karmin e-n-t-o-tin Ratih ,yah , Ratih minta orgasme , ayo mas tolong “.

Karmin tersenyum , dan dia mulai mengoyg gagang kemaluannya. Kemaluan itu membuat aqu gila . Sebentar saja , rasa gatel di kemaluanku , membuat badanku mengerang dan menjerit “ ahhh , enak….aqu keluarrr “ .

Aqu lemas , Karmin menahan gerakan kemaluannya sebentar , merasakan otot otot kemaluanku meremas gagang kemaluannya , dan kemudian bergerak lagi . Sebentar saja , aqu mencapai orgasme lagi .

Entah hari itu berapa kali badanku , mengejang di buat orgasme oleh gagang kemaluan Karmin . Yg jelas aqu sangat menikmati permainannya . Aqu lupa siapa diriku , aqu lupa siapa suamiku.

Sejak waktu itu, aqu pun ketagihan dgn permainan Pak Karmin. Kami masih sering melaqukannya. Kalo tak di rumahnya, kami juga nginap di Tawangmangu. Walau, kemudian Pak Karmin juga sering minta duit, aqu tak merasa membeli kepuasan sahwat kepadanya. Semua itu aqu laqukan, tanpa setahu Adri. Dan aqu yakin Adri juga tak tahu sama sekali. Aqu merasa berdosa padanya. Tapi, entah mengapa, aqu juga butuh belaian keras Karmin itu. Entah sampai.

Para Pembaca Cersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Di Sini Ya

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Senin, 03 Juli 2017

Kisah Cinta Ku Dengan Jenny

 Kisah Cinta Ku Dengan Jenny



Kisah Cinta Ku Dengan Jenny – Lama sekali aku tdk bertemu dangan jenny, karena perusahaan tempatku bekerja tdk mengijinkan aku pulang selama masa training itu. Setahun kemudian aku pulang, tp sengaja aku tdk meberitahunya kepulanganku supaya ada kejutan. Setelah sampai di pelabuhan lalu aku melanjutkan perjalananku dengan kereta api jurusan kota kelahiranku. Aku duduk di kursi paling belakang, aku terus saja membayangkan jenny sambil melihat ke jendela kereta sehingga tanpa sadar ada seorang penumpang bertanya.

“Permisi..maaf mas…apa kursi ini masih kosong” tanya orang itu.
Aku kaget dibuatnya, rupanya aku melamun cukup lama. Belum habis rasa kagetku, aku tersentak ketika aku melihat seraut wajah itu.
“Lhoo…Ka..kaa…mu jenny..” teriakku.
“Maasss..donny…” sahut gadis itu yg ternyata adalah jenny. Lalu kamipun berpelukan. Tak dapat kami membendung air mata karena rasa bahagia.

“Aku kangen banget sama kamu jenny!” aku membuka perbincangan kami berdua sambil kekecup keningnya.
“Aku jg kangen banget Mas!” bisiknya sambil kembali memelukku.
Rupanya jenny dari tempat saudaranya yg sedang sakit di kota itu. Dan Akan pulang naik kereta api. setelah beberapa saat kita berpelukan aku jadi terangsang karena sudah setahun kita tdk ketemu. Lalu aku melumat bibirnya dengan buas. Dia mendesah nikmat dan desahannya semakin menjadi saat ujung lidahku menjilat belakang kupingnya. Batang penisku langsung tegang.

Takut desahannya terdengar dengan penumpang lain, lalu aku buru-buru menyumpali bibirnya dengan bibirku. Tanganku dibimbingnya untuk meraba toketnya. Tanpa diperintah aku menelusupkan tanganku ke kedua bukitnya yg kenyal itu.
“Mass! aku kangeen banget sama mas,” bisiknya saat aku mulai mengecup mesra puting susunyanya.

Lalu aku mengambil bantal satu lagi dan kusandarakan di dekat jendela. Dia menarik kuat rambutku sata puting susunya kugigit pelan. Sementara puting susu satunya kupelintir-pelintir dengan jari-jariku. tubuhku mulai hangat, demikian dengan tubuh jenny semakin mengejang tak karuan. Aku saja masih memberikan sensasi kenikmatan pada kedua puting susunya dan ternyata itu titik didihnya.

Desisnya saat aku menghisap kencang toketnya hingga tenggelam setengahny6a di mulutku. Ia mengejang pelan dan ia menggesek-gesekkan pahanya dan celananya mulai basah oleh lendir kenikmatanya.

Tak lama kemudian kuturunkan celananya serta celana dalamnya dan jenny makin menggelinjang hebat dan secepat kilat aku mencium bulu-bulu halus di bawah pusarnya, hmmm… wangi sekali. Tiba-tiba kepalaku ditekanya menuju lubang memeknya dan aku bagai kerbau di congok mengikuti sata apa yg dia mau. Sementara jari tengahku menusuk-nusuk lubang memeknya. Kutusuk pelan dan ku kocok keluar masuk denga lembut.

jenny semakin tak terkendali dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan aku hanya mendengar suara desisan yg tak begitu jelas. Akan tetapi jenny bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuanku.
Batang penisku yg sejak tadi tegang mengeras sia-sia kalau tdk aku sarangkan ke lubang memek yg ku kangeni ini. Aku angkat sedikit pinggulnya dan lalu ku keluarkan batang penisku, sementara aku mulai mengatur posisi jenny untuk kumasuki
“Jhleebbbbb!” dengan mudah kepala penisku masuk karena lubang memeknya sudah basah dari tadi.

Bersamaan itu jenny mendesah. jenny menjerit lirih saat semua batang penisku menjejali ronnga rahimnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yg sangat indah, syahdu dan nikmat ini. Aku melipat pahaku dan aku menyelusupkan di balik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seleuruh batang penisku di dalam rahimnya. Kurangkul punggungnya dan kulumat bibirnya dengan halus bergantian ke belakang kupingnya dan lehernya. Tangan kiriku memainkan kelentitnya, kugesek dan kugoyang ujung jariku disana.

“Aaacchhhh.. Mass donny .. aakuuu.. kaan.. ngennnn..“
Katanya dengan terbata-bata saat aku menciumi belakang lehernya. Tubuhnya mulai menggigil dan jenny diam sesaat merasakan pejalnya batang penisku memenuhi lubang memeknya, wajahnya menahan sesuatu untuk di ekpresikan. Aku merasakan bahwa dia sebentar lagi akan mencapai puncak orgasmenya.

“Luapkan semua rasa rindumu Sayang.. aku akan menyambutmu..” bisikku mesra ditelinganya.
Cerita sex pacar, Aku membantunya memepercepat tempo permainan jariku di kelentitnya, sementara itu ujung lidahku jg tdk ketinggalan menciumi puting susunya dan sesekali menghisapnya lembut
“Ooocchh.. Ooocchh.. Mass donnye..ssshhhhh..” hanya itu yg ia ucapkan.

Desisan-desisan kenikmatanya membuatku semakin bernafsu menjelajahi sleuruh tubuh jenny dengan lidahku dan buru-buru menarik kepalaku. Ia lantas melumat mulutku kesetanan bagai tiada hari esok dan lantas aku melumat mulutnya dan kulepas permainanku di kelentitnya. Tangan kiriku kutarik ke atas untuk memainkan puting susu kirinya dan ternyata usahaku tak sia-sia.

“Aaaacchhhhhh.. eeee.. naaakkkk..Saaaayy.. yaaaang..” desah jenny dalam erat pelukanku.
Desahnya menandakan kepuasan mancapai puncak orgasme dari cinta kami berdua. Aku mengambil jaketku dan menutupi bagian pribadi kami yg sempat berantakan. Meskipun batang penisku masih tertancap di dalam-dalam lubang memeknya. Akan tetapi aku tak ingin mengakhiri dengan ejakulasiku karena situasi yg tdk memungkinkan.
“Auuwhh.. geli Mass..” desah jenny geli oleh denyutan batang penisku.
“Baik jenny sayang.. aku akan mencabutnya..”
“Ooocchhhh,” jenny menjerit lirih kegelian.

Kami berdua pun tertidur bersama hingga tibalah kami di kota kami yg penuh kenangan bagi kami berdua.
“Eh Mas sekarang mau kemana?” Tnta jenny.
“Mau pulang ikut yuk,” jawabku enteng.
Lalu aku merangkulnya kedalam pelukanku. Angan kelakianku pun mulai berimprovisasi dan aku telah menemukan rettorika tepa untuknya.
“jenny aku khan belum puas melepas rindu sama kamu, kita lanjutin di rumahku yukk!” ajakku.

Singkatnya kami berdua menuju rumahku. Kebetulan rumahku tdk ada siapa-siapa. Setelah mandi dan makan kami ngobrol-ngobrol cukup lama tetntang kenangan kami. Lalu aku pangku jenny. Dalam keadaan berdekatan kayak gini, aku punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan jenny sudah berada dalam dekapanku, dan bibirnya sudah dalam lumatan bibirku. Dia hanya diam dan mulai memejamkan matanya menikmati ciuman ini. Tanganya perlahan berganti posisi menjadi memeluk leherku. Tanganku yg tadinya memegang pinggulnya, bergeser turun ke pangkal pahanya dan akhirnya….

Kisah mesum 2017, Aku berhasil meraba merasakan betapa mulusnya paha jenny. kuelus-elus sambil sedikit meremasnya. Sedang bibir kami masih saling melumat mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Tanganku mulai bergeser naik lagi. Sekarang aku mengangkat bajunya, dan terlihatlah dua gundukan indah yg masih tertutup rapi oleh BH nya. Aku lumat lagi bibirnya sebentar sambil tanganku ke belakan tubuhnya. Memeluk,. dan akhirnya aku menacri kancing BH nya untuk kulepas. Tak lama kemudian terlepaslah BH penutup toketnya dan mulailah tersembul keindahan toketnya yg mulus dengan puting kecoklatan diatasnya.

Benar-benar pemandangan menakjubkan payudara jenny yg selama setahun ini belum aku pernah kulihat lagi. Akirnya aku mulai meremas-remas lembut salah satu toketnya dan kembali kulumat bibirnya. Terdengar nafas jenny yg mulai tak teratur. Kadang jenny menghmebuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang mendesah. jenny makin membiarkan aku menikamti tubuh indahnya. Birahinya sudah hampir tak tertahankan. Saat kurebahkan tibuhnya di kursi sofa dan mulutku siap menghisap putingnya, jenny menolak sambil mengatakan,
“Mas donnye, kita pindah ke kamar aja yuk!” ajaknya dan segera aku membopongnya menuju kamarku.

Begitu pintu kamar ditutup dan di kunci, langsung kupeluk jenny dan kembali melumat bibirnya dan melanjutkan meraba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamar. Lama-lama cumbuanku mulaiberpindah ke lehernya dan menggelitik belakang kupoingnya. jenny mulai mendesis pertanda birahinya semakin menjadi-jadi. Saking gemesnya aku pada tubuh jenny, nggak lama tanganku turun dan mulai meraba dan meremas-remas bokongnya yg begitu bulat dan motoknya.

jenny mulai mendesah geli, terlihat ketika aku lebih menurunkan cumbuan ke bagian dadanya, dan menuju toketnya. Dalam posisi setengah jongkok dan tanganku memegang pinggulnya, aku mulai menghisap puting jenny satu persatu yg membuat jenny kadang mengejang geli, dan sesekali melenguh geli. Kuijilati, kugigiti, dan ku hisap puting jenny, hingga jenny mulai lemas. Tanganya yg bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor.

Perlahan aku mngusap-usap kedua pahanya…Dan aku mengaitkan beberapa jari di CD nya dan “sreettttt” terlepas sudah CD jenny. Kuraba bokongnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal toketnya. Dan saat rabaanku yg berikutnya hampir mencapai daerah selangkanganya…tiba-tiba,

“Di ranajang aja yuk! jenny capek berdiri terus”
Sebelum membalikan badan, jenny melepas celananya di hadapanku dan tersenyum manis memandang ke arahku. Alamaakkk, senyum manisnya bikin aku cepat-cepat untuk menggumulinya. Apalagi jenny tersenyum dalam keadaan telanjang. jenny mendekatiku dan tanganya dengan cepat melepas celana dan celana dalamku hingga kini bukan hanya dia saja yg telanjang di dalam kamar. Batang penisku yg sudah mjengeras menadakan bahawa aku sudah siap tempur kapan saja.

Lalu jenny menarik tanganku dan menggandeng menuju ranjang. Sesampainya di pinggir ranjang, Liza berbalik dan mengisyaratkan agar aku tetap berdiri dan kemudian jenny duduk di sisi ranjangnya. jenny dengan rakusnya menyepong batang penisku. Lalu dia dengan liarnya pula menggigit pelan, menjilat dan menyedot batang penisku tanpa ada njeda sedikitpun. Kepalanya maju mundur menyepong batang penisku hingga terlihat jelas betapa kempot pipi9nya. Aku berusaha mati-matian menahan ejakulasi agar aku bisa mengimbangi permainanya. Mingkin sekitar 15 menitan jenny menyepong batang penisku, lalu dia melepas sepongannya dari batang penisku dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Aku sangat mengerti maksud jenny ini. Dia minta gantian aku yg aktif. Segera kutindih tubuh indahnya dan mulai berciuman lagi beberapa lamanya, dan aku mulai mengalihkan cumbuan ke toketnya lagi, kemudian turun lagi mencari sesuatu di selangkanganya. jenny mengerti maksudku. Dia segera mengangkangkan lebar kedua pahanya membiarkan membenamkan wajahku di sekitar bibir memeknya. Kedua tanganku kulingkarkan di kedua paha mulusnya dan bibir memeknya yg sudah merah dan basah itu. Aku julurkan lidahku untuk menjilat bibir memeknya dan kelentit yg sudah mengeras dan menonjol.

Tubuh jenny mengejang hebat, Eranganya pun mulai seru. Matanya terpejam merasakan nikmatnya permainan lidahku di lubang memeknya. Kadang pula jenny melenguh, merintih, bahkan menjerit pelan menikmati permainan lidahku. Terlebih ketika kujulurkan lidahku lebih dalam ke lubang memeknya sambil menggesek-gesek kelentitnya. Dan bibirku melumat bibir memeknya seperti orang sedang bercumbu. Memeknya mulai berkedut hebat, hidungnya mulai kembang kempis, dan akhirnya…
“Mas donnyee.. aaacchhhh…cepet donk masukin penis mas…oohhhhh!!” jenny meohon-mohon kepadaku agar segera mengentotnya.

Aku bangun dari daerah selangkanganya dan mulai mengatur posisi di atas tubuhnya dan menindihnya memasukkan batang penisku ke dalam lubang memekinya perlahan. Dan akhirnya aku mulai menyodok secara perlahan dan jantan. Masih terasa rapet karena sudah setahun tdk terpakai, dan remesan lubang memeknya membuatku tambah ketagihan. Akhirnya aku sampai pada posisi paling dalam, lalu dengan perlahan kutarik lagi, pelan dan lama kelamaan aku percepat kocokkanku. Kemudian posisi demi posisi kucoba dengan jenny.

Aku suadah tak sadar berada dimana. Yg aku tau semuanya sangat indah luar biasa. Rasanya aku seperti terbang tinggi ke langit ketuju bersama jenny. Yg kutau, terakhir kali tubuhku dan tubuhnya mengejang hebat. Sekujur tubuh kami bersimbah peluh. Nafas kami sudah tak beraturan. Aku merasa ada sesuatu yg menyembur banyak dari batang penisku sewaktu batang penisku masih berada di dalam lubang kenikmatan jenny. Setelah itu aku sudah nggak tau apa-apa lagi. Sebelum tidur aku sempat melirik jam yg tergantung di dinding kamar. Alamaaakkkkk…!!! hampir 2 jam.

Waktu terbangun dari tidurku besoknya, jenny masih tertidur lelap disampingku, masih dalam keadaan bugil. Sambil memandanginya, dalam hati aku berkata, “Akhirnya aku bisa ngelampiasin hasrat nafsu yg setaun ini aku pendam”.

Setahun kemudian jenny lulus dari bangku kuliah dan aku segera melamarnya. Dan jadilah jenny istriku yg sangat kusayangi dan kucintai sampai saat ini.

Para Pembaca Cersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Di Sini Ya



AGEN JUDI BOLA SBOBET TERBAIK DAN TERPERCAYA