poker terbaik dan terpercaya
agen bola terbaik dan terpercaya
2011-06-27T19:34:00+01:00 ...
http://example.com/mypage Mon, 27 Jun 2011 19:34:00 +0100 ...
http://example.com/mypage 2011-06-27T19:34:00+01:00 ...
  • Judi Poker Terbaik

    HOT PROMO BONUS NEW MEMBER 30%

  • Poker Terbaik Uang Asli

    HOT PROMO BONUS DEPOSIT 10%

  • Bandar Poker Terbaik Uang Asli

    LAYANAN 24 JAM CS PROFESIONAL

Tampilkan postingan dengan label CEWEK BANDUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CEWEK BANDUNG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2018

Keperawananku Hilang Di Ambil Kakak Kelas Ku

Keperawananku Hilang Di Ambil Kakak Kelas Ku

PANENCERSEX |




Dinda yang awalnya cupu setelah masuk SMA dia menjadi gaul dan Fashionable. Akibat pergaulanya itu bahkan dia sampai terjerumus dalam sexs bebas, sampai dia kehilangan keperawananya diusianya yang masih dini yaitu diusia 15 tahun.

Panggil saja aku Dinda usiaku 15 tahun aku baru saja masuk di bangku SMA. Aku anak pertama dari 2 bersaudara adikku laki-laki. Bapaku seorang polisi dan ibuku bekerja sebagai guru SD. Aku terlahir dari keluarga berada. Orangtuaku selalu mengupayakan yang terbaik untukku. Dia menginginkan aku sukses seperti mereka.

 Dulu aku bersekolah di kampung jauh dari keramaian kota. Kini aku disekolahkan ibukku di SMA favorit supaya cara berfikirku berkembang. Penampilanku sangat cupu kala itu dan sejak aku masuk SMA ibu merubah gaya berpakaianku layaknya orang kota. Pada waktu pendaftaran aku terlihat paling lusuh beda dengan yang lain.

Mereka rapi bersih dan pandai menata rambut, bahkan ada yang memakai make up saat bersekolah. Aku menyadari kalau aku dari kampung beda dengan mereka. Wajah teman baruku terlihat kalau mereka sombong , gaya bicaraku pun selalu ditertawakannya. Namun seiring berjalannya waktu aku bisa mengikuti gaya mereka karena orangtuaku mampu memberikan apa yang aku mau.

Dulu pas awal masuk sekolah ada MOS (Masa Orientasi Siswa) disitu semua siswa baru membawa keperluan macam-macam. Setiap hari ada saja yang harus dibawa, pulang sekolah pasti binggung cari peralatan hingga larut malam. MOS berjalan 3 hari dipimpin kakak kelas yang semena-mena dengan siswa baru. Membersihkan sampah di got, kamar mandi bahkan ada yang mengelap sepatu kakak kelas.

Jika ada yang melanggar atau salah membawa peralatan pasti langsung di hokum di depan umum. Untung saja selama tiga hari aku tertib tidak ada kesalahan apapun. Waktu cepat berlalu akhirnya usai sudah MOS yang menyiksa itu.

Aku sudah resmi menjadi siswa di SMA 1 yang memang pilihanku. Di hari pertama ibu membelikan aku sepatu baru yang branded tas yang bagus dan aku diajarin ibu untuk sedikit memakai make up. Ibu ingin melihatku seperti teman-temanku yang baru. Aku senang sekali sekarang aku berubah penampilan yang menurutku membuat aku makin cantik.

Aku memiliki badan yang tinggi sekitar 162cm sedikit berisi aku terpilih sebagai salah satu petugas paskibra. Ya itulah baris berbaris , yang terpilih memang yang memiliki tinggi badan diatas 160 cm. Aku senang berorganisasi apalagi kegiatan ini membuat aku dekat dengan kakak kelas yang ganteng-ganteng.

Ibuku juga mendukung semua kegiatan aku, namun dia melarang aku berpacaran dengan siapapun. Ibu ingin aku focus sekolah terlebih dahulu tidak memikirkan yang lainnya. Aku termasuk anak yang penurut, berangkat sekolah pulang sekolah selalu saja di antar jemput orangtuaku. 2 bulan aku bersekolah di situ banyak temanku , aku termasuk orang yang supel gampang bergaul dengan siapa saja.

Aku memiliki teman namanya Rika dia anak orang kaya cara penampilannya sangat heboh. Tidak ada yang bisa melebihi dia termasuk aku. Tapi pergaulan Rika sangatlah bebas, dia memiliki seorang pacar kakak kelas jadi satu sekolahan. Mereka selalu saja memanfaatkan waktu untuk berpacaran di kelas. Di kamar mandipun mereka bisa pacaran aku sempat kaget karena mereka ciuman di depan umum. Ntah apa yang dilakukan kalau di kamar mandi , ngeri rasanya.

 Jika memakai seragam serba mini kancing baju dibuka satu paling ujung sehingga terlihat payudaranya. Aku berteman baik dengannya namun aku juga harus pandai memilih mana yang tidak baik dicontoh di kehidupanku. Aku ingin membanggakan orangtuaku yang susah payah membiayaiku.

Tapi kenyataannya berbeda diusiaku yang masih dini lingkungan pergaulanku yang tidak baik membuat aku terlena. SMA 1 yang menjadi favorit itu hanyalah nama saja anak-anaknya ternyata sudah diracuni oleh pergaulan bebas. Ya tidak semua siswa tapi sebagian besar sudah tidak perawan yang cewek.

Aku juga termasuk di dalamnya. Waktu itu kenaikan kelas setelah tes semester pasti ada yang namanya classmate. Biasanya diisi dengan aktifitas bebas , olahraga atau pensi. Berangkat juga siang hari tidak haru stepat pukul 7. Seneng sekali kalau classmate bebas tidak ada yang mengatur karena guru sibuk membuat nilai.

Pada waktu itu ada pertadingan basket aku ikut melihat dilapangan bersama Rika. Dia dsamperin pacaranya aku pun pergi karena mereka kalau pacaran tidak tahu tempat. Tiba-tiba pacar Rika datang dengan temannya namanya Soni. Dia dikenalkan denganku, dia juga kakak kelasku, “hay Din..kenalin aku Soni…” “ehh..iya mas salam kenal…” “jangan panggil mas panggil saja Soni…” Aku ngobrol berdua sama Soni dia anak yang lucu pandai bikin aku tertawa.

Aku terbawa suasana rasanya nyaman sekali makan siang bareng di kantin. Mungkin enak kali ya punya pacara ada yang merhatiin dikantin ada yang nemenin. Seketika itu Soni mengatakan jika dia menyukaiku, “Din..kamu cantik ya, aku suka deh sama kamu…” “uuhuukkkk…” perkataan Soni membuat aku tersedak “kenapa kamu hati-hati dong Din…” “hmm iya, ah kamu bisa aja…” “serius ini Din aku suka sama kamu mau nggak jadi pacaraku?” “ahhh kamu kebanyakan bercanda deh….” “beneran aku serius Din…” wajahnya menatap aku dengan tajam “eeemm…emmm….ehm…temenan dulu aja kita kan baru kenal..” “yaudahlah aku tunggu jawaban kamu ya..” Sepertinya Soni memang beneran deh soalnya tatapan itu serius.

Waktu pulang sekolah pun tiba aku sudah di jemput bapak aku bergegas pulang takut bapak melihat aku dengan seorang pria. Aku pulang ke rumah disepanjang perjalanan aku bbm an dengan Soni. Sampai di rumah aku mandi dan tiduran hpku bunyi terus biasanya sepi tidak ada yang menghubungi aku. Sekarang setiap menit Soni selalu menanyakan aku lagi ngapain. Wah seneng juga ya sangat menghibur tapi aku takut jika ibu tahu pasti marah.

Hpnya aku silent supaya ibu tidak curiga. Aku janjian besok berangkat pagi karena ada pensi dan Soni adalah vocalis band di sekolah. Pagi tiba aku berangkat ke sekolah awal ibu yang mengantar aku. Aku juga bilang sama ibu kalau pulang sore karena ada pentas seni. Sesampainya disekolah aku bertemu Soni udah di dalam kelasku. Karena datang pagi sekolah masih sepi hanya aku berdua dengannya. Soni masih saja menanyakan hal yang sama dia memaksaku untuk menerima cintanya. Akhirnya aku menerima Soni sebagai pacar pertamaku.

 Dia tampak senang sekali wajahnya memerah aku pun malu,

 “makasih ya Din aku sayang deh sama kamu, ini hari jadian ya kita rayain yukk…”
 “hmmm rayain dimana emangnya?”
 “di ruang UKS ayo ikut aku ada kejutan buat kamu…”
 Aku dan Soni pergi ke ruang UKS yang berada di ujung kelas.

Aku masuk ruangan ada seikat bunga, so sweet banget deh. Kayaknya dia uda prepare dari tadi pagi tapi kenapa harus di UKS. Dia tiba-tiba mengunci pintu UKS, “Son..kenapa kamu kunci pintunya…” “ini hari jadian kita aku pengen rayain berdua takut ada yang masuk ke sini..”
 Aku masih saja nurut dengan perkataannya, tiba-tiba Soni mendekati aku yang duduk di kasur UKS. Dia memelukku dengan erat. Aku diam dan binggung harus melakukan apa, “aku sayang sama kamu Din sejak kamu berteman dengan Rika.

Percaya deh kita bakalan selamanya menjadi suami istri nantinya…”

 “ahh kamu lebay deh Son..”
 Dia masih memelukku dengan erat pelukan itu snagat hangat aku nyaman berada di dalam dengan Soni. Dia melepaskan pelukannya dia menatap wajahku. Kita saling bertatapan, dia mengecup bibirku secara perlahan. Aku menikmatinya ternyata ciuman itu enak sekali. Aku ketagihan aku membalas ciuman Soni dengan perlahan.

Dia meremas membelai pipiku dadaku dia belai. Aku merinding saat itu kayaknya aku mulai terbawa suasana. Setelah itu dia membelai tubuhku aku ditidurkan di kasur. Aku terbaring dia meremas kedua payudaraku perlahan kemudian semakin cepat. Aku menikmatinya enak sekali, “aaahhhh…..Son…aaakkkhh…..” Kemudian dia membuka kancing baju seragamku hingga aku hanya memakai bra saja. Dia tampak beringas wajahnya memerah mungkin dia sudah bergairah.

Lalu dia meremas dan mencium bibirku aku menikmati belaian demi belaian. Dia melepas bajunya dan celana hanya memakai celana dalam. Aku lihat penisnya berdiri tegak baru pertama kali aku melihat penis pria.

Bra ku dilepas rokku juga dilepas aku telanjang didepan matanya. Pacar pertamaku sudah berusaha membuat kenikmatan dengan ku. Aku nurut apa saja yang Soni lakukan, aku pasrah saat itu. Payudaraku yang masih kencang membuat dia semakin bergairah. Dia mengulum putting susuku dan memainkan putingku.

Diputar terus putingnya hingga aku lemas, “aaakkkhhh Son….nikmat ….oohh….aaakkkhhh……..” Lidahnya menjilati putting susuku dengan perlahan. Gairahku seakan bangkit aku dibuat lemas tak berdaya. Dia terus menjilati putting susuku kanan dan yang kiri dia putar-putar aku lemas tubuhku bergetar merasakan kenikmatan, “oooouuuuggghhh…..aaahhhh…aaahhhh…oohhhhh….ahhh….” Terus meracau merasakan kenikmatan pagi itu. dia kembali menciumi bibirku dan penisnya bergesekan dengan memekku.

Terus dia gesekkan nikmat dan geli campur jadi satu. Kemudian dia turun kebawah meraba-raba memekku. Dari atas hingga bawah , bulu kemaluanyang amsih jarang itu membuat dia semakinmudah memainkan jemarinya, “aaaakkkhhh Son…nikmat Son aaahhhhh…..ooooooouugghhh……”

Jarinya membuka lipatan demi lipatan memekku. Memekku basah mengeluarkan cairan seperti masturbasi karena merasakan kenikmatan demi kenikmatan. Jarinya masuk ked alma lubang memekku. Sepertinya dia mengecek apakah aku masih perawan atau tidak.

Jarinya masuk ke dalam memekku dan diputar-putar, “aaahhhhh..Son aku nggak tahan aaahhhhhh…nikmat ooohhh…..” Dia melepaskan jarinya dan menjilati selakanganku tubuhku bergerak bebas merasakan kenikmatan. Memekku juga dijilatinya klitorisku dimainkan dengan lidahnya, “Sonnn….aaahhhh….aaaaaakkhhhh…oooohhh aaaaahhh….oooooooouuuhhh…Sonn….” Lalu dia menciumku lagi menjilati seluruh tubuhku. Aku sangat horny dibuatnya, dia berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku.

Sebelumnya dia putar dan gesekkan penisnya di lubang memekku. Terasa geli sekali saat itu, “aaaaaaahh…..aaahhhh…aaahhhh……aaaakkkhh Sonn…..” Ujung penisnya perlahan masuk ke dalam memekku. Ujung penisnya berusaha masuk ke dalam memekku yang merekah itu, “aaaaakkkhhh oohhh…..aaaaaaaahhh Son…terus Sonnn…..” Penisnya masuk dan aku menjerit kesakitan. Keluar darah dari memekku selaput perawanku pecah banyak darah, “awwww..sakit Son aaahhhhhhh……”

Sakit sekali saat selaputku pecah dan bunyi “kreeekkkk…” Dia terus memasukkan penisnya maju mundur ke dalam memekku. Terus dia paksa masuk bibirnya terus mengulum bibirku sesekali menjilati putting susuku. Tanganku memeluk tubuhnya seakan dia mengalihkan rasa sakitku dengan membuat aku merasakan nikmat, “oooohhh aaahhhhhhh…aaahhhh….Son lagi son aaaahhh….” Dia berusaha menggoyang-goyangkan penisnya ke dalam memekku.

Di melakukan tekanan yang sangat keras nikmat sekali saat penisny amenusuk-nusuk lubang memekku. Dia menciumku tanganku semakin erat memeluknya. Gairah kita berdua sudah semakin memuncak, penis itu keluar masuk dengan cepat tak lama kemudian dia mengeluarkan cairan sperma.




 “cccrrrooooott…..ccccrooooottt….ccccrroootttttt……..” Dia semprotkan dibibirku, bibirku penuh dengan cairan sperma dan Soni menyuruhku untuk menelannya. Dia membershkan tubuhku dan mulutku. Setelah itu kita memakai pakaian kembali. Dia memeluk ku dengan erat, “terimakasih Din kamu sudah percaya sama aku..” Terdengar diluar sudah ramai banyak teman yang sudah datang aku merapikan penampilanku kembali. Sejak saat itu setiap hari aku ngeseks sama dia sepulang skeolah. Kadang aku juga datang ke penginapan untuk sekedar meluapkan hawa nafsu. Benar apa kata Rika seks itu buat ketagihan. Setiap hari aku selalu melihat film porno untuk menambah pengalaman biar Soni makin sayang aku. Itulah kisahku diperawani diusia 15 tahun oleh kakak kelasku Soni dan dia adalah pacar pertamaku yang mengajari aku tentang seks hingga saat ini. Sekian.


agen bola terbaik dan terpercaya





Senin, 16 Juli 2018

Suster Cantik Yang Sangat Menggoda

Suster CantikYang Sangat Menggoda 

PANENCERSEX |



Pada akhirnya, saya menggunakan malam itu berbaring dirumah sakit. Perasaanku jemu sekali. Walau sebenarnya saya baru sebagian jam saja di situ. Namun untung saja, rekan sekamarku suka sekali mengobrol. Jadi tidak merasa, tahu-tahu jam telah tunjukkan jam sebelas malam.

Di samping mata telah mengantuk, juga kami berdua ditegur oleh seseorang suster serta dinasehati agar istirahat. Saya serta rekan baruku itu tidur. Karena sangat nyenyaknya saya tidur, saya terperanjat ketika dibangunkan oleh seseorang suster. Hilang ingatan!

Suster yang satu ini cantik sekali, meskipun badannya sedikit gempal namun kencang. Saya tidak yakin bila yang di depanku itu suster. Saya segera mengucek-ngucek mataku. Ih, benar! saya tidak punya mimpi! saya pernah membaca name tag di dadanya yang sayangnya tidak demikian membusung, namanya Novia (bukanlah nama sesungguhnya).

 Mas, telah pagi. Telah saatnya bangun, kata Suster Novia. Nggg dengan sedikit rasa enggan pada akhirnya saya bangun juga meskipun mata masih tetap merasa berat. Saat ini telah tiba waktunya mandi, Mas, kata Suster Novia sekali lagi. Oh ya. Suster, saya pinjam handuknya deh.

Saya ingin mandi di kamar mandi. Lho, kan Mas sesaat belum juga bisa bangun dahulu dari tempat tidur sama dokter.

Jadi?

Jadi Mas saya yang mandiin. Dimandiin?

 Wah, asik juga sepertinya sich. Paling akhir saya dimandikan saat saya masih tetap kecil oleh mamaku. Sesudah tutup gorden putih yang melingkari tempat tidurku, Suster Novia mempersiapkan dua buah baskom plastik diisi air hangat.

Lalu ada sekali lagi gelas plastik diisi air hangat juga untuk gosok gigi serta satu mangkuk plastik kecil jadi tempat pembuangannya. Pertama-tama kali, suster yang cantik itu memohonku gosok gigi terlebih dulu. Oke, saat ini Mas buka kaosnya serta berbaring deh, kata Suster Novia sekali lagi sembari membantuku melepas kaos yang kupakai tanpa ada mengganggu selang infus yang dikaitkan ke pergelangan tanganku.

Lantas saya berbaring ditempat tidur. Suster Novia mengadakan selembar handuk diatas pahaku. Dengan seperti sarung tangan yang terbuat berbahan handuk, Suster Vika mulai menyabuni badanku dengan sabun yang kubawa dari tempat tinggal. Ah, merasa satu perasaan aneh menjalari badanku waktu tangannya yang lembut tengah menyabuni dadaku.

Saat tangan Suster Vika mulai turun ke perutku, saya rasakan pergerakan di selangkanganku. Astaga! Nyatanya batang kemaluanku menegang! Saya telah takut saja bebrapa bila Suster Novia lihat hal semacam ini. Uh, untung saja, nampaknya dia tidak ketahuinya.

Rupanya saya mulai terangsang karna sapuan tangan Suster Novia yang masih tetap menyabuni perutku. Lalu saya disuruhnya berbalik tubuh, lantas Suster Novia mulai menyabuni punggungku, buat kemaluanku makin mengeras.

 Pada akhirnya, siksaan (atau kesenangan) itu juga selesai telah. Suster Novia mengeringkan badanku dengan handuk sebelumnya setelah bersihkan sabun yang menyelimuti badanku itu dengan air hangat. Nah, saat ini cobalah Mas buka celananya. Saya ingin mandiin kaki Mas. Namun, Suster saya coba menyanggahnya.

Celaka, fikirku. Bila hingga celanaku di buka selalu Suster Novia lihat tegangnya batang kemaluanku, ingin ditempatkan dimana wajahku ini. Tidak apa-apa kok, Mas. Janganlah malu-malu. Saya telah umum mandiin pasien.

Tidak lelaki, tidak wanita, semua. Pada akhirnya dengan tertutupi cuma selembar handuk di selangkanganku, saya melepas celana pendek serta celana dalamku. Ini buat batang kemaluanku terlihat makin menonjol dibalik handuk itu. Kacau, saya lihat perubahan di muka Suster Novia lihat benjolan itu.

Wajahku jadi memerah dibuatnya. Suster Novia nampaknya sesaat tertegun melihat kemelut batang kemaluanku yang makin lama makin kronis. Saya jadi bertambah salah tingkah, hingga Suster Novia kembali juga akan menyabuni badanku sisi bawah.

 Suster Novia menelusupkan tangannya yang menggunakan sarung tangan berlumuran sabun ke balik handuk yang menutupi selangkanganku. Awal mula ia menyabuni sisi bawah perutku serta seputar kemaluanku. Mendadak tangannya dengan tidak berniat menyenggol batang kemaluanku yang segera saja jadi bertambah berdiri mengeras.

Sekonyong-konyong tangan Suster Novia memegang kemaluanku cukup kencang. Kulihat senyum penuh makna di berwajah. Saya mulai menggerinjal-gerinjal waktu Suster Novia mulai menggesek-gesekkan tangannya yang halus naik turun di sekujur batang kejantananku. Semakin lama semakin cepat.

Sesaat mataku membelalak seperti kerasukan setan. Batang kemaluanku yang memanglah memiliki ukuran cukup panjang serta cukup besar diameternya masih tetap dipermainkan Suster Novia dengan tangannya.

 Karena nafsu yang mulai menggerayangiku, tanganku menggapai-gapai ke arah dada Suster Novia. Seperti ketahui apa maksudku, Suster Novia mendekatkan dadanya ke tanganku. Ouh, merasa enaknya tanganku meremas-remas payudara Suster Novia yang lembut serta kenyal itu.

 Memanglah, payudaranya memiliki ukuran kecil, kutaksir cuma 32. Namun memanglah yang namanya payudara wanita, bagaimanapun kecilnya, tetaplah menghidupkan nafsu birahi siapapun yang menjamahnya. Disamping itu Suster Novia dengan badan yang sedikit bergetar karna remasan-remasan tanganku pada payudaranya, masih tetap asik mengocok-ngocok kemaluanku.

Hingga pada akhirnya saya rasakan telah nyaris menjangkau klimaks. Air maniku, kurasakan telah nyaris tersembur keluar dari dalam kemaluanku. Namun dengan berniat, Suster Novia hentikan permainannya.

 Saya menarik nafas, sedikit kesal karena klimaksku sebagai terlambat. Tetapi Suster Novia jadi tersenyum manis. Ini sedikit menyingkirkan kedongkolanku itu.

 Tahu-tahu, ditariknya handuk yang menutupi selangkanganku, buat batang kemaluanku yang telah tinggi menjulang itu terpampang dengan bebasnya tanpa ada tertutupi oleh selembar benang juga. Selang beberapa saat, batang kemaluanku mulai dilahap oleh Suster Novia.

Mulutnya yang mungil itu seperti karet dapat mengulum nyaris semua batang kemaluanku, membuatku seolah-olah terlempar ke langit ke-7 rasakan kesenangan yang tidak ada taranya. Dengan ganasnya, mulut Suster Novia menyedoti kemaluanku, seolah-olah menginginkan menelan habis semua isi kemaluanku itu. Badanku terguncang-guncang dibuatnya.

 Serta suster nan rupawan itu masih tetap menyedot serta mengisap alat vitalku itu. cerita-bokep-suster-cantik-yang-memandikanku Belum juga senang di situ, Suster Novia mulai menaik-turunkan kepalanya, buat kemaluanku nyaris keluar setengahnya dari dalam mulutnya, namun lalu masuk sekali lagi. Demikian selalu berkali-kali serta jadi bertambah cepat.

Gesekan-gesekan yang berlangsung pada permukaan kemaluanku dengan dinding mulut Suster Novia membuatku nyaris menjangkau klimaks untuk ke-2 kalinya. Terlebih ditambah dengan permainan mulut Suster Novia yang makin bertambah ganasnya. Sekian kali saya mendesah-desah. Tetapi lagi, Suster Novia berhenti sekali lagi sembari tersenyum. Saya cuma keheranan, menduga-duga, apa yang juga akan dikerjakannya.

 Saya terperanjat saat lihat Suster Novia kelihatannya juga akan jalan menjauhi tempat tidurku. Namun seperti tengah menggoda, ia melihat ke arahku. Ia menarik ujung rok perawatnya ke atas lantas melepas celana dalam krem yang dipakainya. Lihat ke-2 gumpalan pantatnya yg tidak demikian besar tetapi membulat mulut serta kencang, membuatku menelan air liur. Lalu ia membalikkan badannya menghadapku.

Dibawah perutnya yang kencang, tanpa ada lipatan-lipatan lemak sedikitpun, meskipun badannya agak gempal, kulihat liang kemaluannya yang masih tetap sempit dikelilingi bulu-bulu halus yang cukup lebat serta terlihat beri kesegaran. Tidak kusangka-sangka, mendadak Suster Novia naik ke atas tempat tidur serta berjongkok mengangkangi selangkanganku. Lantas tangannya kembali memegang batang kemaluanku serta menuntunnya ke arah liang kemaluannya.

 Sesudah terasa cocok, ia turunkan pantatnya, hingga batang kemaluanku amblas hingga pangkal kedalam liang kemaluannya. Awal mula sedikit tersendat-sendat karna demikian sempitnya liang kesenangan Suster Novia. Namun bersamaan dengan cairan bening yang makin banyak membasahi dinding lubang kemaluan itu, batang kemaluanku jadi gampang masuk semuanya ke dalamnya. Tanganku mulai buka kancing pakaian Suster Novia.

 Sesudah kutanggalkan bra yang dipakainya, menyembullah keluar payudaranya yang kecil namun membulat itu dengan puting susunya yang cukup tinggi serta mengeras. Dengan sukanya, saya meremas-remas payudaranya yang kenyal. Puting susunya juga tidak ketinggal kujamah. Suster Novia menggerinjal-gerinjal sebentar-sebentar saat ibu jari serta jari telunjukku memuntir-muntir dan mencubit-cubit puting susunya yang demikian mengundang selera.

 Disertai dengan pergerakan memutar, Suster Novia menaik-turunkan pantatnya yang ramping itu diatas selangkanganku. Batang kemaluanku masuk keluar dengan enaknya didalam lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut serta jadi bertambah basah itu. Batang kemaluanku dijepit oleh dinding kemaluan Suster Novia yang selalu membiarkan batang kemaluanku dengan tempo yang makin cepat menghujam ke dalamnya. Jadi bertambah cepat jadi bertambah enaknya gesekan-gesekan yang berlangsung. Pada akhirnya untuk ke-3 kalinya saya telah menuju klimaks sebentar sekali lagi.

Saya sedikit cemas bebrapa bila klimaksku itu terlambat sekali lagi. Walau demikian kesempatan ini, nampaknya Suster Novia tidak ingin membuatku kecewa. Demikian rasakan kemaluanku mulai berdenyut-denyut kencang, secepat kilat ia melepas batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluannya serta geser kedalam mulutnya.

Klimaksku jadi bertambah cepat datangnya karna kuluman-kuluman mulut sang suster cantik yang demikian buasnya. Serta Crot crot crot sekian kali air maniku muncrat didalam mulut Suster Novia serta beberapa melelehi buah zakarku. Seperti orang kehausan, Suster Novia menelan nyaris semuanya cairan kenikmatanku, lantas menjilati bekasnya yang belepotan di sekitaran kemaluanku hingga bersih. Mendadak gorden tersibak. Saya serta Suster Novia melihat kaget. Suster Mimi yang barusan memandikan rekan sekamarku masuk kedalam. Ia sesaat melongo lihat apa yang kami kerjakan berdua. Tetapi sebentar lalu nampaknya ia jadi maklum atas apa yang berlangsung serta jadi hampiri tempat tidurku.

 Dengan raut muka memohon, ia memandangi Suster Novia. Suster Vika memahami apa kemauan Suster Mimi. Ia segera meloncat turun dari atas tempat tidur serta tutup gorden kembali. Suster Mimi yang wajahnya manis, walau tidak secantik Suster Novia, saat ini gantian menjilati semua permukaan batang kemaluanku. Lalu, batang kemaluanku yang telah mulai tegang kembali disergap mulutnya. Untuk ke-2 kalinya, batang kemaluanku yang terlihat menantang tiap-tiap wanita yang memandangnya, jadi korban lumatan.

Kesempatan ini mulut Suster Mimi yang tidak kalah ganasnya dengan Suster Novia, mulai menyedot-nyedot kemaluanku. Sesaat jari telunjuknya disodokkan satu ruas kedalam lubang anusku. Sedikit sakit memanglah, namun aduhai enaknya. Terasa senang dengan lahapannya pada kemaluanku. Suster Mimi kembali berdiri. Tangannya membukai satu-persatu kancing pakaian perawat yang dipakainya, hingga ia tinggal menggunakan bra serta celana dalamnya. Saya tidak menganggap, Suster Jihan yang bertubuh ramping itu mempunyai payudara yang jauh semakin besar dari pada punya Suster Novia, sekitaran 36 ukurannya. Payudara yang demikian montoknya itu seolah-olah ingin melompat keluar dari dalam bra-nya yang bermodel konvensional itu.

 Meskipun bukanlah termasuk juga payudara paling besar yang sempat kulihat, namun payudara Suster Jihan itu menurutku termasuk juga payudara yang paling indah. Mengerti saya yang selalu melotot memandangi payudaranya, Suster Jihan buka tali pengikat bra-nya. Benar, payudaranya yang besar menjuntai montok di dadanya yang putih serta mulus. Perasaan menginginkan saya nikmati payudara itu. Namun nampaknya hasrat itu tidak terkabul. Sesudah melepas celana dalamnya, seperti yang sudah dikerjakan oleh Suster Novia, Suster Mimi, dengan telanjang bulat naik ke atas tempat tidurku lantas mengarahkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya yang sedikit lebih lebar dari Suster Novia tetapi mempunyai bulu-bulu yg tidak demikian lebat. Pada akhirnya untuk ke-2 kalinya batang kemaluanku terbenam kedalam kemaluan wanita.

 Memanglah, batang kemaluanku lebih leluasa masuk liang kemaluan Suster Jihan dari pada kemaluan Suster Novia barusan. Seperti Suster Novia, Suster Jihan juga mulai menaik-turunkan pantatnya serta buat kemaluanku pernah mencemooht keluar dari dalam liang kemaluannya tetapi segera dimasukkannya sekali lagi. Tidak tahan menganggur, mulut Suster Novia mulai merambah payudara rekanan kerjanya. Lidahnya yang menjulur-julur seperti lidah ular menjilati ke-2 puting susu Suster Jihan yang meskipun tinggi mengeras namun tidak setinggi puting susunya sendiri. Saya lihat, Suster Jihan pejamkan matanya, nikmati senggama yang terasanya membawanya terbang ke awang-awang. Ia tengah meresapi kesenangan yang datang dari dua arah. Dari bawah, dari kemaluannya yang terus-menerus masih tetap dihujam batang kemaluanku, serta dari sisi atas, dari payudaranya yang masih tetap asik dilumat mulut rekannya.

 Mendadak gorden tersibak sekali lagi. Tetapi ke-3 makhluk hidup yang tengah terikut nafsu birahi yang sangat membulak-bulak tidak memedulikannya. Nyatanya yang masuk yaitu rekan sekamarku dengan kondisi bugil. Karna ia terasa terangsang juga, ia kelihatannya melupakan tanda tifus yang dideritanya. Sesudah tutup gorden, ia hampiri Suster Novia dari belakang. Suster Novia sedikit terhenyak ke depan pada saat kemaluannya yang dari barusan terbuka lebar ditusuk batang kejantanan rekan sekamarku dari belakang, serta ia melepas mulutnya dari payudara Suster Jihan. Lalu dengan entengnya, sembari selalu menyetubuhi Suster Novia, rekan sekamarku itu mengangkat badan suster bahenol itu ke luar gorden serta pergi ke tempat tidurnya sendiri. Mulai sejak waktu itu saya tidak ketahui sekali lagi apa yang berlangsung pada dia dengan Suster Novia.

 Yang kudengar hanya desahan-desahan serta nada nafas yang terengah-engah dari dua insan berbeda type dari balik gorden, di sampingku sendiri masih tetap terbenam dalam kesenangan permainan seks-ku dengan Suster Jihan. Batang kemaluanku masih tetap menelusuri dengan bebasnya didalam lubang kemaluan Suster Jihan yang makin cepat memutar-mutar serta menggerak-gerakan pantatnya ke atas serta ke bawah. Selang beberapa saat, kami berdua mengejang. Suster Saya ingin keluar kataku terengah-engah.

 Ah Keluarin didalam saja Mas jawab Suster Jihan. Pada akhirnya dengan gerinjalan keras, air maniku berpadu dengan cairan kesenangan Suster Mimi didalam lubang kemaluannya. Karena sangat lelahnya, Suster Jihan jatuh terduduk diatas selangkanganku dengan batang kemaluanku masih tetap menancap didalam lubang kemaluannya. Kami keduanya sama tertawa senang. Sesaat dari balik gorden masih tetap terdengar nada kesenangan sepasang makhluk yang tengah sebagian asiknya memadu kasih tanpa ada memedulikan seputarnya. Pas satu minggu lalu, saya telah dinyatakan pulih dari DBD yang kuderita serta diijinkan pulang. Ini membuatku menyesal, terasa juga akan kehilangan dua orang suster yang sudah memberi kesenangan tidak ada tandingannya kepadaku sekian kali. Hari ini saya tengah sendirian dirumah serta tengah asik membaca majalah Gatra yang baru saya beli di tukang majalah dekat tempat tinggal.

Ting tong Bel pintu rumahku dipencet orang. Saya buka pintu. Astaga! Nyatanya yang berada di balik pintu yaitu dua orang gadis rupawan yang sampai kini saya idam-idamkan, Suster Novia serta Suster Jihan. Ke-2 makhluk cantik ini keduanya sama kenakan kaos oblong, buat lekuk-lekuk badan mereka berdua yang memanglah indah jadi bertambah molek sekali lagi dengan payudara mereka yang walau lain ukurannya, tetapi keduanya sama membulat serta kencang. Sesaat Suster Novia dengan celana jeansnya yang ketat, buat pantatnya yang montok makin menggairahkan, di samping Suster Jihan yang kenakan rok mini sebagian sentimeter diatas lutut hingga menunjukkan pahanya yang putih serta mulus tanpa ada noda. Kedua-duanya jadi panorama enak yang sudah pasti jadi pelepas kerinduanku. Tanpa ada ingin menghabiskan waktu, kuajak mereka berdua ke kamar tidurku. Serta seperti telah kuduga, tanpa ada basa basi mereka ingin serta mengikutiku. Serta sudah pasti, beberapa pembaca semuanya tentu sudah mengetahui, apa yang juga akan berlangsung lalu dengan kami bertiga. lalu dengan kami bertiga.


Para Pembaca PanenCersex Ingin Membaca cerita sebelum nya  "Tante Muda Yang Basah Dan Becek "   Klik... Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Sex..

Para Pembaca PanenCersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Di Sini Yah

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Senin, 09 Juli 2018

Aku Jadi Pemuas Nafsu Mertuaku Sendiri

Aku Jadi Pemuas Nafsu Mertuaku Sendiri

PANENCERSEX | 





Hari sudah mulai malam, aku baru saja selesai mandi dan duduk di meja rias dadan secantik mungkin dg penampilan yg seksi. Aku mengenakan bra warna merah dan gaun putih transparan, terlihat jelas warna bra yg kupakai, semua lelaki pasti tak akan kuat berpaling dariku. Sambil nunggu kabar dari suamiku yg belum pulang kerja sampai saat ini.

Tiba-tiba

Kriiiing,,,,

Ya halo pa,,,

Eh, ma malam ini papa ga bisa pulang, tugas dadakan dr bos

Oh,, ga apa apa pa,,,

Gitu aja ya ma

Oke pa,,,

Yess suamiku ga pulang, berarti malam ini aku bebas, sesuai rencana awal, aku penasaran, pengen tau rasanya punya mertua yg ekstra besar dan bikin aku ah ah ah,,,, aku akan bikin masakan yg enak buat mertuaku sayang dan brangkaaat,,,

Tok tok,,,

Siapa,,,

Saya pak, Saliyem

Oh, masuk

Ini saya bawain makanan pak

Ehem kok tumben malam2 gini

Iya pak,,,

Suamimu?

Lembur pak sampe pagi, besok pulang jam 9 pagi

Lah kamu sendirian

Makanya itu pak,,,

Makanya kenapa

Yem takut

Nginap disini aja

Emang boleh pak

Oh,, boleh banget

Ayo pak dimakan (suasana pecah saat mertuaku memandangi tubuhku seperti kesetanan, aku tau apa yg ada dalam pikirannya, dia pasti senang aku menawarkan diri nginap di rumahnya)

JANDA KEMBANG DI GANGBANG
TONTON VIDEO NYA
Di Sini

Oh iya iya,,, em,, dik yem,,,

Iya pak,, kenapa,,,

Anakku beruntung banget ya dapetin kamu

Bapak bisa aja, emangnya apa kelebihanku

Kamu cantik luar biasa,,,

Ah, biasa aja pak

Bapak aja sampai ck ck ck,,,,

Bapak ih,,,

Em,,, ntar boboknya dimana dik yem

Terserah bapak lah

Lah kalo terserah saya, ya bapak suruh bobok dikamarku loh,,,

Nggak ah, ntar diapa apain lagi,,, kan aku menantumu pak, pamali,,,

Katanya terserah bapak, kalau soal itu sih ga ada istilah menantu dik

Soal itu,,, maksud bapakkk?

Itu lho,,, ah masa ga ngerti sih dik

Ngerti bapak mertuaku sayang,,,

Apa, kau panggil aku sayang,,, oh romantis sekali,,, bolehkah aku memelukmu dik saliyem menantuku sayang

Nggak ah, ntar ada yg berdiri lagi

Dari tadi udah berdiri dik, ga kuat niih

Emang masih kuat pak,,,

Kalo soal begituan, apalagi dg wanita secantik dirimu,,, oh,,, aku seperti orang kehausan ditengah gurun pasir dan menemukan segelas air dik,,,

Oya,,,

He em,,, badanku boleh tua tapi gairahku, tak perlu kau ragukan

Terserah bapak deh,,, aku nurut aja sama mertua, diapain aja alu mau,,,,

Benarkah dik,,, uuwaaahh uwaah,,, hmm,,,

Tanpa ragu dan dg tenaga bull dozer, lelaki tua itu yg tak lain mertuaku sendiri, menyerangku, memelukku dg kuat, mulutnya menciumi wajahku, leherku dg bringas dan rakus, aku pasrah badanku digerayangi, pakaianku diacak acak. Tubuh mertuaku panas, gemetar namun liar. Benar yg ia katakan tadi seperti orang kehausan, mungkin karena lama tidak mencumbu wanita dan tak ada cewek yg mau dengannya kecuali aku menantunya sendiri. Aku biarkan dia menikmati tubuhku, aku serahkan semuanya malam ini untuknya. Tubuhku dibuat merinding olehnya, dalam sekejab dia berhasil menelanjangiku.

Ciumannya bertubi tubi, jilatannya menjalar kemana mana sampai dadaku, leherku basah oleh ludahnya. Mertuaku yg sdh tua seperti mendapat durian runtuh bisa menggagahiku malam ini, diluar dugaannya pastinya. Mungkin selama ini aku orang yg selalu hadir dalam bayangannya ketika dia beronani, kini benar2 nyata dalam kekuasaannya bukan bayangan, bukan mimpi, makanya sampai dia terus menerus bergerak bergerilya menikmatiku. Seluruh pakaianku telah berceceran dilantai, aku terus diciumi, dijilati dari leher sampai jempol kaki. Mulutku dihisapnya, lidah mertuaku menyeruak masuk ke mulutku bergerak2. Aku jijik diperlakukan seperti itu, namun demi menghargai dia, aku balas dg menjulurkan lidahku ke mulutnya.

Eh lidahku dihisapnya dg kuat,,, aku mual,,, huekk. Tapi mertuaku cuek, tak peduli ekspresiku yg jijik atas perlakuannya. Bahuku diremas, payudaraku diciumi bergantian, puting susuku dihisapnya sampai terasa sakit. Oh,,, tenaga mertuaku ternyata luar biasa, kedua tanganku diangkat dan aku teriak teriak kegelian, dia jilati ketiakku,,, waw tubuhku menggelinjang menahan rasa geli permainan mertuaku, ia terus jilati ketiakku yg berkeringat, mungkin mengeluarkan aroma yg tidak sedap tapi dia makin rakus dan bernafsu. Belum digesek miss v ku sdh basah oleh lendir kenikmatan. Aku dibopong dan didudukkan diatas meja kayu yg besar, kakiku diangkat, kedua pahaku dibuka lebar, aku malu,,, ia tanpa ragu dan dg sigap membenamkan wajahnya di selangkanganku,,, aku menggeliat menahan nikmat dan geli, ini belum perbah dilakukan oleh suamiku.

Mertuaku tak hanya punya barang gede, tapi pandai memainkan sex dg mantap. Aku benar2 dibikin klepek2 tak berdaya dihadapannya. Auuuuhhh,,, mis v ku dibelah,, dan emmhh,,, dicepok cepok,,, dan dijilati sampai seluruh lendirku terasa bersih. Geli geli nikmat membuatku mabuk kepayang. Oh mertua gila,,, jangan hentikan permainanmu, malam ini aku jadi milikmu,,, celotehku. Ia hanya bisa mengerang2 dg napas memburu seperti orang dikejar anjing. Miss v ku basah oleh ludahnya dijilati seperti kucing kelaparan ketemu ikan asin.

Mertuaku telanjang bulat dg mr p yg gede berdiri manggut2 siap dihujamkan di miss v ku. Aku takut,,, aku degdegan,,, perasaanku tak karuan, antara perasaan berdosa selingkuhi suamiku dg mertuaku sendiri dg rasa penasaran pengen tau barang mertuaku yg bikin aku mabuk. Uwaaaah,,, mr p itu telah nempel dibibir vaginaku, panaaas,,, ditekan,,, auh,,, ditekan lagi auh,,, responku tak kusadari mulutku nyanyanyua,,,, kepala mr p mertuaku nerobos keluar masuk di ujung lubang vaginaku, ia tekan lagi,,, tekan terus sampai seluruh batang penis itu masuk ke vaginaku, ia cabut pelan, masukin lagi,,, begitu terus dan setiap ayunan aku tetiak dan mendesis saking enaknya dan bener2 hal yg berbeda dg suamiku.

Ouh,,, aaahhh esst,,, aku disetubuhi mertuaku sendiri, hal yg tak layak, namun bagiku ini sensasi. Penis besar itu keluar masuk mengayun vaginaku yg bener2 peret krn ukuran pebis yg besar dan tak wajar. Vaginaku mengeluarkan pelumas yg menambah kenikmatan persenggamaan ini. Yah namanya orang tua, baru beberapa tusukan saja sdh nut nutan mau keluar. Mertuaku teriak teriak seperti orang ngeden eeekkk,,,,, dan segera mencabut penisnya dr vaginaku lalu mengocoknya hingga keluar sperma kental creeett crecet,,, berceceran di dadaku. Oaaah oaaah,,,, teriaknya

Dik yem, makasih ya

Iya pak sama sama

Dik, bapak mohon kepadamu

Apa itu pak,,,

Tolong jaga rahasia ini

Iya pak yem ngerti

Bapak takut jika ada yg tau kita seperti ini, reputasi dan harga diri bapak sebagai penceramah bisa hancur dik.

Tenang aja sih pak,,,

Bapak bisa menahan diri dr kejahatan lain, tapi yg satu ini bapak tak sanggup

Udah bapak bobok

Nggak dik, istirahat 10 menit, bapak mau nambah

Haaa,,, serius pak

Oh my god,,,, aku digarap lagi, dan semalam suntuk aku disetubuhi mertuaku, istirahat sejenak, ia garap aku lagi sampai badanku sakit semua, vaginaku terasa ngilu, berkali2 ditusukin penis gede miliknya. Aku terasa mau pingsan, sekujur tubuhku lemes. Mertuaku sepertinya tak mau menyia2kan kesempatan. Seolah hari esok tak mungkin ada kesempatan sebagus ini, menyetubuhi menantunya sendiri yg cantik nseksi. 7 kali lebih mertuaku menggagahiku dlm semalam.

Jam 7 pagi aku pulang menyiapkan segala sesuatunya tuk sambut suamiku pulang pagi ini.

Suamiku datang dan kebetulan mertuaku juga main ke rumahku, seperti tak terjadi apa2 semalam, suamiku ngobrol santai dg bapaknya, mertuaku. Tak lama kemudian, suamiku pamitan mau mandi, mertuaku menatapku penuh nafsu. Begitu pintu kamar mandi nutup, mertuaku menghampiriku dg cepat dan menciumiku, mencumbuku dan jilati leher dan dadaku, susuku dirogoh rogoh, dikeliarkan dr bra dan disedot, dicupangi bergantian,,,, aaahh,,, mertuaku bringas menikmati sisa usianya bersama menantunya, diriku. Matanya nanar, kupingnya tajam memperhatikan suara pintu kamar mandi dmn suamiku ada didalamnya. Selama suamiku mandi aku dilucuti mertuaku, aku telanjang dada dan mertuaku dg bebas cumbui payudaraku.

Ugh nikmatnya, punya mertua rakus haus sex. Penisnya menekan nekan dan digesek gesekin di pahaku sedangkan mulutnya sibuk jilati kedua payudaraku dan jilati ketiakku. Terus terang aku suka diperlakukan seperti ini. Terdengar suara pintu klek,,, kami sudahi permainan ini dan bergegas rapikan pakaian ambil sikap santai seperti tak terjadi apa2. Suamiku keluar dr kamar mandi, pakai handuk menuju kamar, ia ngunci pintu kamar dan pakai baju, seketika itu pula kami kembali berpagut bercumbu saling menikmati sentuhan dan cumbuan di ruang tamu ini. Kedua tangan mertuaku masuk ke dalam bajuku menggerayangi dan meremas payudaraku dg posisi ia ada dibelakang dg penis menekan pantatku, wua terasa banget kemaluan mertuaku yg super tegang nonjok pantatku yg masih tertutup rok.

Terdengar lagi bunyi selot kamar suamiku klek,,, kami cepat ambil sikap santai pura2 ngobrol dg mertua. Suamiku tak curiga sama sekali dg aksiku yg benar2 rapi.

Suamiku menuju ke taman belakang, lihat2 taman sambil duduk santai di sova, ia ambil makanan ringan, beberapa menit kemudian suamiku nguap, ngantuk krn habis kerja lembur. Ia akhirnya tertidur di sova. Mertuaku ternyata memperhatikan anaknya terus, begitu suamiku lelap, langsung dia menghajarku kembali, menciumiku, mencumbuku, menelanjangiku dan ahh,,,, penis gedenya menghajar vaginaku dg sadis.

Aku pegangan lemari dg kuat, posisiku nungging beuh nikmatnya, vaginaku disetubuhi dr belakang oleh mertuaku,,, mataku merem melek menikmati sex terlarang ini, aku tetus memperhatikan suamiku, takut dia bangun, tapi tidurnya sangat lelap. Lama sekali aku disetubuhi mertuaku, krn semalam sdh berkali2 ngeluarin sperma, kali ini vaginaku dihajar habis sampai begitu lama, berjam2 ditusuki penisnya tapi tak keluar2 spermanya. Aku sampai lemes kecapean. Berganti gaya sambil lihat ke arah suami, telentang dan disetubuhi dari atas, merangkak disetubuhi dr belakang sampai ah,,, keringatku membasahi tubuhku krn vaginaku dihajar terus terusan mertuaku. Akhirnya mertuaku tubuhnya kaku, mencengkeram punggungku dan penisnya terasa berkedut kedut, ia orgasme,,, spermanya nyembur di vaginaku sebelum ia sempet cabut.

Aduh gawat,,, aku kuatir hamilku nanti anakku mirip mertuaku, aku tak tau anak siapa nanti dlm kandunganku, anak suamiku atau anak mertuaku,,, au ah egp. Tanpa suara rintihan atau suara mengerang kami menikmati persenggamaan ini di ruang deket suamiku tidur.

Mertuaku ternyata lebih hebat dr suamiku walau usianya lebih tua. Dan terus terang, aku lebih menikmati sex dg mertuaku, setiap ada kesempatan, kami lalukan perbuatan bejat namun nikmat itu entah sampai kapan, aku tak bisa menghentikannya.

Para Pembaca Cerita Sex Ingin Membaca Cerita Sex Yang Sebelumnya Klik Di Sini ya Para Pembaca Cerita Sex...

Para Pembaca Cerita Sex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan DAFTAR POKER Yah

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA

Sabtu, 16 Desember 2017

Anak Kostku Tempat Pemuas Birahiku

Anak Kostku Tempat Pemuas Birahiku | PANENCERSEX |


Cerita ini tentang pengalaman hidupku penjaga kos yang memperkosa anak kos kosan nya sendiri, salah satu anak kos yang bernama Dewi dia adalah mahasiswi di salah satu PTN Bandung, saat ini dia masih semster 6, dia rajin belajar hingga belajar kelompok sampai malam hari, saat itu waktu sudah menunjukan jam 11 malam, padahal gerbang kos sudah tertutup dua jam yang lalu.

Saat mencari kunci yang ada ditasnya dia disapa oleh penjaga kos yang bernama Pak Joko, “neng Dewi baru pulang atuh jam segini?” eh Pak joko iya nih Pak habis ngerjain tugas kelompok soalnya besok dikumpulin, sambil berjalan menuju kamarnya Dewi teringat bahwa lampu kamarnya mati dan belum sempat untuk mengganti.

Teriak Dewi kepada Pak Joko “Pakkkk Joko minta tolong dong” dengan nada yang agak keras karena kamar dan pos jaga lumayan jauh jaraknya, Pak Joko pun medatangi kekamar Dewi ”ada apa neng kok teriak teriak”
“ini Pak boleh minta tolong untuk beliin lampu, soalnya saya lupa beli waktu keluar tadi”
Jawab Pak joko “sini aku belikan neng warung didepan masih buka kok” Dewi mengeluarkan selembar uang 20rb. “Beli yang bagus ya Pak. Kembaliannya ambil saja.”
“Sip, Neng.”, Ujar Pak Joko sambil mengambil uang dan berjalan pergi.
“Oia, Pak. Tolong sekalian dipasang ya Pak. Langit-langitnya tinggi. Saya mau mandi, nanti langsung masuk saja. Pintunya ga dikunci.”

Pak Joko mengangguk sambil terus berjalan. Pak Joko sudah berusia sekitar 50 tahun. Pipinya yang tirus membuatnya terlihat tua. Selain menjadi penjaga kosan, Ia juga bertani di sawah belakang kosan. Itu sebabnya warna kulitnya terlihat sangat gelap kecoklatan. Dewi memasuki kamar, menutup pintu, dan mulai membuka pakaiannya satu persatu.
Ia membuka kaos dan jins yang dipakainya sejak pagi hari. Melemparkannya ke tumpukan pakaian kotor. Dengan BH dan celana dalam Dewi berjalan ke kamar mandi kemudian menyalakan keran air. Pintu kamar mandi ditutup.
Dewi melepas BH dan celana dalam, meletakkannya di ember yang khusus disediakan untuk pakaian dalam.

Ia mulai mengguyurkan air dari ujung kepala. Segar sekali rasanya ketika tetesan-tetesan air membasuh rambut, wajah, leher, pundak, dan payudaranya. Beberapa tetesan kecil menyentuh puting Dewi yang berwarna merah muda.
Ia kembali mengguyur tubuhnya, kali ini air membasuh perut, paha, dan bongkahan pantat Dewi yang begitu mulus berwarna putih bersih. Sedikit tetesan air dengan genitnya menjalar ke selangkangan Dewi, menyapu kulit vagina yang tembam, merangsek ke sela-sela vagina seperti sebuah lidah yang ingin menjilat klitoris.

Dewi mulai membersihkan tubuhnya dengan sabun cair. Dioleskan sabun cair di dada dan payudaranya. Ia menggosok perlahan sambil mengelus-elus payudaranya. Tiba-tiba darahnya mengalir lebih cepat. Ada gelombang nafsu yang mulai menguak dari dalam diri Dewi.
Tidak biasanya Ia menjadi nafsu karena sentuhan tangannya sendiri, mungkin karena sudah 1 bulan lebih tidak ada yang merambah tubuh indahnya. Elusan tangan kanan ke payudaranya mulai berubah menjadi remasan, sementara tangan kirinya bergerak menyentuh vagina yang sudah tidak sabar ingin dimanja. “Mmpphhhh…” eluh Windy keluar dari mulutnya.
Sudah lebih dari 1 bulan yang lalu Windy putus dengan Jaka. Laki-laki kedua yang pernah bersetubuh dengan Dewi. Dewi mengakui bahwa Robert lebih pintar dalam urusan sex ketimbang pacar pertamanya.

Dan itu yang membuat Dewi selalu ingin bersama Robert, hingga suatu hari Dewi mengetahui ternyata Robert berselingkuh. Mengingat kejadian perselingkuhan Robert, seketika itu emosi Dewi muncul. Nafsu yang melanda sebelumnya hilang begitu saja. Dewi bersegera menyelesaikan mandinya. Ia membasuh sabun-sabun di tubuhnya.

Saat ingin mengeringkan tubuh dengan handuk, Dewi baru tersadar handuknya tidak ada. Ia biasa melakukan hal seperti ini – tidak membawa handuk ke kamar mandi. Dewi membuka pintu kamar mandi. Dengan sangat terkejut, Dewi melihat sosok seorang pria tua, berwajah tirus, berkulit coklat tua, sedang duduk di ranjang sambil melihat tubuh Dewi yang tanpa busana.
Tubuh Dewi kaku tak bergerak akibat syok, wajahnya memerah karena malu. Sementara Pak Joko masih terus menatap Dewi.

Tubuh Dewi yang masih basah terlihat kemilau akibat pantulan cahaya. Payudaranya membusung, meneteskan air tepat dari puting merah mudanya. Dari vaginanya yang seolah mengintip Pak Joko terlihat mengucurkan air sisa pembersihan tubuh Dewi. Dewi berusaha menguasai kembali tubuhnya. Setelah kesadarannya pulih, dengan cepat Dewi kembali masuk ke kamar mandi. Menutup rapat pintu kamar mandinya.
“Ma… maaf Pak. Saya lupa handuknya. Bisa tolong ambilkan di meja?” minta Dewi dengan suara gemetar. Klek.. Dewi seperti mendengar suara pintu terkunci. Suaranya begitu samar hingga ia tidak yakin betul.

“Ini, Neng.” Ujar Pak Joko dari balik pintu kamar mandi.
Dewi membuka sedikit celah kamar mandi, menjulurkan tangannya mengambil handuk dari tangan Pak Joko. Ia segera mengeringkan tubuhnya.
Dewi keluar berbalut handuk – yang sialnya adalah handuk kecil. Handuk yang ia kenakan tidak mampu melilit seluruh tubuhnya. Ujung handuk ia pegang dengan tangan kiri, sementara sedikit celah memperlihatkan pinggul dan paha Dewi.
Dada Dewi pun tidak tertutup dengan baik, belahan indah payudara dan sedikit tepian puting berwarna merah muda mencuat begitu menggoda. Handuk bagian bawah hanya menutupi sekitar 5 cm ke bawah dari vagina Dewi. Dewi berjalan perlahan, mata Pak Joko tidak sedetik pun lepas dari tubuh Windy.

“Ee.. Neng, itu lampunya sudah saya pasang.” Ujar Pak joko sambil berdiri memecah kebisuan.
“Iya, pakk..” jawab Dewi pelan, “Maaf Pak, saya mau pakai baju.” Lanjut Dewi, berharap Pak Joko sadar untuk meninggalkan kamarnya.
“Oh, iya Neng. Tapi saya boleh pinjam kamar mandi? Mau buang air kecil.” Pinta Pak joko.
“Bukannya di luar ada pak yang biasa dipakai.” Sergah Dewi sedikit kesal.
“Kebelet Neng. Sebentar kok.” Dengan cepat Pak Joko masuk kamar mandi tanpa menunggu persetujuan Dewi.
Dewi mendengar kucuran air seni Pak Joko begitu deras. Segera ia mananggalkan handuk menggantinya dengan daster favoritnya.
Tak lama Pak joko keluar. Bejalan menghampiri Dewi.
“Neng Dewi, ada yang bisa dibantu lagi?” Tanya Pak Joko. Sekarang ia telah berdiri tepat di depan Dewi. Belum sempat Dewi menjawab pertanyaan tersebut, Pak Joko mengelus rambut Dewi.

“Bapakkk…” ujar Dewi sambil berjalan mundur menghindari tangan kasar Pak Joko.
Pak joko terus mendekati dewi, sementara dewi terus mundur menghindar hingga tubuhnya terbentur tembok. Pak Joko merapatkan tubuhnya ke Dewi yang sudah terpojok.
“Pak, jangan pak.” Lirih Dewi. Sementara tangan Pak Joko kembali mengelus rambut Dewi yang wangi itu.

“Tenang aja neng. Itu neng Sasha juga lagi asik sama pacarnya. Kita jangan kalah dong.” Kata Pak Joko dengan tenang penuh keyakinan.
“Pak, tolong pak. Jangan. Saya teriak kalau bapak begini terus.” Papar dewi penuh ketegaran di tengah posisinya yang tidak baik itu.

“Neng mau teriak? Lalu orang-orang datang. Saya diusir. Tapi besoknya saya ke sini sama temen-temen lho. Khusus buat Neng dewi.” Ancam Pak joko penuh kemenangan.
dewi terteguh mendengar ancaman itu. Membayangkan dirinya dikroyok orang-orang sekelas Pak joko. Mengerikan. dewi bukan termasuk wanita hipersex. Ketika ketakutan melanda pikiran dewi, Pak Joko melanjutkan kata-katanya.
“Sudah lah neng. Biasanya juga sama pacarnya kan. Kalau tidak salah udah lebih dari 1 bulan ga diservis ya neng? Sini sama bapak aja.” Pak Joko terus meraba dewi, kali ini lengan Dewi menjadi sasaran.

Bulu kuduk Dewi merinding ketika kulit putih mulusnya bersentuhan dengan tangan Pak Joko. Ditambah lagi kata-kata Pak Joko tentang aktivitas sexnya benar-benar membuat Dewi malu. Wajahnya merah padam.
“Pak sudah pak. Jangan pak. Tolong.” Dengan wajah nanar Dewi memohon.
Pak Heri menekan tubuh Dewi ke bawah. “Isepin kontol bapak ya neng.” Pinta Pak Joko. Dalam posisi berjongkok, Dewi kebingungan harus bagaimana. Tentu ia pernah menghisap penis tetapi bukan dalam keterpaksaan seperti ini.
“Ayo neng. Turunin dulu celana bapak. Trus isep. Ga perlu saya kasarin kan supaya neng mau. Ato ga harus saya panggil temen-temen saya kan.” Pak joko kembali mengancam dengan sikap begitu tenang.

Dewi mulai menurunkan celana pendek Pak Joko. Tangannya gemetar, keringat dingin mengucur dari pori-pori kulitnya. Dewi terus menarik hingga kaki Pak Joko, ia menatap celana yang telah terlepas tanpa melirik ke atas.
“Ayo neng, liat ke atas dong.” Perintah Pak Joko sambil tertawa pelan.
Joko mengangkat wajahnya. Terkejut melihat sebuah penis yang sudah keras tidak lagi ditutupi celana dalam mengacung tepat mengarah ke wajahnya. “Baa… pak ga pake celana dalam?” pertanyaan polos keluar dari mulut Joko. “Itu ada di kamar mandi. Sama baju dalam kamu yang lain.” Jawab Pak Joko sambil terkekeh.

Pak Joko memajukan penisnya. Kepala penisnya menyentuh bibir Windy yang manis. “Dibuka neng bibirnya.” Pinta Pak Joko. Dewi membuka mulutnya dengan penuh keraguan. Penis Pak Joko mulai masuk dengan perlahan ke mulut Dewi.
Pak Joko mulai menggoyang-goyangkan penisnya menyodok mulut Dewi, dengan kedua tangannya yang menggenggam kepala Dewi. Sementara itu kedua tangan Dewi memegang kaki Pak Joko sambil berusaha melepaskan diri. Mphhh….. mpphhhh… penolakan Dewi hanya terdengar seperti lenguhan.

“Ahhh…. Achhh… bibirnya enak banget neng. Ahhh.. terus neng.” Rancau Pak Joko sambil terus menggoyangkan pantatnya. Berselang 2 menit kemudian. Pak Joko berhenti mengocok penisnya, tetapi ia membiarkan penis hitamnya tetap di dalam mulut Dewi. Nafas Joko mulai terengah-engah. “Neng, lidahnya mainin dong di dalam.”
Pinta pak Joko, “Achh… iyaaahhh.. gitu neng… pinter bangettt.. achhhh….” Lidah Dewi bergoyang-goyang mengelus-elus penis di dalam mulutnya dengan lembut. Kepala penis Pak Joko selalu tersentuh lidah Dewi. Sesekali ada hisapan yang Dewi lakukan. Pak Joko semakin merancau menikmati penisnya dalam mulut Dewi.

“Sudah Neng Dewi. Saya ga kuat sama lidah neng. Ahhh….” Pak Joko mengangkat tubuh Dewi. “Pacar neng untung banget dapetin neng. Cantik, mulus, jago ngisep kontol.” Pak Joko mulai kembali mengelus lengan Dewi yang tidak tertutupi.
“Pak sudah pa. haahhh… jangan dilanjutkan pak.” Keluh Dewi dengan wajah memelas meminta menyudahi permainan Pak Joko dengan nafas terengah-engah. Pak Joko menyibakkan rambut Dewi kebelakang, lehernya yang jenjang terbuka lebar. Dengan sigap Pak Joko mulai mencium lembut dan menjilat leher Dewi. Sementara tangannya meraba perut Dewi.

“Mpphhhh… pak, sudaahh.. ahh.. mpphhh..” Gejolak nafsu mulai melanda Dewi, namun ia tetap berusaha menahannya sekuat tenaga. Pak Joko membalikkan tubuh Dewi, ia menyibak rambut yang menutupi leher dan tungkuk. Pak Joko kembali menciumi sambil menjilat bagian sensitif Dewi tersebut. “ahhh… pak hentikannn.. mmppphhhh.”
Pak Joko mendekatkan bibirnya ke kuping dewi. “Neng dewi ini seksi sekali. Tadi saya intip dari etalase waktu neng mandi. Enak ya neng ngeremes tetek sendiri. Saya bantu ya sekarang.” Bisik lebut Pak Joko ke telinga dewi. Mendengar bisikan itu dewi seperti kehilangan harapan. Dilihat tanpa busana, ketahuan ML, dan sekarang ia tahu Pak joko melihat saat ia akan masturbasi.

“Saya remes ya neng teteknya.” Jemari Pak joko merambat menuju 2 payudara Windy. Saat jemari menyentuh payudara. “Lho, ga pake BH, neng?!” Tanya Pak Joko dengan sedikit terkejut. “Jangan-jangan?!” dengan cepat tangannya menyibak daster membuka bongkahan pantat Dewi. “Wah, si Neng bisa aja. Bilang ga mau tapi udah siap-siap gini.” Ledek Pak Joko. “Kan, mau tidur pak.” Ujar Dewi membela diri dengan percuma sambil membalikan wajah sementara jarinya tergigit di mulutnya.

Pak Joko sibuk meremas pantat, sementara tangan kirinya meremas payudara dewi. Posisi berdiri dewi yang sedikit menungging semakin membuat seksi tubuhnya. “Paakkkk…”, “Iya dewi”, “Sudah ya mpphhh.. pakkk..”, “Yakin neng?” jemari Pak Joko menyentuh bibir vigina dewi. “Achhh… paa..”. tangan Pak Joko menjulur ke wajah dewi, memperlihatkan jemarinya yang tadi menyentuh bibir vagina dewi.

“Neng dewi, ko basah ya?” canda Pak Heri. dewi menatap Pak Joko sambil tersenyum malu.
“Bapak jahat ih.” suara manja terlontar dari mulut dewi yang sebelumnya diisi penis Pak Joko.
Tangan Pak Joko kembali mengelus pinggul dewi. Sambil menciumi leher, Pak Joko berbisik, “Neng dewi, mau dilanjutin ga ni?”,
“Mmmpphhh.. lanjutin apa pakkk?”, “n.g.e.n.t.o.t”, “ih, acchhh.. bapakkk..” tangan Pak Joko mulai meremas payudara dewi. “Iya pakkk.. lanjutinnnn paak.. aahhh..”
“Pakkk.. aku mau ciuman yah.” Pak Heri mendekatkan wajah. “Mmpphhh.. pak, kontolnya aku pegang yah.. aku suka banget sama kontol bapak.” Bujuk dewi.
Pak Joko dan dewi mulai saling berciuman. Lidah mereka saling melipat, bergesekan dengan lembut. Meningkatkan birahi keduanya. Mmpphhh…. Mmpphhhh…
“Pak gendong aku ke kasur ya.” Pak Joko langsung mengangkat dewi, merebahkannya ke atas kasur.

Windy menapat Pak Joko. “Pak, aku malu. Kayak cewe murahan.”, “Ngga ko neng. Nikmatin aja.”, Pak Joko kembali melibas bibir dewi. Mmpphhhh… desah dewi yang mulai tidak ditahan lagi. “Pak Joko. Mmphhh.. telanjangi aku. Mphh..”
Pak Joko mulai mengangkat daster dewi. Vagina dewi yang tembam ditutupi rambut-rambut tipis tercukur rapih. Pak Joko tak henti menatap tubuh Windy yang terbuka perlahan, memperlihatkan keindahannya.

dewi mengangkat tangannya. Membiarkan daster favoritnya terlepas dari tubuh yang sekarang tidak tertutupi sehelai kain pun. Payudara dewi yang tidak terlalu besar membusung dengan puting menegang, seakan meminta dijamah. Pak Joko memulai kembali dengan menciumi dan menjilati leher dewi.
Lenguhan terlepas dari mulut dewi. Darah mendesir lebih cepat. Pak Joko menurunkan ciumannya ke payudara dewi. Menjilat turun di sisi payudara, berputar mengelilingi payudara dewi.

“eeuhhh.. pak, aku nafsu bangettt…” rancu Windy memohon Pak Joko meningkatkan agresivitas. Pak Joko menjilat kecil puting dewi yang sudah sangat keras. Ia memberi kecupan kecil. “Neng dewi, putingnya keras banget.” Ujar Pak Joko sambil menatap dewi yang sedang memejamkan mata. “mmpphhh.. iya pak. Emut puting aku pakkk.. remesss…” pinta dewi.
Pak Joko mengemut puting dewi sambil memainkan lidahnya, sementara tangan kanannya merepas payudara dewi yang lain. “aahhh… eemmmppp… enaakkk pakk..” dewi meremas rambut Pak Heri, menekan kepala Pak Joko ke payudaranya. “uughhh… pakk, mau ngentottt. Mauu kontolll.. aahhh..” rancu dewi tak terkendali. Ia melepas cengkraman dari kepala Pak Joko.

Pak Joko mengangkat tubuhnya melepaskan mulutnya dari puting dewi. Ia mendekatkan diri ke wajah dewi. Penisnya yang keras mengacung tepat di wajah dewi.
“Tadi neng ga mau, bukan?” pancing Pak Joko. dewi mendekatkan hidungnya ke ujung penis Pak Joko. Menyentuh tepat di lubang kecil penis Pak Joko. Ia menghirup perlahan aroma penis yang khas sambil memejamkan mata. Ujung hidungnya merambat ke pangkal penis, pipi dewi pun menempel ke batang penis Pak Joko.

“Sekarang aku mau pak. Sampe masuk kontol bapak ke memek aku juga aku mau.” Nafas dewi mulai memelan, “aku emut lagi ya pak.” Pak Joko merubah posisinya, ia menyandarkan punggungnya ke tembok dengan posisi terduduk.
dewi menundukkan wajahnya mendekati penis dengan posisi menungging di atas kasur. Jari jemarinya yang manis mulai menyentuh lembut kulit penis Pak Joko. Digenggamnya penis dengan satu tangan. dewi mulai menggerak-gerakkan tangannya ke atas-bawah.
“aacc..chhh… eehhh.. aahhh nenggg…”
“Enak ya pakk..” ucap dewi sambil menatap genit ke arah Pak Joko.
“eemmmhhhh…” dewi menjulurkan lidahnya. Menjilat ujung kepala penis yang semakin mengeras.

Tak lama jilatan dewi berubah menjadi emutan dan hisapan di kepala penis dengan tangannya yang masih terus mengocok. Pak Joko terus mendesah semakin keras. Lidah dewi bermain-main di dalam mulutnya, mengelus-elus kepala penis. Tiba-tiba Pak Joko bergetar kuat. “aachhhhh….” Sebuah erangan panjang keluar dari mulutnya. Cairan sperma meleleh dari dalam penis.
“mmpphhhh..” dewi masih mengocok penis dengan tangan kanannya, mulutnya masih diisi kepala penis Pak Joko menanti tetesan terakhir sperma. Ia melepaskan penis dari mulutnya, mengangkat kepalanya menghadap Pak Joko dengan wajah penuh senyum. “Liatin sperma bapak dong, neng.” Pinta Pak Joko. dewi membuka mulutnya, menjulurkan lidahnya yang dipenuhi cairan berwarna putih susu.

dewi kembali menutup mulutnya. Tidak segera menelan sperma, ia justru memainkan sperma itu di dalam mulutnya. Menikmati aroma dan rasa sekaligus sensasi tersebut. Glek… sperma Pak Joko menuju perut dewi. dewi menyeringai dengan wajah penuh kegembiraan. Ia mendekat ke Pak Joko, melupat bibir penjaga kosannya.
“Seneng banget sih, neng?” Tanya Pak Joko sambil mengelus payudara yang tidak tertutupi apapun.

“Sperma bapak enak.” Ucap dewi dengan sedikit malu-malu sambil merebahkan tubuhnya di atas dada Pak Joko.
“Istirahat dulu ya neng. Nanti lanjutin.”
“Lanjutin apa pak?” Tanya dewi sambil melihat Pak Joko.
Tidak langsung menjawab, Pak Joko menggerakkan tangannya. Menyentuh bibir vagina dewi, kemudian menyelusupkan jari tengahnya ke sela bibir vagina. “lanjutin ini. Ngeringin memek kamu. Nih, basah.”
“ahhhh… mpphhhh…” eluh Windy sambil menggigit bibir bawahnya, “ga ah, pak. Malu aku ngentot sama penjaga kosan.” Ucap dewi sambil memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut di vaginanya.
“Supaya neng mau harus gimana?” Tanya Pak Joko.

Perlahan paha dewi menjepit tangan Pak Joko, sementara tangannya mencengkram pergelangan tangan Pak Joko. Tubuhnya tidak ingin jejari Pak Joko lepas dari vaginanya.
“Katanya tadi ga mau dilanjutin.” Protes Pak Joko.
“Aku binal ya pak?” Tanya dewi dengan wajah sayu.
“Neng dewi itu bispak. Bisa bapak entot kapan aja bapak mau.”
“aahhhh.. bapak jahat.. mmpphhh.. masukin jarinya pakk…”
“Lanjutin nanti ya neng. Istirahat dulu.”
“Bapak bilang yang mesum-mesum dulu dong.” Pinta Joko.
“Memek Neng dewi mau dijilatin nanti?” dewi mengangguk, “Dimasukin kontol bapak? Kita ngentot.”
“Mau banget, pak” jawab dewi dengan berbisik.
“Sampai puas!” ucap Pak Joko ikut berbisik. Mereka kembali berciuman. Kemudian tertidur bersama.

Pukul 03.00, dewi masih tidur dengan nyenyak. Dalam mimpinya, dewi merasakan kenikmatan yang menjalar di seluruh tubuhnya. Entah ia sedang ‘mimpi basah’ atau tidak, tetapi ada eluhan-eluhan yang keluar dari mulutnya. Mmpphhhh… mmpphh…
dewi mulai sadar di tengah tidurnya. Matanya masih terpejam, tetapi Ia semakin menyadari kenikmatan di sekujur tubuhnya. Membiarkan tubuhnya menggelinjang kenikmatan. dewi tidak ingin membuka matanya, kemudian terbangun dari tidurnya. Ia ingin menikmati tidurnya yang penuh kenikmatan.

Lambat laun kesadarannya semakin menguat saat mendengar suara-suara kecupan. dewi mulai teringat bahwa Ia sedang tidur dengan Pak Heri tanpa busana yang menjanjikan kelanjutan permainan mereka. dewi membuka matanya untuk meyakinkan diri tentang apa yang dari tadi Ia rasakan. “Pakkk… mmpphhhh.. curannggg..” ucap dewi sambil menggigit bibir bawahnya menatap Pak Joko yang sedang menjilat vagina dewi.

Pak Joko mengangkat wajahnya. “Neng tidurnya nyenyak banget. Bapak ga enak banguninnya.” Tangan Pak Joko mengelus-elus paha dewi. “Jadi bapak mulai aja duluan.” Ucapnya sambil tersenyum. dewi membalas dengan senyum manis, kedua tangannya menjulur ke arah Pak Joko. Pak Joko mendekat, mendekap dalam pelukan dewi.
“Enak ya, neng. Kayak mimpi melayang-layang.”
“Mmm..” Jawab dewi dengan suara menggoda.
Mereka mulai bercumbu, dengan tangan saling meraba tubuh lawannya. Mmpphhh… hhmmmm…. Eluh masing-masing. Pak Joko mulai menurunkan kecupannya ke leher, dada, payudara, puting, perut, hingga ia kembali berkonsentrasi ke vagina dewi. Diawali dengan kecupan kecil.

“mmpphhh.. pakkk…” kemudian jilatan panjang, menjilat seluruh bagian luar vagina dewi. dewi mendesah semakin keras. Akhirnya Pak Joko memulai emutan di vagina dewi, lidahnya menjulur masuk menjilat-jilat bagian dalam.
“aaacchhh… ennakkk pakk.. eehhhmmpphhh…”
Slurrppp… slurrppp.. jilatan, hisapan, dan emutan Pak Joko bersuara semakin keras. Tubuh
dewi tidak sanggup menahan kenikmatan dari vaginanya. Ia mengangkat pantatnya, mendorong vaginanya ke mulut Pak Joko yang sedari tadi menempel, seakan menginginkan lebih. Pak Joko paham betul, Ia mengangkat wajahnya, kemudian meletakkan jari jemarinya di bibir vagina dewi.

“Haahhh… aahhh..” nafas dewi memburu, “Iya begitu pakk.. eemmppphhh…” dewi menengadahkan wajahnya sambil mendesah saat jari tengah Pak Joko menekan dan mengelus klitorisnya. Pak Joko mendekatkan wajahnya ke dewi, dewi menyambut dengan ciuman begitu ganas. Nafsu telah menguasai tubuhnya.

Tangan Pak Joko sudah terjepit kuat paha dewi. Hanya jari jemarinya yang masih bisa bermain-main di vagina dewi. dewi terus menggelinjang kuat dengan suara desahan yang tertahan akibat berciuman dengan Pak Joko, merapatkan tangannya di punggung Pak Joko.
“Acchhhh… Pakkk, enakkk.. mmpphhhh..” lenguh Windy melepaskan ciumannya. Pak Joko semakin bersemangat ketika melihat ekspresi wajah dewi dipenuhi nafsu. Membayangkan seorang wanita yang usianya belum mencapai setengah usia Pak Heri, dipenuhi nasfu ingin bersetubuh. Pak Joko mempercepat gesekan jarinya di vagina dewi.
“Aaaaccchhhhh….” Desahan panjang dewi disertai tubuhnya yang tiba-tiba menjadi kaku. Pahanya mencengkram kuat tangan Pak Joko hingga tidak bisa bergerak. Cairan bening keluar dari vagina dewi. Wajahnya meringis.

Ia melonggarkan pahanya, melepaskan tangan Pak Joko. Sesekali tubuhnya masih mengejang, sementara dari vaginanya masih mengeluarkan cairan kenikmatan. Wajahnya masih dipenuhi ketegangan, hingga akhirnya senyum kepuasan menghiasi wajahnya.
“Enak banget, pak.” Ucap dewi dengan vagina yang masih menetesnya cairannya.
“Iya, bapak suka liat kamu lagi nafsu begitu.” Pak Joko mendiamkan dewi untuk beristirahat sejenak.

5 menit berlalu, mereka berbincang-bincang tertutama mengenai pengalaman dewi bersetubuh dengan lelaki lain.  dewi merasa malu membicarakan hal tersebut, tetapi karena nafsunya masih tinggi membuatnya tidak lagi peduli.
“Pak Joko ga nikah?” Tanya dewi sambil mengelus-elus penis Pak Joko.
“Ada yang muda-muda kayak Neng dewi buat apa nikah.” Jawab Pak Joko membiarkan penisnya tetap mengeras. Mendengar jawaban tersebut, dewi teringat Mbak Wulan dan 3 mahasiswi lainnya yang dulu menempati kosan ini.

“Mmm.. Pantesan Mbak Wulan sama yang lain dulu betah banget ya ngekos disini. Jadi gara-gara ini.” Ucap dewi sambil mengocok penis Pak Joko,
“Enak ya pak. Bisa ngentotin mahasiswi cantik terus.” Ketus dewi. Selain dirinya masih ada 2 mahasiswi yang saat ini menempati kosan tersebut. Apa Sasha dan Nadya pernah begini juga ya? Tanya dewi dalam pikirannya.

Pak Joko merubah posisinya, jari tangannya menyentuh bibir vagina dewi yang masih basah. “Udah ga sabar ya neng dimasukin kontol bapak?” dewi hanya mengangguk pelan, wajahnya tidak mampu menutupi kegembiraan atas pertanyaan Pak Joko.
dewi mengambil kondom di laci meja belajarnya. Dengan penuh kasih sayang, ia mengelus-elus penis Pak Heri kemudian mengulum, memastikan penis itu telah mengeras kuat. Kondom tipis dengan perlahan disarungkan ke penis Pak Joko. dewi tersenyum tipis, membayangkan kenikmatan yang akan didapatnya.

Pak Joko memposisikan diri di atas tubuh dewi . Dengan paha terbuka, dewi tidak sabar menanti penis memasuki liang vaginanya. Kepala penis Pak Joko menempel dan menggesek-gesek bibir vagina dewi. “Neng, ga mau masuk nih. Mesti dibujuk dulu.” Ucap Pak Joko menahan jegolak nafsunya menyetubuhi dewi.

dewi paham maksud Pak Joko, Ia menggenggam pinggul Pak Joko. Tetapi bukannya langsung menarik pinggul tersebut agar penis Pak Joko masuk, dewi mengawalinya dengan raut wajah penuh nafsu. “Pakkk… Masukin kontolnya ke memek aku yah.” Ucap dewi dengan nada memohon, “Aku udah ga kuat. Pengen ngentot, pakk.” dewi mulai menarik pinggul Pak Joko. Nafsu Pak Joko meningkat mendengar permintaan dewi, Ia pun mulai mendorong penisnya.
Penis Pak Joko mulai menjelajahi liang vagina dewi. “Uughhh.. Neng, enak banget memeknya. Mmpphhh..”
“Dorong terus pak. Masukin semuanya. Kontol bapakk kerr..ass bangett.. mmpphhhh..” Ucap dewi diakhiri desahan.

Perlahan seluruh penis Pak Joko masuk ke dalam vagina dewi. Mereka berdua bercium seperti sepasang kekasih. “Ayo, pak. Kocokin ke dalem. Aku suka kontol bapak.” Rajuk dewi. Pak Joko tersenyum senang, kemudian mulai menarik penisnya. Mmpphhhh… keduanya berdesah.
Pak Joko memulai persetubuhannya dengan tempo perlahan. Ia menarik dan mendorong penisnya perlahan untuk menikmati betul vagina dewi yang masih sempit. Sesekali Pak Joko mendorong dalam penisnya, hingga dewi mendesah panjang. Perlahan Pak Joko meningkatkan kecepatannya menggesek vagina dewi .
“Accchhhh… iya pak. Terus pak.. enakkk.. eeuuhhhh.. mmpphhhh.. kontol bapak ennaaakkk…”

Windy mulai merancau saat gesekan penis Pak joko semakin cepat. Nafas keduanya semakin menggebu.
“Memek neng sempit banget.. aaccchhhh… mmppphhhh…”
“Iya pakkk… teruss.. uugghhhh… kocok terus pakkk..” Pak Joko semakin cepat mengeluar-masukkan penisnya.
“Tengkurep neng. Aahhhh…”
“Iyah pakkk… accchhh… jangan dilepas pak kontolnya.. enak bangettt…” dewi membalik tubuhnya tanpa melepas penis dari vaginanya. Pak Joko memandangi bongkahan pantat putih bersih dengan penisnya yang keluar-masuk vagina dewi. Nafsunya menggila. Ia mengocok semakin cepat.

“Accchhhh, enakan pake jari ato kontol, nenggg?” Tanya Pak Joko dengan nafas menggebu.
“Kontol… dewi suka pakkeee konn.. toll bapak.. aaaahhhh.. terus pak..”
Pak Joko mengangkat pinggul dewi, ingin dewi menungging. Pak Joko terus mengocok vagina dewi yang semakin basah hingga terdengar suara kecipak air.
“Uuughhhh… ga kuat pakkk… aacccchhhhh.. oooghhhh…” Tubuh dewi bergetar, ada lelehan cairan keluar dari vaginanya. Pak Joko menahan penisnya di dalam tanpa gerakan. Menidurkan dewi dalam posisi terkelungkup. Pak Joko menindih tubuh dewi , sambil menggoyang-goyangkan penisnya perlahan.
“hhaaahhhh… enak banget pak.” Pak Joko mengecup pipi dewi.
“Mau lagi neng?”
“Sampe bapak puas. Memek aku buat kontol bapak.” Ucap dewi sambil mencium bibir Pak Joko.

Pak Joko mulai kembali mengocok vagina dewi dengan penisnya. Tangannya menyelusup ke payudara dewi. Meremas kuat tetapi lembut. Nafas dewi kembali meningkat. Ia melirik kebelakang, melihat pantat Pak Joko yang hitam bergoyang naik-turun. Sementara pantatnya sendiri tertindih Pak Joko. dewi menjulurkan tangannya, mengelus pantat Pak Joko. “Uuughhhh.. mmppphhh.. terusss pakk. Entotin akuuu..” rancau dewi sambil memejamkan matanya menikmati hujaman penis Pak Joko.

Pak Heri kembali mengangkat pinggul dewi . Menginginkan posisi itu kembali. “aacchhh… pakkk udah mau keluuarr?” Tanya dewi dengan nafsu terus menggebu. “Iya neng.. accchhh… sebentar lagii…” Pak Joko mempercepat kocokannya.
dewi menggigit bantal di depan wajahnya. Menahan kenikmatan di sekujur tubuhnya. Sementara tangannya meremas-remas kain sprei hingga sangat berantakan. “Ooohhhh,,, ooogghhh…. Pakkk ga kuaattt. Mau keluar lagiii.. oouugghhhh…” lenguh dewi tidak mampu menahan diri. “Iya, nengg. Bareng sama bapak.. aacchhhh…”

Pak Joko menekan dalam penisnya ke vagina dewi. Spermanya keluar tertahan kondom yang dikenakan. Sementara vagina dewi kembali mengeluarkan cairan bening. Keduanya melenguh bersamaan. Panjang. Terdengar penuh kenikmatan.

dewi kembali tertidur dengan posisi terkelungkup, sementara Pak Joko menindih di atasnya. Penisnya tetap berada di dalam vagina dewi yang masih berkedut. Tubuh keduanya dibasahi keringat yang keluar dari pori-pori.
“Enak, neng?”
“Enak banget pak. Makasih ya.” Jawab dewi sambil mencium bibir Pak Joko.
“Bapak ke kamar ya neng.” Ucap Pak Joko sambil mencabut penisnya. Melepaskan kondomnya kemudian membuangnya di tempat sampah.

“Iya pak. Aku mau langsung mandi. Ada kuliah pagi.” Jawab dewi. Pak Joko segera mengenakan pakaiannya kemudian kembali ke kamarnya setelah sebelumnya mencium dewi.
dewi mengambil handuknya di atas rak. Menuju kamar mandi, menutup rapat pintunya. Ia melihat tumpukan pakaian dalam yang kotor. Celana dalam Pak Joko ada di sana. dewi meremas celana dalam itu. Ia memikirkan apa yang baru saja selesai Ia dan Pak Joko lakukan. Memalukan, tetapi dirinya sendiri tidak mampu menahan gejolak nafsu. dewi mendekatkan celana dalam itu ke hidungnya, teringat saat-saat hidungnya menyentuh ujung kepala penis Pak Joko dewi tersenyum.


Para Pembaca PanenCersex Ingin Membaca cerita sebelum nya"Selingkuh Dengan Pembantu HyperSeks "Klik..... Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Sex..

Para Pembaca PanenCersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Di Sini Yah

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA


Minggu, 08 Oktober 2017

Ibu Kost Yang Selalu Membuat Merangsang

Ibu Kost Yang Selalu Membuat Merangsang

PANENCERSEX |



Namaku heru...,aq adalah seorang karyawan yang tinggal di kota Bandung,aku tinggal bersama paman dan bibiku. Sampai suatu waktu bibi dan paman ku pindah rumah tapi rumah yang sekarang aku tinggali tetep tidak dijual, karena sayang untuk di tinggal sendiri bibiku menyarankan untuk di kontrakan saja rumah itu. Rumah itu ada 2 tingkat , ditingkat dasar di kontrakan, sampai akhirnya ada wanita yang ingin ngontrak dan bibiku menyetujui nya.

Konsep pembayaran nya bulanan, 1 bulan, 300rb.
Wanita itu bernama Bu Anggun, perlu diketahui Bu Anggun adalah seorang janda berumur 42 thn ditinggal oleh suaminya karena selingkuh, dia menceritakan kenapa suaminya selingkuh karena dia marah tidak mendapatkan keturunan dari Bu Anggun.

Bu Anggun orangnya baik, tutur katanya sopan serta gaya berpakaian nya pun terbilang sopan. Sudah hampir 3 bulan dia ngontrak di rumah bibiku, aku senang karena ada teman untuk ngobrol di rumah, lama-kelaman aku dan Bu Anggun makin akrab sampai-sampai aku sempat ketiduran di ruangan dimana bu Anggun mengontrak.

Singkat cerita, karena keakraban kami, gaya berpakaian Bu Anggun menjadi beda, sekarang dia berani memakai baju yang ketat, celana pendek sebatas paha atau hanya memakai daster terusan sebatas paha sehingga paha putih nya yang mulus serta toket nya yang sekel terpampang dengan indah.

Perlu diketahui Bu Anggun orang nya lumayan cantik bertubuh putih, lekuk tubuh nya aduhai, pantatnya semok, toket nya besar dan padat, paha nya putih mulus,ukuran toketnya 36 cup F. Kadang2x aku suka curi2x pandang pada toket, paha ataupun pantatnya, mengetahui hal itu Bu Apong hanya tersenyum tp senyuman yang binal.

Sampai pada hari sabtu siang ketika kami mengobrol sambil duduk di karpet, dia hanya memakai daster terusan sebatas paha, aku iseng menggodanya

“bu, pake baju nya seksi amat, ga takut di perkosa sama saya….?”, sambil tanganku mengelus paha putih nya.
Bu Anggun menjawab di luar dugaan, “ooh, gitu yaa….tp suka kan…???”, lalu Bu Anggun meneruskan kata2x nya

“ga, ga takut koq..,silahkan aja mau perkosa ibu mah, paling ibu teriak keenakan….!”. Mendengar hal itu, tanpa basa-basi tanganku langsung meremas memek nya dan aku tubruk dia sehingga dia jatuh terlentang dan tubuhnya aku tindih serta aku mengesek-gesekan kontolku ke memek nya masih memakai celana dalam. Kejadian itu membuat Bu Anggun kaget dan meronta tetapi rontaan lemah seorang wanita yang ingin di entot, lalu bu Anggun berkata,
“eeits…tapi ada syarat nya…!!!”

“apa syarat nya….??”kataku sambil tanganku terus meremas toket nya
“bayarin kontrakan ibu bulan ini…, maka kamu bebas perkosa ibu sampai puas…”
“ok, setuju…dan ibu harus siap diperkosa sama saya kapanpun dan dimanapun…”kataku, lalu aku cium dengan buas bibir nya, dia hanya bisa melenguh “eeemmhh…..emmmhhh..”. Bu Anggun melepaskan ciumanku lalu dia berkata

“ambil dulu uangnya,dong…nanti dah itu perkosahh ibuhh….”kata Bu Anggun sambil mendesah
Aku bangkit lalu mengambil uang sejumlah 300rb lalu aku serahkan kepada Bu Anggun.
“jadi sekarang gimana…??, mau perkosa ibu…??”kata Bu Anggun sambil membuka lebar2 paha nya, terlihatlah gundukan memek nya yang tembem yang masih menggunakan celana dalam serta paha putihnya yang mulus.

“lagian ibu juga dah lama ga ngerasain kontol dan dah lama memek ibu enggak di entot…”sambungnya.

“woooww…,ibu sekarang bicaranya jadi kotor,yaaa…”kataku
“biarin aja, supaya tambah binal dan supaya kamu makin nafsu sama ibu…!!!”katanya
“gimana, mau ga perkosa ibu….??”tanya bu Anggun
“enggak aacch, ga mau…..tapi saya akan entot memek ibu sampai lecet….!!!!”kataku

Sejurus dengan itu, aku sergap dia dengan melumat bibirnya, kami berciuman, saling melumat bibir, air liur kami saling bersatu dan saling lilit lidah. Tangan ku pun tidak tinggal diam,menyusup ke balik celana dalam nya, mengelus memek dan itil nya. Mendapat serangan spt itu, Bu Anggun mendesah
“aacchh…emmhh….eeeemmmmhhh…aaaacchhh, oohh nikmat banget…!!”serunya
“oohhhh….teeeruuuuss, iyaa itu itil ibu, oooocchhh….elus teruuuuss…”

Tangan Bu Anggun langsung meremas kontol ku yang sudah ngaceng

“aaacchh, nikmat bu….”kataku
Tanganku tak hanya mengelus tp jari telunjuk dan jari tengah ku mencoba untuk mengobok2x ke dalam memeknya, ternyata memek nya sudah basah bahkan karena banyak nya, cairan pelumas sampai meleleh keluar.

“memek mu udah banjir, bu…,dah ga tahan nya pengen di entot…?”bisikku pada bu Anggun
“ooohhh….eeemmhhmm,iya Her….ibu pengen di ewe sama kontol kamu….aaaacchh”balasnya
Mendengar hal itu tanganku langsung mengobok2x memek tembemnya dengan kecepatan tinggi
“aaacchhh…..aacchhh…ooohhmmmm….aaacchh, yang kenceng Her….!!”
“öoooowwwwhhhh……aaacchch…terus kocok memek ibu…ooohhhh, entot pake jari kamu…..oooohhhh”

Tidak hanya memek yang aku mainkan, susu nya pun tak lepas dari jamahan tangan ku, puting nya aku pilin2 lalu berganti meremas susu besar nya, Bu Anggun kewalahan mendapat perlakuaan spt itu, akhirnya dia mendapatkan orgasme nya yg pertama, tubuh nya mengejan, meliuk spt cacing kepanasan

“aaaaccchhhhcchh…..mmmhhmmmh, ibu ngecret…..aaaccchhhhhhh……ooooommmhhmm….aaa aaaaaccchh”lirih bu Anggun

Aku biarkan sejenak dia tuk menikmati kepuasan nya

“bu, pindah ke atas yu…supaya ibu bebas teriak, tapi kunci dulu pintunya…”kataku

Lalu bu Anggun bangkit dan berjalan ke arah pintu, aku tak kuasa melihat pemandangan yg seksi ini, segera aku peluk dia dari belakang sambil mengesek2x kan kontol ku yang sudah tegang ke belahan pantat nya, tak lupa tanganku bergerilya ke arah toket nya yang ranum, aku remas toketnya dengan gemas, dia hanya mendesah..

“aaacchh…aacchh”

Setelah dia mengunci pintu, aku balikan badan nya aku ciumi lagi bibir nya sambil tanganku meremas memeknya yang basah, Bu Anggun hanya bisa pasrah lalu aku pegang tangannya dan aku arah kan ke kontol ku,dia tau apa yg harus dilakukan, segera dia remas kontolku kemudian dia berjongkok dan membuka celana dalam ku serta langsung mengulum kontolku. Bu Anggun dengan rakus menyepong kontolku….srruullpp….srruulpp….srlluupp, suara indah ketika dia memaju-mundurkan kontolku ke dalam mulut nya.

“eeemmmmhhhh…..eemmhhhmmhh…anget banget mulutmu, bu…..oooohhhh niikkmmaaaattt”seruku.

Kenikmatan yang tiada tara ini sedang ku rasakan, aku sedang mengentot mulut janda bahenol. Lalu aku pegang kepalanya dengan kedua tanganku lalu aku bantu dia untuk mempercepat sepongan nya, dia tampak kewalahan, air liur nya menetes di sela2x bibirnya

“oooooommhh….ooommmhhh……ooommmhh…ooommhhh. …ssrruulluupp…..ssrruulluupp”
Ternyata tangan Bu Anggun tidak tinggal diam, dia mencolok2x sendiri memeknya
“aaaccchhh….aaaccckkkhhhhh…nikmaaattt”seru ku

Segera aku hentikan aktifitas ini lalu aku ajak dia ke atas tuk menuntaskan birahiku.”Yu, ke atas, bu….”

Lalu kami berjalan ke arah tangga sambil ku peluk di dari belakang tak lupa tanganku aktif meremas toket dan kontol ku aku gesekan ke pantatnya, sebelum menaiki tangga dengan segera aku loloskan celana dalam bu Anggun sehingga sekarang bu Anggun hanya mengenakan daster mini sebatas paha tanpa celana dalam dan bra. Aku suruh dia naik duluan, di luar dugaan bu Anggun menggoda ku dengan menggoyang2xkan pantat nya, melihat hal itu dengan gemas aku remas dengan kuat pantat nya dan aku tampar buah pantatnya…plllaaakk….pllaaakkk…

“aaaccchhh….ooowwwwwwwww….ssshhhhhmmmmm”se ru bu Anggun
“nakal nya…nich pantat…”kataku sambil meremas pantat bahenol bu Anggun
Sampai di kamar aku suruh bu Anggun nungging atau dalam posisi sujud, dengan segera dia melakaukannya lalu dia berkata

“ayo cepetan,….entot memek ibu, memek ibu udah gatel pengen di entot….aaacchh”
“tenang bu Anggun ada saatnya, sekarang saya masih ingin bermain2x dulu sama memek dan itil ibu…..”

Dengan segera aku remas pantatnya silih berganti lalu aku sapukan lidah ku pada lubang memeknya, trus aku masukan lidahku pada memek nya, mendapat perlakuan itu bu Anggun bingsatan tubuhnya bergetar. Aku terus menjilati lubang memek nya kadang2x aku gigit dengan gemas bibir dalam memek nya

“ooooccchhh….mmmhhhmhhhhhcchh…..aaaaccchhh h”
“diapain lagi memek ibu, Her…???oooccchhh….enaaaakkkksskk”
“mmmmhhhmmm….aaaaccchhhh…..”

Tangan ku tidak diam, aku elus2x lobang pantatnya, trus aku ludahi lubang pantat nya dan dengan jari telunjuk, aku masukan ke dalam lubang pantatnya. Bu Anggun mengerang kenakan dan
“aaaaaaaaaaaaaacccccccccchhhhhhhhhhhh…………. …..ooooooooooooocchhhhhhhhh….ibu keluar…oooohhhhh…memek ku enaaakk….ooohhh koooonntttollll”teriak bu Anggun.

Bu Anggun mendapatkan orgasme nya yang kedua, tubuh nya ambruk tertelungkup di kasur, tanpa membuang waktu karena kontolku dan ngaceng banget, aku tunggingkan lagi tubuh nya segera ku masukan kontolku ke dalam memek nya yang sudah sangan banjir lalu aku entot memek nya dalam posisi sujud.

“oohhh…rasanya kontolmu makin keras dan besar dalam memekku…oh…setubuhi aku…oh entotanmu…oh enaknya…eeewwee teruuss memek ku…aaaccchh”

“memek ibu tebal..memek ibu enak dientot…kontolku keenakan bu…”
“ohhh..Herruu…aku bisa ketagihan dientoti kontolmu Herruu,,,ohh…enak herr…”
“aku juga bu anggun….enak sekali mengentoti memek bu anggun….aku juga pasti ketagihan ngentot sama kamu…”

“ohhh.. Herrruuu aku ketagihan kontol mu…”
“Ohh anggunnn aku ketagihan memek dan ittiill mu…”
“ooohhhh memek mu enak dientttoott…”
“aaaacchhh….mmmhhhh….yyyaaahh….entoottt teruuss”
Dengan buas aku genjot memek nya dengan cepat, pantat nya aku remas dengan keras kadang aku tampar sehingga bu Anggun memekik

“aaaaaaaaaaaaacccchhhhhhhhhhhhh…….ooooohhhhhhh ”
“ooohhhhh anggunnn, aku haamiili kamu…nggun”
“akan ku buat kamu bunting,bu…ooocchhh….memek kamu sedapp….memmeeeekkk…..aacchhh mmeemeeeeeekkkk….”sedikit ku berteriak

Bu anggun pun tak kalah, dia menjawab dengan kata2 kotor
“iiyyaherr…hamili…buntingin….memek aq enaaakk….oooccchhh….aaaammmhhhh….memek sama itiil ibu buat kamu smuaaa…aaaacchh”jeritnya

Aku terus memompa memek bu anggun dan bu anggun mengimbanginya dengan menggoyang2xkan pantatnya, kontolku terasa ennaak seperti di pijit oleh memek nya.
“aaaaaaaaaaaaachhhhhhhhhhhhhhhhh…………….aa ngggunnn dapett……….acccccchhhhhhhhh”
Mendengar hal itu semakin cepat dan semakin dalam aku hujamkan kontolku ke dalam memek nya…dia mendapatkan orgasme nya yang ke tiga

Lalu aku balikan tubuh semok nya, sekarang posisi bu anggun terlentang dan dengan posisi konvensional aku masukan kontolku ke dalam memek nya. Dengan kecepatan tinggi aku entot memek bu anggun,bu anggun telihat pasrah munging karena tubuh nya sudah lemas, aku terus mengewe memek janda ini sampai puas.

Sekarang dalam posisi yang sama aku repatkan kakinya sehingga terasa sempit sekali lubang memek nya dan aku miringkan tubuh bu anggun dengan begitu aku leluasa meremas pantat bahenolnya dan memilin puting toket nya. Rupanya birahi bu apong naik lagi ditandai dengan desahan dan erangan erotis serta mengimbangi nya dengan menyedot2x kontol ku dengan otot2x memek nya. Tubuh sekel ini meliuk2x bagaikan ular, kepalanya menengadah ke atas, mata nya merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara dalam memek tembem nya.

“ooohhhh bu enak sekali ngewe sama kamu…..aku ingin memek kamu poong….oooaaahhhhcchh…ooohhhh memeeekkk…ooohhh…memek enaaakk”desah ku
“aacchh kontol kamu panjaang dan besaarr…enak memek akuu….enttoot truuuss….ewe…..ee..wweeee truuus memek aahkkuu…oooohh”
“oooccchhhh konttolll….enak banget kamuuu kontttooollll…..ooohhhhoohhhhhhhhh……kkonnnnt ttooolllll…..mmmeeemmmekkk aku di eeenttooottt…oooohhh”

“ooohhh… Bu anggun aku keenakan bu…oh…kontolku rasanya mentok bu…oh…enaknya bu….ohhhh…bu… Bu anggun…maniku juga lagi banyak bu…….oookkkhhh…bu…”
“oookkkkhhh Heerrrii …oh… Heerrii…aq suka Heerrii…aku suka manimu banyak Heerrii…”
Lalu tiba-tiba aku merasa kontolku diperas dan dihisap lobang memek bu anggun…
“oookkkhhh…..bu…oookkkkhhh…”erangku tak kuasa menahan nikmat.
“Iya sayang…okhh. Heerrii…enaknya…”

“Ohh.. enak sekali, sayang..”, kataku sambil mempercepat gerakan kontolku karena sudah mulai terasa ada sesuatu yang ingin keluar seiring rasa nikmat yang aku rasakan. “Buuuu…aku mau keluar bu…”
“keluarkan saja di dalam memekku, sayang..semprot rahimku…aaaahh Heerii…”, kata bu anggun sambil mempercepat goyangan pantatnya.

“ohhh akan kusembur rahimmu bu apoong…aku akan semprot maniku sebanyak-banyaknya dalam rahimmu bu…ooohhh…ohhh…bu…ohhh aapoong..aku akn membuatmu hamil aappoong…aku akan membuntingimu aappooong…oookkkhhhh…”

“iya Herri…entoti…okkhhh…entotin memekkku…..keluarkan manimu sebanyaknya….sirami rahimku…oh…hamili aku….entoti sampai aku bunting…aku pasti hamil oleh manimu…oookkkhhh….aku rela kamu entot sampai hamil…”
Kupercepat kontolku keluar masuk memeknya sambil meremas buah dadanya, lalu tak lama kemudian kudesakkan kontolku sedalam-dalam ke memeknya..
Croott…! Croott….! Croott…!

Air maniku menyembur sangat banyak di dalam memeknya seiring rasa nikmat dan nyaman kurasakan. Aku terus desakkan kontolku dalam-dalam ke dalam rahim bu Anggun sambil kukerahkan otot dan nafasku agar maniku keluar sebanyak-banaykanya… sampai kurasakan air maniku habis keluar….Aku lakukan semua itu sambil mengulum bibirnya….

“ookkkkkhhh…Heru banyak sekali spermamu…oohhh….rahimku merasa hangat oleh manimu…ookkk…semprot terus pejuhmu yang banyak….aaahhh iya…oookkkhh iya..”, kata bu Anggun sambil meliukkan pinggulnya.. Aku merasa lobang memeknya meremasi dan menghisap batang kontolku…kepala kontolku serasa diemut-emut oleh memeknya…Bu Anggun seolah ingin memeras spermaku sebanyak-banyaknya..

“okkkhhhh….aku juga keluar Herrii….”desahnya…
“okkhhh…..aku enak …memek aku puas…akkkhh…enaknya memek ku…”
lalu akhirnya irama pergelutan badan kami berhenti…Ia mendesah dan memeluk kepalaku dalam dadanya…

Nafas kami memeburu…. Lalu bisikkanya terdengar lirih…
“Kontol kamu enak…kontolmu besar dan panjang sayang…aku suka ngentot sama kamu…”
“ibu juga hebat, memek ibu tebal dan tembem…susumu besar bu…tubuh Bu Anggun semok dan mulus…memek ibu enak dientot..”, kataku lirih.

“Kapan pun kamu mau, aku mau dientoti kamu….aku suka birahimu…Kontol kamu besar dan panjang…aku bisa ketagihan ngentot sama kamu..”, kata bu Anggun sambil tersenyum lalu mengecup bibirku.

“Aku juga suka sama bu Anggun…aku juga suka birahimu…aku juga suka ngentoti ibu kapan saja…oohhh….”, kataku sambil meremas toketnya.
Di sela2 kenikmatan yang kita raih, aku bertanya padanya
“bu, kenapa ibu berubah binal seperti ini…?”kata ku

“ooohh, memang dari dulu pertama liat kamu, ibu dah suka dan nafsu sama kamu, ibu sering berandai2x bisa ngentot sama kamu, malahan ibu sering onani pake jari ibu sambil menbayangin sedang di entot sama kontol kamu…”

“oohh gitu yaa…”
“mulai sekarang aku bisa ngentotin memek ibu kapan pun ibu mau…”kataku sambil ngegerayangin memek nya
“ok…mulai saat ini tubuh ibu milik kamu sepenuhnya, kamu bebas ngelakuian apa aja sama tubuh ibu…”balasnya

“susu ibu, bibir ibu, memek ibu, itil ibu, pantat ibu, bahkan kalo kamu mau lubang pantat ibu bebas kamu mau apa2in…”desah bu Anggun sambil meremas kontolku.
“ibu rela kamu perkosa…..ibu rela kamu enttoottin memek ibu….ibu rela kamu ewe pantat ibu….”sambung bu anggun

“mulai saat ini ibu harus telanjang di rumah ini supaya klo aku mo ngentot tinggal masukin aza ke memek ibu…ok”perintahku

“trus klo mau pake baju ato celana harus yang bikin kontol aku ngaceng…spt cuma pake bra sama celana dalam aja, pake baju yang ketat tnpa pake bra supaya puting susu ibu tercetak,pokok nya klo pake baju ga usah pake bra..”kataku

“lalu kalo pake celana sama harus yang ketat tanpa pake celana dalam, klo pake legging harus ketat banget, klo pake daster harus yang pendek banget lebih seksi pake celana pendek yang sebatas memek…”sambungku

“iyaa decch, akan ibu lakukan apa mau kamu, demi kontol kamu ngaceng terus stiap hari dan bisa ngentotin memek ibu….”goda nya
“satu lagi bu, aku ingin liat ibu onani di depan aku….aku ingin liat ibu mencolok2x memek ibu pake tangan ibu sendiri…!”pintaku

“ok…sayang…akan ku lakukan smua permintaan kamu tp dengan 1 syarat….ibu ingin kamu slamanya ngentotin memek ibu…ok”balasnya
“ok…memek ku yang tembem…”kataku sambil memasukan 2 jari ku ke dalam memeknya lalu mengobel2x isi memek bu Anggun
“aaacchhh…ooohhh…udah dong kontolku…memekku lemes banget….”lirihnya

Akhirnya karena kelelahan kami pun tertidur dan tak terasa waktu sdh menujukan pukul 16.30, aku pun terbangun lalu menyandarkan tubuhku pada dinding sambil mengelus2s kontol, pas menoleh ke samping bu Anggun sudah tidak ada di tempat tidur lalu aku memanggil nya

“buuu, buuu, bu Anggun…..”panggil ku
“iyaaa, bentar lagi ke atas”serunya

Tak lama kemudian bu Anggun kembali ke kamarku sambil membawa nampan berisi secangkir kopi susu dan segelas teh hangat serta pisang goreng tp yang membuat kontolku ngaceng lagi adalah dia memakai tanktop putih super ketat sehingga toket nya membentuk sempurna dan puting susu nya tercetak dengan jelas serta terlihat dengan jelas belahan toket nya. Sedangkan bawahannya memakai legging ketat sebetis terlihat pula gundukan memek tembemnya serta belahan memek nya tercetak pula. Dengan lenggokan erotis dia menghampiriku yang sedang duduk lalu menyimpan nampan di sebelahku

“nich ibu buatkan kopi susu sama pisang goreng…”
“waah, makasih bu….”seruku
“bu, pake baju nya seksi amat, bikin kontol saya ngaceng….”
“yaaa, iyaa lah kan supaya kamu terangsang trus bisa ngentotin memek ibu lagi…”jawabnya
“eemmhh, sini dong, saya pengen susu nich..”kataku sambil menyalakan sebatang rokok
“ibu, boleh ngerokok ga….?”tanya bu apong
“jangan dong bu, bahaya buat ibu…”jawabku
“ini, rokok yg bisa ngeluarin pejuh….”balasnya sambil meremas kontolku lalu langsung menyepong nya
“aaacchhh, dasar binal kamu, nggun…”kataku keenakan

Aku pun tak kalah tangan ku langsung mengelus2x memek bu anggun dari luar legging. lalu bu Anggun bergeser sehingga sekarang posisi nya spt 69. Bu Anggun mash menyepong kontolku kadang2 biji pelirku dia hisap2x ato dia kulum, aku sungguh sangat keenakan, hanya desahan yang terdengar, lama2x memek bu Anggun basah juga karena aku terus mengobel2 terlihat di bagian legging tempat memeknya basah kuyup. Tanpa membuang waktu aku telanjangi bu Anggun dan langsung aku ewe memek nya, bu Anggun mendesah keenakan

“aaacchhh….eeemmmhhh…..ooohhhh kontttoolll entot memek ibuuuu….aaaccch”ceracau nya
“ooooohhhhhhhh…..aaa…a…..cccc..hhhhh…..ent ooot yang kenceng Her…ooohhhh, memek aku milik kamu…..oooohhh”

“bu, enak bangeet ngewe sama ibuuuu…..ooohhhh….ooohhh memek anggun…..memeeeekk”teriaku
“iyyaaaahhh…..kontol kamu juga eannnaakkk….anggunnn penggeenn tiiaap hari kamu entttooott”
“setubuhi ibu….her…ooohhh….remaass susu ibu….”pengennya

Aku pun segera meremas toketnya, bu Anggun semakin tak karuan, lalu aku kangkangkan paha nya supaya kontolku bisa masuk lebih dalam, terus aku kilik2x itil nya terlihat itil bu Anggun semakain mengembang karena terstimulasi, saat aku elus2x itil nya, bu anggun mengejan dengan hebat dan sampailah dia ke puncak kenikmatan…

“aaacccchhhhhhhhhhh……oooooooooooooohhhhhhhhhhh hh…………ibuuuuu……..keeeluuuaarr”
“oooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………..eee naaakkk meemeeeekuuu……oooooooooohhhhhhhhhh memek anggun di entttoooott sama kontttollll….oooohh”jritnya histeris

Pertahanan ku akan jebol, segera aku cabut kontol ku lalu aku masukan ke dalam mulut bu Anggun dan bu anggun dengan cepat memaju-mundurkan kontolku di dalam mulut nya tak lupa tangan bu anggun meremas2x biji pelirku…aku sudah di ambang batas karena keenakan dan akhirnya aku sesakkan kontolku dalam2 di dalam mulutnya serta menahan kepala bu anggun supaya jangan terlepas dann

Croott…! Croott….! Croott…!
pejuhku keluar di dalam mulut bu apong,bu anggun gelagapan karena tak menyangka akan spt itu dan mau tak mau pejuhku ditelan oleh bu anggun….

Setelah kurasa smua pejuh keluar, aku keluarkan kontolku dari mulut nya, bu anggun tersenyum nakal dan mengeluarkan sesuatu dan ternyata pejuhku

“yang tadi jatah buat mulut ibu, yang ini buat memek dan itil ibu…”katanya sambil mengeluskan pejuhku ke memek dan itilnya
Karena kelelahan akhirnya kami pun tertidur sambil berpelukan….ooohhh indah nya hidup ini.

Para Pembaca PanenCersex Ingin Membaca cerita sebelum nya"Berselingkuh Dengan Pembantuku Yang Semok dan Bohai"Klik..... Di Sini Ya Para Pembaca Cerita Sex..

Para Pembaca PanenCersex Ingin Mendaftar Dan Mencoba Keberuntungan Klik... Daftar Poker Ya

 AGEN JUDI BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA